Posts Tagged ‘pelayanan’

PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA, LOKASI, PELAYANAN DAN PROSEDUR KREDIT TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH DALAM PENGAMBILAN KREDIT PADA PD BPR BKK SEMARANG TENGAH CABANG BANYUMANIK

Wednesday, November 19th, 2008

Tahun 2008
Kode 0808008

Peluang lembaga keuangan di kecamatan Banyumanik sangat besar. Hal tersebut dapat di lihat dari jumlah UKM yang menempati jumlah mayoritas dari total unit usaha yang ada. Di mana para pengusaha UMKM masih banyak yang mengalami kesulitan permodalan. Di sisi lain keberadaan lembaga yang menyediakan permodalan tersebut untuk di wilayah Banyumanik belum dapat mencukupi. PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik sebagai salah satu lembaga keuangan yang ada di kecamatan Banyumanik seharusnya dapat memanfaatkan kondisi ini. Ternyata pertumbuhan kredit PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik selama bulan Mei Tahun 2007 – April 2008 sangat fluktuatif bahkan pada bulan-bulan tertentu tidak dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul pengaruh tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan dan prosedur kredit terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Adakah pengaruh tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan dan prosedur kredit secara parsial maupun simultan terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik?

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan dan prosedur kredit secara parsial maupun simultan terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan evaluasi bagi PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik untuk mempertahankan dan meningkatkan keputusaan pengambilan kredit dari nasabah.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan lokasi di PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik Adapun variabel penelitian yang digunakan adalah tingkat suku bunga (X1), lokasi (X2), pelayanan (X3) serta prosedur kredit (X4) sebagai variabel bebas dan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah kredit PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik. Penelitian ini menggunakan sampel populasi atau penelitian sensus dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden serta menggunakan alat pengambilan data berupa angket. Untuk mendukung penelitian ini penulis menggunakan metode analisis data meliputi analisis korelasi sederhana, analisis korelasi berganda, analisis regresi sederhana, analisis regresi berganda, koefisien determinasi dan pengujian hipotesis. Untuk memudahkan perhitungan digunakan alat bantu berupa program SPSS versi 12.0.

Dari analisis korelasi sederhana dapat diketahui ada hubungan positif antara variabel tingkat suku bunga (X1) dengan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari rhitung = 0,628. Juga ditemukan ada hubungan positif antara variabel lokasi (X2) dengan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari rhitung = 0,542. Ditemukan pula ada hubungan positif antara variabel pelayanan (X3) dengan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari rhitung = 0,628. Ditemukan pula ada hubungan iv positif antara variabel prosedur kredit (X4) dengan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari rhitung = 0,609. Secara simultan ada hubungan positif dan signifikan antara variabel tingkat suku bunga (X1),

lokasi (X2), pelayanan (X3) dan prosedur kredit (X4) dengan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y), di mana dapat dilihat dari besarnya koefisien korelasi berganda yaitu sebesar 0,070. Dari analisis regresi dapat diketahui ada pengaruh positif signifikan antara variabel tingkat suku bunga (X1) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari nilai koefisien regresi = 0,589 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (3,598) > ttabel (1,661). Juga ditemukan ada pengaruh positif signifikan antara variabel lokasi (X2) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat nilai koefisien regresi = 0,388 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (3,979) > ttabel (1,661). Ditemukan pula ada pengaruh positif signifikan antara variabel pelayanan (X3) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari nilai koefisien regresi = 0,837 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (5,519) > ttabel (1,661). Ditemukan pula ada pengaruh positif signifikan antara variabel prosedur kredit (X4) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari nilai koefisien regresi = 1,088 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (14,631) > ttabel (1,661). Secara simultan variabel penilaian tentang tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan dan prosedur kredit terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit mempunyai pengaruh positif signifikan yang ditunjukkan dengan besarnya Fhitung (109,427) > Ftabel (2,469) dan tingkat signifikasi (0,000) < signifikasi a (0,05).

Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh positif signifikan antara tingkat suku bunga (X1), lokasi (X2), pelayanan (X3) dan prosedur kredit (X4) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik. Manajemen bank harus memahami adanya perbedaan di dalam kebudayaan masyarakat. Jenis produk, lokasi dan prosedur kredit merupakan bagian dari kebudayaan maka harus dirancang untuk dapat diterima dalam kebudayaan nasabah.

Incoming search terms for the article:

PENGARUH SISTEM PELAYANAN CHECK-IN AIR ASIA DI BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG TERHADAP PENINGKATAN MUTU PELAYANAN PT. INDONESIA AIR ASIA

Monday, August 4th, 2008

PENGARUH SISTEM PELAYANAN CHECK-IN AIR ASIA DI BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG TERHADAP PENINGKATAN MUTU PELAYANAN PT. INDONESIA AIR ASIA

Tahun 2007
KODE 0608062

Beberapa tahun belakangan ini, industri penerbangan nasional berkembang dengan cukup pesat, yang mana harga tiket penerbangan untuk berbagai rute domestik secara rata-rata turun hingga 35% dari harga sebelum deregulasi. Frekuensi penerbangan pun meningkat sangat pesat dan mampu membawa penumpang hingga lebih dari 25 juta orang per tahun.
Namun, perkembangan tersebut juga membawa beberapa persoalan lain, diantaranya beberapa kecelakaan pesawat yang terjadi dalam setahun terakhir ini, membuat banyak pihak bertanya : apa yang salah dengan penerbangan kita? Apakah masalah keselamatan sudah dikorbankan untuk mengejar biaya murah?

Masalah keselamatan merupakan faktor utama setiap penerbangan, keselamatan ini bergantung pada berbagai faktor, baik kondisi pesawat, kondisi awak pesawat, infrastruktur, maupun faktor alam. Yang sering mendapatkan sorotan adalah faktor kondisi pesawat yang mana ada pendapat dari berbagai kalangan, kondisi pesawat dari berbagai penerbangan domestik tidak terjaga dengan baik. Ini dilakukan untuk menekan biaya operasional, terutama dalam menghadapi persaingan yang ketat.

Selain faktor kondisi dan perawatan pesawat, kualitas sumber daya manusia memegang peran penting, manusia yang terlibat dalam sebuah penerbangan bukan hanya pilot pesawat, melainkan juga petugas lain, termasuk yang bertanggung jawab dalam penanganan dan pemerikasaan pesawat di antara penerbangan.

Masalah infrastruktur penerbangan juga merupakan hal yang harus diperhatikan, saat ini ada beberapa Bandar udara di Indonesia telah beroprasi pada tingkat yang agak mengkhawatirkan. Belum lagi lingkungan sekitar bandara yang sudah tidak layak lagi, penambahan dan peluasan infranstruktur mutlak dilakukan dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan akan transportasi udara.
Air Asia percaya pada keamanan dan kesenangan, tapi bukan berarti bersenang-senang di pesawat yang sedang mengangkasa dan mengabaikan keselamatan, Air Asia lebih cermat dari itu. Air Asia menyadari bahwa dengan menjaga keselamatan penumpang berarti juga menjaga keselamatan mereka.

Pada bulan juli 2002, Air Asia melakukan kesepakatan dengan GE Engine Services dalam analisi bisnis yang bernilai lebih dari US$20 juta. Selama 5 tahun mendatang GE Engine Services akan merawat semua mesin pesawat Air Asia, yang berarti peasawat yang aman dan terpercaya bagi semua penumpang.

Kemudian Volvo Aero juga bergabung sebagai rekanan sewa-beli suku cadang rangka dan mesin pesawat bernilai US$3 juta. Volvo Aero bertahan sebagai “Rekanan Terbaik dalam Layanan Penerbangan”. Mereka sangat percaya pada moto “Melakukan dengan Benar sejak Pertama Kali”, mereka benar-benar membuktikannya dengan Air Asia.

November 2002, Air Asia mempersembahkan layanan manis bagi para penumpang Air Asia, dengan bergabungnya Airline Rotables Limited dengan Air Asia sebagai layanan pendukung dengan pemeliharaan komponen rotable bagi armada Air Asia, kerjasama yang tidaklah murah, bernilai lebih dari US$7.5 juta.

Bagi Indonesia AirAsia keselamatan penumpang merupakan hal terutama. Indonesia AirAsia selalu mengedepankan keselamatan penumpang beserta awak pesawat dan pilot. Tidak hanya saat di udara, tetapi juga saat pemesanan, check-in, boarding, terbang, hingga tiba di tujuan. Indonesia AirAsia mempercayakan seluruh perawatan armadanya di Garuda Maintenance Facilities (GMF). Di sini dilakukan pemeriksaan rutin dan pemeriksaan pemeliharaan tingkat rendah, hingga pemeliharaan tingkat tinggi. Hal ini merupakan upaya PT. IAA mewujudkan kepercayaan masyarakat akan kualitas keselamatan yang telah menjadi standar kualitas tertinggi Air Asia. Dengan kedisiplinan PT. IAA dalam melakukan perawatan keselamatan dan terpeliharaanya seluruh pesawat, PT. IAA percaya akan menjadi maskapai yang menghadirkan kualitas pelayanan keselamatan di atas rata-rata.

Penulis tertarik untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT Indonesia Air Asia karena dalam proses melakukan check-in mereka masih menggunakan sistem manual. Andaikata terjadi kegagalan sistem dalam beberapa tempat, tidak terhubung on-line dengan minisoft.

Incoming search terms for the article: