Posts Tagged ‘frekuensi’

RANCANG BANGUN ANTENA TRICULA ELEKTRIK OMNI PITA LEBAR BERCATUAN MONOKONIK PADA FREKUENSI (2000 ± 500) MHZ

Saturday, July 19th, 2008

RANCANG BANGUN ANTENA TRICULA ELEKTRIK OMNI PITA LEBAR BERCATUAN MONOKONIK PADA FREKUENSI (2000 ± 500) MHZ

Tahun 2007 | STT Telkom
KODE 0608012

Latar Belakang pemilihan topik “Rancang Bangun Antena Tricula
Elektrik Omni Pita Lebar Bercatuan Monokonik Pada Frekuensi (2000±500)
MHz” adalah :
a. Dengan pengunaan antena pita lebar pada sistem telekomunikasi memiliki
beberapa keuntungan diantaranya miniaturisasi komunikasi radio, modulasi
digital yang berhubungan dengan perbaikan kinerja dan info yang bisa
ditampung lebih banyak, dan mengurangi seringnya Hand Over jika untuk
radio mobile.
b. Pemilihan frekuensi 2000±500 MHz menyesuaikan spesifikasi teknik
perangkat Radio Frequency (RF) Gelombang Mikro Digital (GMD) di
laboratorium Gelombang Mikro dan Laboratorium Antena di STT Telkom.
c. Untuk pemilihan spesifikasi lainnya seperti gain, VSWR, polarisasi,
polaradiasi dan bandwidth didasarkan pada standart suatu antena yang
berkualitas tinggi.
d. Dengan tiga cula diharapkan gain antena lebih besar dibandingkan satu
elemen /cula.
e. Pemanfaatan barang-barang yang tidak terpakai untuk menghasilkan suatu
karya yang dapat dimanfaatkan untuk umum.

Incoming search terms for the article:

PERANCANGAN DAN REALISASI MODULATOR BPSK DENGAN FREKUENSI PEMBAWA 12 MHZ DAN KECEPATAN DATA 64 KBPS

Saturday, July 19th, 2008

PERANCANGAN DAN REALISASI MODULATOR BPSK DENGAN FREKUENSI PEMBAWA 12 MHZ DAN KECEPATAN DATA 64 KBPS

Tahun 2003 | STT Telkom
KODE 0608011

Pada proyek akhir ini akan direalisasikan sebuah modulator digital dengan
menggunakan teknik modulasi Binary Phase Shift Keying (BPSK). Modulator ini
memiliki bit rate data sebesar 64 Kbps dengan frekuensi sinyal pembawa sebesar 12
MHz.

Pada teknik modulasi BPSK sinyal termodulasi akan mengalami perubahan
fasasebesar 1800 dari fasa semula jika sinyal informasi memiliki level logika “0” dan
tidak akan mengalami perubahan fasa jika sinyal informasi memiliki level logika “1”.
Dalam realisasi modulator BPSK 64 Kbps sinyal Non Return to Zero (NRZ)
digunakan sebagai simulasi data. Rangkaian pembangkit data acak yang digunakan
berupa rangkaian Pseudo Random Generator (PRG) dengan clock yang berasal dari
rangkaian generator clock. Menurut transformasi Fourier sinyal baseband memiliki
bandwidth transmisi yang tidak terbatas oleh sebab itu bandwidth sinyal baseband
perlu dibatasi agar diperoleh bandwidth transmisi minimum tetapi masih dalam batasbatas
tertentu dimana sinyal tersebut masih dapat dikenali oleh penerima dengan
peluang kesalahan sekecil mungkin.

Dan untuk membatasi bandwidth sinyal baseband tersebut maka digunakan
rangkaian filter. Dan filter yang akan direalisasikan merupakan jenis filter aktif Bessel
Orde 6 dengan frekuensi cut-off sebesar 64 KHz. Karena sebagian besar daya sinyal
digital terletak pada frekuensi rendah maka diperlukan sebuah sinyal pembawa
dengan frekuensi yang lebih tinggi untuk mentransmisikannya. Dalam realisasinya
digunakan rangkaian mixer sebagai balance modulator dengan mengalikan sinyal
baseband dengan sinyal pembawa. Keluaran dari mixer merupakan sinyal BPSK.

Incoming search terms for the article: