Posts Tagged ‘hasil belajar’

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA DIKLAT AKUNTANSI (Studi Kasus SMK ………………..)

Friday, January 9th, 2009

Tahun 2007
Kode 0807052

Dalam pembelajaran kooperatif model Group Investigation, interaksi sosial menjadi salah satu faktor penting bagi perkembangan skema mental yang baru. Dimana dalam pembelajaran ini memberi kebebasan kepada pembelajar untuk berfikir secara analitis, kritis, kreatif, reflektif dan produktif. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan mengambil tema yang berkaitan dengan model pembelajaran dengan maksud untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata diklat akuntansi, dimana mata diklat akuntansi ini merupakan mata diklat yang membutuhkan keterampilan yang saling berkaitan dengan keterampilan yang lain, serta harus didukung dengan keterampilan menghitung.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata diklat akuntansi. Ada 4 hal yang dideskripsikan dalam penelitian ini yaitu: 1) aktivitas guru dan siswa, 2) persepsi siswa, 3) persepsi guru dan 4) motivasi dan hasil belajar.

Penelitian ini mengunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMK ……………… Adapun subyek yang diteliti pada penelitian ini adalah siswa kelas 1 program keahlian penjualan yang berjumlah 33 orang (28 putri dan 5 putra) penelitian ini lakukan pada 7 Mei hingga 23 Mei 2007. Analisis data yang digunakan dengan model alir (flow model) yang meliputi tahap mereduksi data, menyajikan data, menarik kesimpulan, serta verifikasi.

Hasil penelitian ini menunujukkan: 1) selama pelaksanaan pembelajaran kooperatif model GI aktivitas guru lebih banyak sebagai konselor, pengkritik, dan yang memberikan pemaknaan belajar, sedangkan aktivitas siswa dalam pembelajaran ini sebagai penemu, komunikator, evaluator, sinteser, 2) persepsi siswa terhadap penerapan metode pembelajaran GI menunjukkan persepsi postif yang ditunjukkan siswa merasakan adanya rasa senang dan santai dalam mengikuti pelajaran, 3) persepsi guru terhadap penerapan metode pembelajaran GI menunjukkan persepsi positif karena GI mampu mewakili karakter kelas sehingga dalam pembelajaran siswa menujukkan sikap belajar yang positif, 4) motivasi dan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran GI menujukkan hasil yang positif, terlihat dari peningkatan signifikan dari siklus I  ke siklus II baik dari segi aktivitas dan hasil pembelajaran.

Pada kenyataanya keempat hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasi, terkait sampel yang digunakan sangat terbatas. Oleh karena itu pelaksanaan penelitian dengan tema yang sama dan subyek penelitian yang berbeda sangat memungkinkan dilakukan, sebagai upaya mendukung inovasi pembelajaran

Incoming search terms for the article:

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI OPERASI HITUNG PECAHAN DI SMP NEGERI 5 DOLO

Wednesday, November 26th, 2008

Tahun 2008
Kode 0810009

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah masih banyak guru matematika dalam proses pembelajaran di sekolah, dilakukan dengan secara monoton yang disebut pembelajaran konvensional. Pembelajaran tersebut mengakibatkan banyak siswa menjadi bosan atau tidak nyaman dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga hasil belajar siswa berakhir dengan tidak tuntas.

Dalam dekade terakhir ini, para ahli pendidikan matematika telah banyak mengembangkan model pembelajaran dan berhasil mendorong minat siswa dalam kerja sama (kooperatif) yang diterapkan di kelas. Tipe model pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Untuk mengetahui sampai sejauh mana keberhasilan belajar siswa dengan tipe  model kooperatif ini, peneliti mencoba membandingkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini dan model pembelajaran konvensional.

Tujuan penelitian ini untuk mempelajari bagaimana perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan pembelajaran konvensional pada materi pelajaran operasi hitung pecahan

Dalam penelitian ini, selain menggunakan analisa kuantitaif, juga dilakukan analisis kualitatif dengan mendeskripsikan hasil proses belajar tuntas. Subyek penelitian terdiri atas satu kelas sebagai kelompok kooperatif tipe jigsaw dan lainnya kelompok konvensional.   Data hasil belajar siswa masing-masing berdasarkan hasil tes, pengamatan langsung dan catatan lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar siswa dalam kelompok kooperatif tipe jigsaw (82,61%), lebih tinggi dari pada kelompok konvensional (43,48%).   Dengan menetapkan  = 0,05, berdasarkan data secara signifikan ternyata tidak ada perbedaan hasil belajar siswa dari kedua kelompok model pembelajaran ini. Hal ini disebabkan beberapa faktor yang tak terkontrol seperti latar belakang lingkungan dan kondisi belajar siswa terutama manajemen kelas selama proses pembelajaran, belum berlangsung maksimal.

Incoming search terms for the article:

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI ( TEAM-ASSISTED-INDIVIDUALIZATION) PADA SISWA KELAS XI IPA 3 SEMESTER GENAP SMA NEGERI 1 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2007/2008

Friday, November 21st, 2008

Tahun 2008
Kode 0808018

Hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA 3 SMA N 1 Bandar Lampung masih rendah, hal ini terlihat dari rata-rata nilai mid siswa semester ganjil yakni sebesar 66,5 yang masih dibawah batas kriteria ketuntasan minimal belajar yaitu 69 dan siswa yang mendapatkan nilai lebih dari sama dengan 69 hanya 57,5% atau 23 siswa dari 40 siswa. Berdasarkan pengamatan di dalam kelas XI IPA 3,proses pembelajarannya cenderung menggunakan pendekatan ekspositori, sehingga mengakibatkan siswa kurang aktif. Namun pembelajaran kelompok juga sudah mulai diterapkan tetapi masih banyak kendala yang ditemukan dalam pelaksanaannya. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa adalah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI ( Team-Assisted-Individualization).

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika pada siswa kelas XI IPA 3 semester genap SMA Negeri 1 Bandar Lampung tahun pelajaran 2007/2008 melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe TAI. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan sebanyak tiga siklus.Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui observasi, catatan lapangan, dan tes formatif yang dilakukan setiap akhir siklus.

Berdasarkan analisis data hasil penelitian, persentase aktivitas siswa pada setiap siklusnya adalah siklus I sebesar 68,70%, siklus II sebesar 82,20%, dan siklus III sebesar 86,25%. Pada siklus II dan III indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 75% siswa terkategorikan aktif sudah tercapai. Sedangkan persentase siswa yang tuntas pada setiap siklusnya adalah siklus I sebesar 64,10%, siklus II sebesar 71,79% dan siklus III sebesar 80,56%. Indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 75% siswa memperoleh nilai =69 baru tercapai pada siklus III. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 3 semester genap SMA N 1 Bandar Lampung tahun pelajaran 2007/2008.

Incoming search terms for the article: