“Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (Studi Kasus pada Debitur Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan Serengan Kota Surakarta)”
Friday, January 30th, 2009Kode 0812059
Perekonomian Indonesia sejak mengalami krisis ekonomi pada tahun 1997 – 1998 terus mengalami pemulihan. Indikator makro menunjukkan sinyal positif terhadap kontribusi keberlangsungan ekonomi ke depan. Pertumbuhan ekonomi ketika krisis sempat mencapai angka terendah (-13,1%) namun sejak tahun 2000 mampu mencapai angka pertumbuhan ekonomi 4,9% sedangkan pada tahun 2005 dan 2006 mencapai angka masing – masing 5,6% dan 5,9%. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berangsur stabil serta menguat dari kisaran angka di atas Rp. 10.000,- per dolar AS menjadi kisaran sedikit di atas Rp. 9.000,- per dolar AS.
Tingkat suku bunga (Sertifikat Bank Indonesia/SBI) juga mengalami penurunan dari kisaran 68 persen ketika krisis ekonomi, tetapi sejak tahun 2002 SBI berkisar 15 persen bahkan tahun 2007 mencapai dibawah kisaran 10 persen. Kondisi ini membuka peluang bagi sektor industri melakukan ekspansi usaha di berbagai sektor. Tingkat inflasi barang dan jasa mulai terkendali yakni dari sekitar 15 persen dalam periode krisis, beberapa tahun belakang ini sudah turun di bawah 10% (kecuali tahun 2005) terjadi peningkatan angka inflasi mendekati angka psikologis 10 persen. Transaksi berjalan dalam 3 tahun terakhir mengalami surplus sebesar 3.108 juta US $ tahun 2004 dan sebesar 1.500 juta US $ (angka sementara ) pada tahun 2006. Demikian pula neraca perdagangan surplus dalam periode 2004 – 2006 menunjukkan angka sekisar 20 milyar US $.
Dalam kurun waktu terjadinya krisis yang melanda perekonomian Indonesia, yang berdampak luas pada berbagai sektor yang meliputi politik, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. Dalam hal ini sosial ekonomi, permasalahan meliputi rendahnya kualitas sistem pendidikan dengan peringkat 12 dari 12 negara ASIA (PERC,2001); Kualitas SDM rendah dengan peringkat 109 dari 174 negara (UNDP, 2000); kemiskinan berjumlah 39,05 juta (17.75%) dengan standart kemiskinan Rp.152.847/kapita/bulan (BPS,2006); 27,3% (4,9 juta) balita di Indonesia kekurangan gizi (Susenas,2003); kenaikan BBM hingga 95% menambah jumlah orang miskin sebanyak 40% (INDEF, 2005) kenaikan 35% akan menambah jumlah orang miskin sebanyak 20% (BPS,2005).
Incoming search terms for the article:
- Jurnal pengembangan ekonomi pdf
- kasus perekonomian mikro kecil menengah
- jurnal analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tinkat pendapatan usaha mikro terhadap usaha makro
- ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI
- jurnal mikro
- persentase pengaruh penggunaan sistem informasi terhadap perkembangan usaha dagang
- judul tesis tentang usaha mikro kecil menengah
- faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan usaha kecil dan menengah
- pertumbuhan ekonomi dan pengangguran pdf
- pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran
- pengaruh tingkat suku bunga terhadap permintaan kredit
- faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan ekonomi di indonesia
- makalah faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan ekonomi di indonesia
- SKRIPSI PERTUMBUHAN KREDIT
- jurnal pertumbuhan kredit
- makro ekonomi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja usaha
- mikro kredit analisis
- makalah mikro ekonomi
- pdf jurnal pertumbuhan ekonomi
- makalah pengangguran faktor kemiskinan di desa pdf
- pdf jurnal analisi pengaruh pertumbuhan ekonomi
- pdf analisis industri kecil terhadap pertumbuhan ekonomi
- PDF analisa faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
- makalah tentang pengaruh inflasi
- paper analisa inflasi indonesia rendah terhadap perekonomian indonesia
- makalah Pertumbuhan ekonomi indonesia tahun 2000
- makalah pertumbuhan kredit bank di indonesia
- makalah ekonomi tentang pengaruh inflasi
- JURNAL PENELITIAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI PDF
- jurnal pengangguran pdf
