Posts Tagged ‘mikrokontroler.’

PENGENDALI PENJEJAK ORIENTASI MATAHARI DENGAN METODE FUZZY LOGIC BERBASIS MIKROKONTROLER

Monday, February 16th, 2009

Tahun 2008
Kode 0811042

Photovoltaic cell merupakan piranti elektronik yang dapat mengkonversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Namun dalam proses konversi energi pada photovoltaic cell ini dipengaruhi banyak faktor yang dapat mengurangi optimalisasi pengkonversian energi. Diantaranya adalah faktor orientasi terhadap matahari yang selalu berubah-ubah yang dapat mengurangi optimalisasi photovoltaic cell dalam pengkonversian energi matahari menjadi energi listrik. Oleh karena itu diperlukan suatu alat yang dapat mengatur pergerakan photovoltaic cell untuk selalu tegak lurus menghadap matahari dengan tujuan untuk mendapatkan daya keluaran yang optimal.

Sistem Kendali Fuzzy adalah suatu metode kontrol menggunakkan tahapan himpunan, proses fuzzyfikasi, proses aturan fuzzy, dan proses defuzzyfikasi. Teknik perancangan sistem pengendali penjejak orientasi matahari ini menggunakan metode Fuzzy Logic. Dalam sistem ini terdapat empat variabel masukan yang berasal dari keempat sensor cahaya (LDR) dan dua sistem keluaran berupa dua motor DC yang menggerakkan photovoltaic cell secara dual axis. Dengan aturan yang disesuaikan dengan kondisi, maka motor DC akan menggerakkan photovoltaic cell menyesuaikan dengan posisi matahari dari sistem penjejak orientasi matahari.

Penelitian ini dilakukan sepenuhnya di Laboratorium Konversi Energi Listrik pada bulan September 2007 sampai dengan bulan Juni 2008. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa metode yaitu; perancangan mekanik yang dapat bergerak secara dual axis, perancangan hardware dan perancangan software pengendali dengan metode Fuzzy Logic.

Incoming search terms for the article:

MODEL PERANGKAT-KERAS PENUNJUK LEVEL AIR JARAK JAUH

Friday, December 19th, 2008

Tahun 2008
Kode 0805003

Telemeteri atau biasa disebut pengukuran jarak jauh, merupakan sebuah konsep pengukuran yang dilakukan secara jarak jauh. Dimana letak antara lokasi pengukuran dengan penampil hasil ukuran berada pada lokasi yang berbeda. Hal ini dilakukan karena beberapa faktor yaitu lokasi pengukuran yang berbahaya, biaya perjalanan antara lokasi pengukuran dengan bagian operasional yang jauh, faktor keselamatan manusia terhadap lokasi pengukuran, dan tingkat kebutuhan informasi hasil pengukuran yang berbeda-beda.

Dikarenakan oleh tingkat kebutuhan dan manfaat yang dibutuhkan maka banyak sekali perusahaan yang saling bersaing untuk membuat produk alat ukur jarak jauh ini. Dan tentunya alat seperti ini tidaklah mudah didapat di pasaran. Dikarenakan memang produk seperti ini tidaklah digunakan secara umum. Hanya konsumen-konsumen tertentu yang membutuhkan alat ini.

Diilhami oleh hal-hal diatas maka pada proyek akhir ini dibuatlah Model Perangkat-Keras Penunjuk Level Air Jarak Jauh. Alat ini merupakan sebuah model dari sistem pengukuran jarak jauh. Sehingga alat ini diharapkan dapat bekerja pada beberapa jenis pengukuran, seperti pengukuran curah hujan, pengukuran tekanan, pengukuran level air, dan beberapa pengukuran level yang lain.

Alat ini terdiri dari  dua rangkaian yaitu rangkaian pemancar dan rangkaian penerima. Dimana pada rangakaian pemancar terdiri atas rangkaian regulator tegangan, sensor,  Mikrokontroler, DTMF encoder, dan pemancar radio FM. Sedangkan pada  rangkaian regulator, rangkaian penerima terdiri dari rangkaian penerima radio FM, DTMF decoder,  Mikrokontroler, LCD, dan buzzer.

Sistem kerja alat ini cukup sederhana yaitu saat sensor berada pada kondisi tertentu maka akan dikirim kepada mikrokontroler, yang kemudian oleh mikrokontroler akan dikirimkan kepada DTMF encoder, dimana DTMF encoder ini merubah data yang diterima dari mikrokontroler ke dalam bentuk frekuensi yang akan dikirim oleh pemancar radio FM.

Frekuensi yang diterima dari pemancar radio FM oleh radio penerima FM akan dikirimkan ke DTMF decoder, yang oleh DTMF decoder akan diubah dari nilai frekuensi ke bentuk data biner untuk dikirim ke mikrokontroler. Yang nantinya oleh mikrokontroler akan diolah data masukan tersebut untuk menentukan keluarannya yang tertampil pada LCD dan pada buzzer.

Incoming search terms for the article: