Posts Tagged ‘debt to equity ratio’

PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL DAN RISIKO SISTEMATIK TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di BEJ Periode 2003 – 2005)

Thursday, October 8th, 2009

Tahun 2007
Kode 0901014

Salah satu informasi yang ditentukan pemodal adalah informasi laporan keuangan atau laporan keuangan tahunan. Tujuan utama investor untuk melakukan investasi adalah untuk memperoleh return (tingkat pengembalian). Semua investor ingin agar investasinya mendapatkan return yang setinggi-tingginya. Akan tetapi kenyataan membuktikan bahwa return dari investasi adalah tidak pasti. Ketidakpastian dari investasi inilah yang dinamakan dengan risiko, yang diukur dengan varian dari return. Keputusan investasi bagi para investor mengandung risiko dan ketidakpastian. Pengetahuan tentang risiko merupakan suatu hal yang penting untuk dimiliki oleh setiap investor maupun calon investor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris apakah ada pengaruh variabel EPS, NPM, ROA, ROE, DPR, DER, PBV dan risiko sistematik terhadap perubahan harga saham.

Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling method, sehingga diperoleh sampel sebanyak 25 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ tahunn 2003-2005. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda.

Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa variabel fundamental dan risiko sistematis mempunyai kemampuan dalam menjelaskan variasi perubahan harga saham sebesar 0,112 atau 11,2% dan sisanya sebesar 88,8% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Variabel ROA dan DER mempunyai pengaruh secara signifikan dan positif terhadap perubahan harga saham, sedangkan EPS, NPM, ROE, DPR dan PBV tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham. Risiko sistematik tidak berpengaruh secara signifikan negatif terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ tahun 2003 sampai dengan 2005.

Incoming search terms for the article:

“Analisa Pengaruh Return On Investment, Debt to Equity Ratio, dan Cash Ratio terhadap Dividend Payout Ratio pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk”

Wednesday, January 7th, 2009

Kode 0807012

Perusahaan merupakan salah satu wujud pembangunan dibidang ekonomi yang diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, meningkatkan ekspor, menghemat devisa, dan menunjang pembangunan daerah. Fungsi perusahaan yang cukup banyak itulah yang menjadi penunjang dalam pertumbuhan ekonomi. Perusahaan sebagai salah satu faktor penggerak perekonomian juga dituntut untuk maju, karena dengan semakin berkembangnya suatu perusahaan maka akan mendorong kegiatan perekonomian suatu negara. Keberhasilan suatu perusahaan akan tercermin dengan tercapainya tujuan-tujuan suatu perusahaan.

Untuk menghadapi persaingan, perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya, memerlukan pembiayaan. Unsur dasar yang paling penting di dalam pembiayaan adalah keuangan.

Perusahaan memiliki laporan keuangan yang bisa mencerminkan keadaan perusahaan. Laporan keuangan merupakan laporan data–data keuangan perusahaan selama periode waktu tertentu. Laporan keuangan terdiri dari Laporan Rugi Laba, Neraca, dan Laporan Perubahan Modal. Dari laporan ini maka perusahaan dapat mengetahui kemana sebaiknya dana dialirkan dan digunakan dengan kompensasi laba yang menguntungkan.

Incoming search terms for the article:

PENGARUH ASSET GROWTH, DEBT TO EQUITY RATIO,RETURN ON EQUITY DAN EARNING PER SHARE TERHADAP BETA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 2002-2004

Monday, November 10th, 2008

Tahun 2006
Kode RD099

Semua investasi mengandung unsur ketidakpastian atau risiko. Pemodal atau investor tidak tahu dengan pasti hasil yang akan diperoleh dari investasi yang dilakukan. Dalam keadaan semacam itu dikatakan bahwa pemodal tersebut menghadapi resiko dalam investasi yang dilakukannya. Pada situasi ketidakpastian pemodal hanya bisa mengharapkan tingkat resiko yang akan muncul. Mereka tidak dapat mengetahui dengan pasti tingkat keuntungan yang akan diperoleh. Ketidak pastian atau resiko investasi tersebut diukur dengan penyebaran nilai tingkat keuntungan di sekitar nilai tingkat keuntungan yang diharapkan. Ukuran penyebaran ini adalah deviasi standar atau Variace. Karena itu resiko mempunyai dua dimensi, yaitu menyimpang lebih besar atau lebih kecil dari yang diharapkan.

Para pemodal akan melakukan diversifikasi investasi agar dapat mengurangi resiko yang akan mereka tanggung. Mereka mengkombinasikan berbagai sekuritas dalam investasi mereka. Dengan kata lain, mereka membentuk porofolio. Jadi portofolio tidak lain adalah sekumpulan kesempatan investasi dengan tujuan untuk menurunkan tingkat resiko.

Penurunan tingkat resiko akan efektif jika saham – saham yang membentuk portofolio tersebut mempunyai koefisien korelasi yang rendah. Dengan membentuk portofolio bisa diperoleh suatu kombinasi yang mendominir saham tertentu. Artinya, bisa diperoleh suatu investsi yang memberikan tingkat keuntungan yang sama dengan resiko yang lebih rendah, atau dengan resiko sama memberikan tingkat keuntungan yang lebih tinggi. Portofolio yang mempunyai karakteristik seperti itu disebut sebagai portofolio yang efisien atau efficient frontier.

Incoming search terms for the article: