Posts Tagged ‘kinerja keuangan’

ANALISIS DISKRIMINAN MODEL ALTMAN (Z-SCORE) DALAM MENGUKUR KINERJA KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PADA INDUSTRI KAYU YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA

Friday, January 30th, 2009

Tahun 2008
Kode 0812060

Model Altman (Z score) merupakan salah satu model analisis multivariate  yang berfungsi untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan dengan tingkat ketepatan dan keakuratan yang relatif dapat dipercaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi kebangkrutan serta kinerja keuangan perusahaan berdasarkan hasil analisis diskriminan dengan menggunakan model Altman.

Sampel penelitian ini adalah perusahaan kayu yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, yaitu PT. Barito Pasific Timber Group Tbk, PT. Daya Sakti Unggul Corporation Tbk, PT. Surya Dumai Industri Tbk, PT. Sumalindo Lestari Jaya Tbk, PT. Tirta Mahakam Plywood Industri Tbk. Pemilihan populasi dilakukan dengan saturation sampling (sampling jenuh) karena seluruh populasi dijadikan sampel. Data penelitian yang dikumpulkan merupakan data sekunder dengan periode penelitian 2003-2006. Sedangkan sumber data penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan perusahaan dalam Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis diskriminan model Altman yang dikenal dengan model prediksi Z-Score.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perusahaan berada pada kondisi bangkrut dengan tingkat kebangkrutan yang berbeda. Berdasarkan analisis yang dilakukan, perusahaan yang memiliki tingkat kebangkrutan terparah adalah PT Surya Dumai Industri, sedangkan perusahaan yang memiliki tingkat kebangkrutan  yang terkecil adalah PT. Tirta Mahakam Plywood Industri Tbk. Kondisi keuangan perusahaan yang baik mencerminkan kinerja keuangan yang baik, sebaliknya kondisi keuangan yang buruk mencerminkan kinerja keuangan yang buruk. Faktor-faktor dominan yang mempengaruhi nilai Z-Score adalah EBIT, penjualan dan nilai buku hutang perusahaan.

Incoming search terms for the article:

ANALISIS PENGARUH PEMBERLAKUAN ANGGARAN BERBASIS KINERJA TERHADAP KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Studi Kasus di Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri)

Monday, January 12th, 2009

Tahun 2007
Kode 0807059

Terselenggaranya Otonomi Daerah di Indonesia diharapkan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan, pelayanan kepada masyarakat, pengembangan kehidupan berdemokrasi, dan keadilan dengan adanya keterbukaan dan kemandirian (desentralisasi) serta efisiensi dan efektifitas sumber daya keuangan pada semua elemen pemerintah. Untuk itu melalui reformasi anggaran, yaitu pemberlakuan anggaran berbasis kinerja yang didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 29/2002 pasal 17 ayat 2 dan undang-undang nomor 17/2003 diharapkan terjadi perubahan dalam pengaturan dan pengelolaan daerah.

Studi ini merupakan studi kasus dengan objek penelitian pemerintah kabupaten Kediri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menemukan bukti empiris perbedaan kinerja keuangan pemerintah kabupaten Kediri yang ditinjau dari aspek kemandirian keuangan, ketergantungan keuangan, desentralisasi fiskal, efektivitas dan efisiensi antara sebelum dan sesudah pemberlakuan anggaran berbasis kinerja.

Hipotesis diuji dengan uji beda parametrik yaitu uji peringkat bertanda wilcoxon (wilcoxon signed ranks test). Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kinerja keuangan pemerintah kabupaten Kediri yang ditinjau dari aspek kemandirian keuangan, ketergantungan keuangan, desentralisasi fiskal, efektivitas dan efisiensi antara sebelum dan sesudah pemberlakuan anggaran berbasis kinerja. Dengan kata lain pemberlakuan anggaran berbasis kinerja di Pemerintah Kabupaten Kediri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan kabupaten Kediri.

Incoming search terms for the article:

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2002 – 2005

Saturday, July 19th, 2008

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2002 – 2005

Tahun 2007
KODE 0608009

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan perkembangan kinerja keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukoharjo tahun 2002-2005 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif model analisis dokumenter. Populasi adalah laporan keuangan (laporan laba/rugi dan neraca) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sukoharjo tahun 2002-2005. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik  dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah  dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Kinerja keuangan dari tahun 2002-2005 adalah cukup. (2)

Secara keseluruhan dari 10 (sepuluh) indikator ada 5 (lima) indikator yang sudah baik kinerjanya yaitu : rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas rasio total aktiva terhadap total utang, rasio aktiva produktif terhadap penjualan air, jangka waktu penagihan piutang, dan efektivitas penagihan. (3) Sedangkan indikator kinerja keuangan yang belum maksimal nilainya adalah : Rasio laba terhadap aktiva produktif, rasio laba terhadap penjualan, rasio aktiva lancar terhadap utang lancar, rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasi, dan rasio laba operasi sebelum biaya penyusutan terhadap angsuran pokok dan bunga jatuh tempo.

Incoming search terms for the article: