Posts Tagged ‘Expectation’

Pengaruh Nilai Tukar Rupiah dan Ekspektasi Inflasi Terhadap Inflasi IHK di Sulawesi Utara Tahun 1997:I-2005:IV

Tuesday, January 6th, 2009

Kode 0807005

Inflasi merupakan salah satu penyakit dalam sebuah perekonomian  yang dialami oleh suatu Negara, baik Negara maju maupun Negara berkembang. Beberapa penyebab inflasi yaitu kondisi nilai tukar rupiah yang mempengaruhi pembentukan ekspektasi masyarakat terhadap tingkat inflasi IHK.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisa pengaruh nilai tukar rupiah dan ekspektasi inflasi terhadap Inflasi IHK di Sulawesi Utara Tahun 1997-I sampai tahun 2005-IV.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait seperti Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, yang ada di Sulawesi Utara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda.

Hasil analisis Nilai tukar rupiah atau X1 mempunyai tanda positif, hal ini sesuai teori apabila nilai tukar rupiah terhadap dolar meningkat (apresiasi), maka tingkat inflasi IHK akan meningkat dan sebaliknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar mempunyai pengaruh terhadap tingkat inflasi IHK yang significant pada tingkat a 0.50. Besarnya pengaruh diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,0586 hal ini berarti bahwa apabila nilai tukar rupiah terhadap dolar turun sebesar 1 persen maka tingkat inflasi IHK akan naik sebesar 0,0586 ceteris paribus. Dalam analisis tersebut ternyata thitung > ttabel yaitu thitung = 0,620 dan ttabel = 0,250. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan diduga bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar dan ekspektasi inflasi memiliki pengaruh yang significant terhadap tingkat inflasi IHK di Sulawesi Utara, ternyata dapat diterima.

Hasil analisis diperoleh ekspektasi inflasi atau X2 mempunyai tanda positif, hal ini sesuai dengan teori dimana apabila ekspektasi inflasi meningkat maka tingkat inflasi IHK pun akan meningkat, dan sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi mempunyai pengaruh terhadap tingkat inflasi yang significant pada tingkat a 0,1. Besarnya pengaruh diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0.8393, hal ini berarti bahwa apabila ekspektasi inflasi naik sebesar 1 persen maka tingkat inflasi akan naik sebesar 0,8393 ceteris paribus. Dalam analisis tersebut ternyata thitung > ttabel yaitu thitung = 9,3234 dan ttabel = 1,697, hal ini dapaat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan diduga nilai tukar rupiah dan ekspektasi inflasi memiliki pengaruh yang significant terhadap tingkat inflasi di Sulawesi Utara ternyata dapat diterima.

Hasil analisis diperoleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.75,Hasil penelitian diperoleh koefisien korelasi (R) sebesar 0.86,Hasil analisis secara menyeluruh uji F sebesar 51,33 persen.

Incoming search terms for the article:

PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH DAN EKSPEKTASI INFLASI TERHADAP INFLASI IHK DI SULAWESI UTARA

Tuesday, December 23rd, 2008

Tahun 2006
Kode 0805034

Inflasi merupakan salah satu penyakit dalam sebuah perekonomian  yang dialami oleh suatu Negara, baik Negara maju maupun Negara berkembang. Beberapa penyebab inflasi yaitu kondisi nilai tukar rupiah yang mempengaruhi pembentukan ekspektasi masyarakat terhadap tingkat inflasi IHK.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisa pengaruh nilai tukar rupiah dan ekspektasi inflasi terhadap Inflasi IHK di Sulawesi Utara Tahun 1997-I sampai tahun 2005-IV.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait seperti Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, yang ada di Sulawesi Utara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda.

Hasil analisis Nilai tukar rupiah atau X1 mempunyai tanda positif, hal ini sesuai teori apabila nilai tukar rupiah terhadap dolar meningkat (apresiasi), maka tingkat inflasi IHK akan meningkat dan sebaliknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar mempunyai pengaruh terhadap tingkat inflasi IHK yang significant pada tingkat a 0.50. Besarnya pengaruh diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,0586 hal ini berarti bahwa apabila nilai tukar rupiah terhadap dolar turun sebesar 1 persen maka tingkat inflasi IHK akan naik sebesar 0,0586 ceteris paribus. Dalam analisis tersebut ternyata thitung > ttabel yaitu thitung = 0,620 dan ttabel = 0,250. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan diduga bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar dan ekspektasi inflasi memiliki pengaruh yang significant terhadap tingkat inflasi IHK di Sulawesi Utara, ternyata dapat diterima.

Hasil analisis diperoleh ekspektasi inflasi atau X2 mempunyai tanda positif, hal ini sesuai dengan teori dimana apabila ekspektasi inflasi meningkat maka tingkat inflasi IHK pun akan meningkat, dan sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi mempunyai pengaruh terhadap tingkat inflasi yang significant pada tingkat a 0,1. Besarnya pengaruh diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0.8393, hal ini berarti bahwa apabila ekspektasi inflasi naik sebesar 1 persen maka tingkat inflasi akan naik sebesar 0,8393 ceteris paribus. Dalam analisis tersebut ternyata thitung > ttabel yaitu thitung = 9,3234 dan ttabel = 1,697, hal ini dapaat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan diduga nilai tukar rupiah dan ekspektasi inflasi memiliki pengaruh yang significant terhadap tingkat inflasi di Sulawesi Utara ternyata dapat diterima.

Hasil analisis diperoleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.75,Hasil penelitian diperoleh koefisien korelasi (R) sebesar 0.86,Hasil analisis secara menyeluruh uji F sebesar 51,33 persen.

Incoming search terms for the article: