Posts Tagged ‘prestasi belajar’

PENYAJIAN MASALAH MELALUI PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII B MTs. SURYA BUANA MALANG TAHUN AJARAN 2007/2008

Monday, October 12th, 2009

Tahun 2008
Kode 0901029

Berdasarkan hasil pengamatan di kelas VIII B MTs Surya Buana Malang tahun ajaran 2007/2008, tampak proses pembelajaran berlangsung kurang mena – rik. Guru hanya berinteraksi dengan beberapa siswa. Sedangkan siswa yang lain asyik bercanda, bermain dan ada beberapa siswa keluar kelas. Proses pembelaja -  ran yang demikian membuat prestasi belajar siswa rendah. Nilai rata – rata tes pada materi tekanan adalah 44,7. Guru mengungkapkan bahwa siswa sangat senang bila bermain sambil belajar. Selama ini guru sering menerapkan metode ceramah dalam proses pembelajaran fisika. Oleh karena itu peneliti menerap -  kan penyajian masalah melalui permainan agar minat dan prestasi belajar siswa untuk belajar fisika meningkat.

Penyajian masalah melalui permainan terhadap peningkatan minat dan prestasi belajar siswa dapat diteliti dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII B MTs Surya Buana Malang. Jumlah siswa dalam kelas tersebut adalah 33 siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari beberapa kegiatan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah skenario pembelajaran dan lembar kerja siswa. Adapun instrumen penelitian yang dikembangkan adalah lembar observasi minat, soal pretest dan posttest tiap siklus, catatan lapangan, lembar keterlaksanaan skenario pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. catatan lapangan dipaparkan secara deskriptif. Lembar keterlaksanaan skenario pembe -  lajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa dicari persentasenya. Data prestasi siswa dianalisis dengan menggunakan rumus skor gain. Sedangkan data minat siswa dianalisis dengan mencari persentase dari tiap aspek keaktifan, keantusiasan dan keceriaan pada tiap siklus. Untuk mengecek keabsahan data, maka dilakukan triangulasi sumber.

Pada penelitian ini skenario pembelajaran yang dilakukan guru pada si – klus 1 dan 2 terlaksana 100 %. Sedangkan keterlaksanaan skenario pembelajaran yang dilakukan oleh siswa pada siklus 1 dan 2 adalah 52,63 % dan 64,29 %. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase minat siswa pada aspek keaktifan, keantusiasan, dan keceriaan sebesar 9,58 %, 8,33 %, dan 11,67 %. Disamping itu, prestasi belajar siswa pada siklus 1 juga mengalami peningkatan sebesar 0,7 yang masuk dalam kategori sedang. Sedangkan prestasi belajar siswa pada siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 0, 74 yang masuk dalam kategori tinggi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan penyajian masalah melalui permainan dalam penelitian tindakan kelas ini mampu meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Selain itu juga perlu adanya peran serta siswa secara aktif agar proses pembelajaran yang dilaksanakan berjalan maksimal.

Incoming search terms for the article:

UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMP DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) PADA KONSEP GETARAN DAN GELOMBANG

Friday, November 21st, 2008

KODE 0808035

Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa di SMP Negeri 1 Darussalam melalui metode pembelajaran Think-Pair-Share. Tujuan penelitian ini adalah: (1)Bagaimana kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran Think-Pair-Share.(2) Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mencapai indikator dengan model pembelajaran Think-Pair-share dan respon siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas II1 SMP Negeri 1 Darussalam sebanyak 22 siswa. Sedangkan objek penelitian adalah model pembelajaran Think-Pair-Share. Data yang diperoleh dengan menggunakan instrument yang terdiri dari: (1) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa dan lembaran pengelolaan model pembelajaran Think-Pair-Share (2) Respons siswa terhadap model pembelajaran Think-Pair-Share (3) Tes hasil belajar dan LKS. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa:(1) Aktivitas guru yang paling dominan pada pembelajaran Think-Pair-Share selama siklus 1, 2, dan 3 adalah menjelaskan materi, mengawasi dan mengamati diskusi siswa. Sedangkan aktivitas siswa yang paling dominan pada pembelajaran Think-Pair-Share selama siklus 1, 2 dan 3 adalah mendengarkan penjelasan guru, berdiskusi secara berpasangan dan menyampaikan hasil diskusi. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran diskusi Think-Pair-Share selama siklus 1, 2, dan 3 adalah mengalami peningkatan yaitu dari kategori sedang, baik menjadi baik sekali. (2) Respons siswa selama 3 siklus 92% siswa senang terhadap komponen pembelajaran, 92% siswa berpendapat bahwa komponen materi pelajaran adalah baru. 86% siswa berminat untuk mengikuti model pembelajaran Think Pair Share.(3) Tes hasil belajar secara persentase peningkatan diperoleh pada siklus 1 adalah 78%, siklus 2 adalah 85% dan siklus 3 adalah 86%.

Incoming search terms for the article:

TINJAUAN TEORITIS TENTANG MINAT ANAK TERHADAP PROSES BELAJAR BIDANG STUDI PPKn DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR

Saturday, July 19th, 2008

TINJAUAN TEORITIS TENTANG MINAT ANAK TERHADAP PROSES BELAJAR BIDANG STUDI PPKn DAN HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR

Tahun 2008
KODE 0608009

Melihat perkembangan dewasa ini dalam proses belajar mengajar di kelas, aspek minat sangat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa. Untuk itu penulis sengaja mengajukan judul skripsi ini dengan harapan agar setidaknya siapapun yang membaca dapat tergerak dan mau memperjuangkan aspek yang satu ini untuk menjadi unggulan dalam penanganan yang profesional khususnya masing-masing individu, umumnya seluruh pihak terkait mulai Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan, Pemerintah maupun masyarakat, untuk terus menjaga agar tetap fokus terhadap minat belajar siswa, sehubungan nampaknya minat belajar siswa akhir-akhir ini menurun.

Untuk hal di atas penulis melihat ada tiga aspek terpenting yang perlu segera ditangani di samping aspek-aspek lain, ketiga aspek tersebut adalah aspek psikologis, tehnik, dan manajerial. Ketiga aspek diatas sangat mempengaruhi minat siswa dalam proses pembelajaran serta kehidupan sosial edukasinya. Ketiga aspek tersebut menjadi tanggung jawab guru bidang study untuk memenuhinya. Hal ini berarti merupakan refleksi internal untuk mengintrospeksi diri maupun mengkonsolidasinya.

Incoming search terms for the article: