Posts Tagged ‘sensor’

Perencanaan dan Pembuatan Alat Bantu Gerak Lengan Tangan Bagi Penderita Kelumpuhan

Thursday, October 22nd, 2009

Kode 0903016

Kemajuan teknologi dibidang eletronika sudah sangat pesat sekali. Hal ini berdampak dengan terciptanya alat-alat elektronika yang dipergunakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Semakin maju zaman, anehnya penyakit yang dialami manusia jadi beraneka macam dan sulit dicari obatnya. Selain itu, pengobatannya harus memakan biaya yang sangat tidak sedikit jumlahnya. Dampaknya bagi penderita penyakit pun beraneka macam. Misalkan saja penyakit Stroke, penderita biasanya akan mengalami kelumpuhan setengah tubuh (bagian kiri atau bagian kanan saja). Ada juga, penderita kelumpuhan yang diakibatkan karena kecelakaan, sehingga terjadi disfungsi sensor motorik pada otak yang mengakibatkan anggota badan seperti tangan dan kaki tidak berfungsi atau tidak dapat digerakkan. Dengan adanya kasus ini, kami mencoba untuk membuat suatu alat bantu gerak lengan tangan bagi penderita kelumpuhan dengan menggunakan mikrocontroller yang nantinya dapat dikontrol oleh penderita sendiri.

Adapun maksud dan tujuan dari penulisan ini adalah membuat sistem pengontrolan alat bantu lengan tangan dengan menggunakan mikrokontroler At89C51.

Permasalahan yang dihadapi bagaimana merencanakan dan membuat alat bantu gerak lengan tangan yang dikontrol oleh Mikrokontroller At89C51 yang mana dalam pembuatan dan perencanaan alat ini berguna untuk membantu lengan tangan agar bisa bergerak.

Incoming search terms for the article:

“Perencanaan dan Pembuatan Alat Bantu Gerak Lengan Tangan bagi Penderita Kelumpuhan”

Friday, January 30th, 2009

Kode 0812058

Teknologi dibidang medis tak pernah bisa lepas dari perkembangan teknologi dibidang elektronika. Penggunaan motor DC dan berbagai macam sensor  sering digunakan dibidang medis. Kini sudah diciptakan lengan robot yang terpasang pada lengan manusia yang bisa dikendalikan oleh otak manusia itu sendiri menggunakan sensor kejang otot, tetapi dibutuhkan dana yang tidak sedikit tentunya. Sehingga dibutuhkan suatu alat yang lebih terjangkau dan dapat berfungsi sebagai alat bantu gerak lengan tangan bagi penderita kelumpuhan atau bagi penderita Stroke dapat digunakan sebagai alat terapi penyembuhan dari kelumpuhan.

Kerangka alat ini terbuat dari bahan aluminium dan menggunakan 3 buah motor DC yang berjenis motor gearbox yang berfungsi sebagai penggerak lengan tangan dan menggunakan mikrokontroller AT89C51 sebagai pengendali gerakan dari ketiga motor gearbox.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini dapat mengerakkan lengan tangan penderita kelumpuhan .

Incoming search terms for the article:

MODEL PERANGKAT-KERAS PENUNJUK LEVEL AIR JARAK JAUH

Friday, December 19th, 2008

Tahun 2008
Kode 0805003

Telemeteri atau biasa disebut pengukuran jarak jauh, merupakan sebuah konsep pengukuran yang dilakukan secara jarak jauh. Dimana letak antara lokasi pengukuran dengan penampil hasil ukuran berada pada lokasi yang berbeda. Hal ini dilakukan karena beberapa faktor yaitu lokasi pengukuran yang berbahaya, biaya perjalanan antara lokasi pengukuran dengan bagian operasional yang jauh, faktor keselamatan manusia terhadap lokasi pengukuran, dan tingkat kebutuhan informasi hasil pengukuran yang berbeda-beda.

Dikarenakan oleh tingkat kebutuhan dan manfaat yang dibutuhkan maka banyak sekali perusahaan yang saling bersaing untuk membuat produk alat ukur jarak jauh ini. Dan tentunya alat seperti ini tidaklah mudah didapat di pasaran. Dikarenakan memang produk seperti ini tidaklah digunakan secara umum. Hanya konsumen-konsumen tertentu yang membutuhkan alat ini.

Diilhami oleh hal-hal diatas maka pada proyek akhir ini dibuatlah Model Perangkat-Keras Penunjuk Level Air Jarak Jauh. Alat ini merupakan sebuah model dari sistem pengukuran jarak jauh. Sehingga alat ini diharapkan dapat bekerja pada beberapa jenis pengukuran, seperti pengukuran curah hujan, pengukuran tekanan, pengukuran level air, dan beberapa pengukuran level yang lain.

Alat ini terdiri dari  dua rangkaian yaitu rangkaian pemancar dan rangkaian penerima. Dimana pada rangakaian pemancar terdiri atas rangkaian regulator tegangan, sensor,  Mikrokontroler, DTMF encoder, dan pemancar radio FM. Sedangkan pada  rangkaian regulator, rangkaian penerima terdiri dari rangkaian penerima radio FM, DTMF decoder,  Mikrokontroler, LCD, dan buzzer.

Sistem kerja alat ini cukup sederhana yaitu saat sensor berada pada kondisi tertentu maka akan dikirim kepada mikrokontroler, yang kemudian oleh mikrokontroler akan dikirimkan kepada DTMF encoder, dimana DTMF encoder ini merubah data yang diterima dari mikrokontroler ke dalam bentuk frekuensi yang akan dikirim oleh pemancar radio FM.

Frekuensi yang diterima dari pemancar radio FM oleh radio penerima FM akan dikirimkan ke DTMF decoder, yang oleh DTMF decoder akan diubah dari nilai frekuensi ke bentuk data biner untuk dikirim ke mikrokontroler. Yang nantinya oleh mikrokontroler akan diolah data masukan tersebut untuk menentukan keluarannya yang tertampil pada LCD dan pada buzzer.

Incoming search terms for the article: