Posts Tagged ‘kinerja’

“Efektivitas Penerapan Metode Balanced Scorecard sebagai Alat untuk Mengukur Kinerja Perusahaan”(Studi kasus pada PT “X”)

Thursday, January 15th, 2009

Tahun 2007
Kode 0809011

Keberhasilan perusahaan dapat diketahui dengan melaksanakan rencana pengukuran kinerja yang merupakan bagian dari perencanaan strategik. Pengukuran kinerja penting untuk dilaksanakan guna mengevaluasi apakah perusahaan telah mencapai visi, misi, dan tujuannya, serta merencanakan strategi-strategi baru pada masa yang akan datang. Bertolak dari sinilah muncul suatu konsep baru yaitu Balanced
Scorecard sebagai suatu sistem manajemen, pengukuran kinerja, dan pengendalian yang secara cepat, tepat, dan komprehensif dapat memberikan pemahaman kepada manajer tentang performance bisnis.

Dalam penelitian ini, penulis memilih sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam industri pengolahan minyak goreng. Perusahaan itu dikenal sebagai perusahaan besar yang memiliki keunggulan dalam kualitas produknya.

Metoda yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah Deskriptif Analitis. Pembuatan model Balanced Scorecard ini diawali dengan tahap mengidentifikasi visi, misi, dan melakukan analisis SWOT. Tahap kedua adalah membangun strategi bisnis perusahaan yang diperoleh melalui hasil wawancara dengan General Manager perusahaan. Tahap yang ketiga adalah menguraikan strategi ke dalam sasaran strategi yang sebagian besar diambil dari hasil analisis SWOT. Tahap yang keempat adalah menghubungkan setiap sasaran strategis dengan 4 perspektif Balanced Scorecard yang digambarkan dalam peta strategi. Pembuatan Balanced Scorecard pada skripsi ini dibatasi hanya sampai penentuan ukuran saja. Maka tahap akhir yang
dilakukan adalah penentuan ukuran untuk setiap sasaran strategis tersebut dalam lag indicator atau lead indicator.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dengan menggunakan metode Balanced Scorecard diketahui bahwa kinerja PT ”X” saat ini belum optimal. Hal ini terlihat dari masih adanya beberapa tolok ukur yang memberikan hasil kurang memuaskan yaitu tolok ukur pendapatan; tingkat ROE; dan jumlah keluhan konsumen.
Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Balanced Scorecard yang dibuat menunjukkan hubungan sebab akibat antar sasaran strategis perusahaan. Hubungan tersebut terlihat pada gambar strategy maps. Untuk penentuan ukuran kinerja yang tepat cara yang dilakukan adalah memilih ukuran mana yang dapat menilai keberhasilan pengimplementasian sasaran strategi dalam mencapai visi, misi, dan tujuan perusahaan.

Incoming search terms for the article:

PENGARUH TIPE KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus PT. Pelayaran Elizabeth Evton)

Wednesday, January 7th, 2009

Tahun 2008
Kode 0807018

PT. Pelayaran Elizabeth Evton merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan transportasi laut dengan rute manado-Talaud-Sangihe. Dimana kantor pusatnya berkedudukan di manado dan mulai beroperasi pada tahun 2002 sesuai dengan akta penderian perusahaan.

Untuk armada kapal yang dimiliki perusahaan berjumlah 4 (empat) unit dengan rincian dua kapal penumpang dan dua kapal barang dari tahun ke tahun jumlah penumpang dan muatan kapal barang  semakin meningkat. Hal ini perlu dipertahankan mengingat perusahaan pelayaran sejenis sedang giat-giatnya melakukan pembenahan disegala bidang. Berdasarkan hal tersebut maka bagaimana perusahaan mampu untuk mempertahankan kinerja karyawan agar supaya bisa menunjang kegiatan operasional perusahaan.

Berdasarkan hal tersebut yang akan diteliti adalah sejauh mana pengaruh kepemimpinan dan motivasi  terhadap kinerja karyawan PT. Pelayaran Elizabeth Evton. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Dari hasil penelitian, ada dua variabel independent (Kepemimpinan dan Motivasi) dan satu variabel dependen (Kinerja karyawan). Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS 14.00 maka diperoleh koefisien korelasinya adalah 0,90 hal ini cukup kuat atau signifikan karena mendekati 1.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar perusahaan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja karyawan. Mengingat banyak sekali perusahaan pelayaran sejenis  yang beroperasi di pelabuhan manado sedang berbenah, yang secara tidak langsung dapat mengancam keberhasilan yang selama ini sudah diperoleh perusahaan.

Incoming search terms for the article:

KINERJA SAMSAT DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK (Studi Kasus di Kantor Bersama Samsat Malang Kota)

Thursday, December 11th, 2008

Tahun 2007
Kode 0803021

Gerakan reformasi yang diawali tahun 1998 dengan salah satu agenda utamanya, yaitu terciptanya good governance (kepemerintahan yang baik) dalam berbagai sektor publik, khususnya dalam kerangka hukum tata pemerintahan, telah melahirkan paradigma baru dalam bidang pelayanan publik, yaitu peningkatan kualitas kinerja dari instansi pemerintah dalam memberikan pelayanan publik.

Sistem administrasi manunggal di bawah satu atap (Samsat) sebagai salah instansi pemerintah, seiring perkembangan tersebut, juga dituntut untuk meningkatkan kualitas kinerja pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ruang lingkup pelayanan publik di Kantor Bersama Samsat Malang Kota, kondisi kinerja pelayanan publik di Kantor Bersama Samsat Malang Kota, faktor pendukung dan penghambat penyelenggaraan pelayanan publik di Kantor Bersama Samsat Malang Kota, dan upaya peningkatan kinerja Kantor Bersama Samsat Malang Kota dalam meningkatkan pelayanan publik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, hal ini dimaksud untuk mendapatkan data asli dan alamiah, serta subyek penelitian yang bersifat sempit berupa lembaga pemerintahan, yaitu Kantor Bersama Samsat Malang Kota. Penggunaan pendekatan ini, menuntut kehadiran peneliti secara langsung dalam pengumpulan data di lokasi penelitian. Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer meliputi informan dan peristiwa. Informan berupa pegawai UPT Dipenda Jatim Malang Kota, penanggung jawab kegiatan samsat, pegawai samsat, dan wajib pajak. Peristiwa berupa kegiatan pelayanan, seperti proses dan waktu pelayanan. Sumber data sekunder berupa sumber tertulis dan foto yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Sumber tertulis meliputi laporan penerimaan, standar pelayanan publik, peraturan tentang samsat, profil 2006 Dipenda Jatim, indeks kepuasan masyarakat, dan manajemen mutu Kantor Bersama Samsat Malang Kota. Foto meliputi foto gedung samsat, letak persyaratan, denah lokasi, informasi TNKB, tempat parkir karyawan, loket pembuatan TNKB, loket formulir, dan loket cek fisik. Kegiatan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif model interaktif Miles dan Huberman. Cek keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi.

Incoming search terms for the article: