STRATEGI MEMENANGKAN PERSAINGAN DALAM PEMASARAN SURAT KABAR HARIAN DI MAKASSAR KASUS FAJAR, TRIBUN TIMUR DAN PEDOMAN RAKYAT

November 4th, 2009 by getskripsi

Tahun 2005
Kode 0904005

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Mengkaji strategi pemasaran yang digunakan oleh harian Fajar, Tribun Timur dan Pedoman Rakyat dalam memenangkan strategi persaingannya. (2) Mengkaji bauran pemasaran yang dilakukan oleh Harian Fajar, Tribun Timur dan Pedoman Rakyat dalam mempertahkan pasarnya.

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara langsung, observasi dan data dianalisa secara deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ketiga surat kabar ini melakukan persaingannya dalam pemasarannya sangat berdampak pada peningkatan oplah, Harian Fajar mengalami perkembangan fluktuatif, Tribun Timur mengalami kenaikan yang signifikan dan Pedoman Rakyat mengalami penurunan drastic. Kedua, strategi dari marketing mix (produk, harga, distribusi dan promosi) ketiga surat kabar ini masing-masing mempunyai strategi sendiri-sendiri yang berbeda dalam pelaksanaanya. Ketiga, dalam pelaksanaan strategi pemasaran dan bauran pemasaran yang digunakan ternyata ada diantaranya (Pedoman Rakyat) belum mampu memenuhi tujuan perusahaan dalam mencapai tujuan pemasarannya.

PERANCANGAN DAN SIMULASI JARINGAN KOMPUTER PADA SMA NEGERI 9 MAKASSAR

November 3rd, 2009 by getskripsi

Tahun 2008
Kode 0904004

Sebagai sebuah lembaga pendidikan yang telah lama berdiri, SMA Neg. 9 Makassar tentu saja memerlukan sebuah sistem jaringan komputer untuk menunjang kinerja dari sekolah tersebut. Hal ini terutama dibutuhkan untuk bagian akademik yang mana seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan ini maka dibutuhkan sebuah sistem jaringan komputer untuk menunjang kinerja dari bagian akademik maupun untuk kegiatan belajar mengajar.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, dibutuhkan dukungan dan baik dari pihak sekolah maupun dari sistem yang dipakai saat ini. Sistem komputerisasi yang diterapkan oleh SMA Neg. 9 masih bersifat stand alone artinya setiap komputer tidak terhubung dengan komputer lainnya. Sebagian besar kegiatan operasional sekolah dilakukan dengan komputer. Pengolahan sampai penyimpanan data sangat bergantung pada komputer. Sehari-hari siswa-siswa belajar komputer di laboratorium komputer, tetapi komputer-komputer yang ada masih belum terhubung satu sama lain apalagi bisa akses internet. Hal ini tentu saja merupakan kendala tersendiri bagi pihak sekolah serta tidak sesuai lagi dengan perkembangan teknologi yang sedang berkembang pesat. Salah satu hambatan belum adanya jaringan komputer di sekolah ini, disebabkan belum adanya tenaga pengajar yang berpengalaman di dalam pembuatan jaringan serta tanggapan bahwa rumitnya prosedur yang harus dijalani dan tentu saja mahalnya biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak sekolah. Meskipun dari segi biaya yang dibutuhkan tidak sedikit, tapi manfaat dari adanya jaringan komputer mungkin dapat diimbangi dengan efisiensi dan efektifitas yang dihasilkan dari sistem ini.

Proyek ini dibuat untuk memberikan gambaran dan motivasi kepada pihak sekolah tentang langkah-langkah dalam membangun sebuah jaringan komputer berupa LAN hingga dapat mengakses internet. Tentu saja dengan bahasa dan langkah-langkah yang mudah dipahami. Sistem ini akan menggantikan sistem lama, yaitu sistem jaringan komputer yang tidak saling terhubung. Sistem ini diharapkan dapat memberikan peningkatkan produktifitas kerja sekolah dengan pelayanan kerja sistem yang lebih cepat, akibat dari otomatisasi seluruh fungsi operasional pengolahan data dan dapat kegiatan belajar mengajar siswa.

ANALISIS PENGUJIAN ISOLASI KABEL XLPE UNTUK SALURAN BAWAH PERMUKAAN LAUT

November 3rd, 2009 by getskripsi

Tahun 2005
Kode 0904003

Dalam menuju era ekonomi bebas dan industrialisasi sekarang ini, serta meningkatnya kebutuhan energi listrik oleh masyarakat, dilakukan upaya pengembangan pembangkit listrik alternatif seperti pembangkit listrik tenaga ombak, pembangkit listrik tenaga angin, serta pembangkit listrik tenaga surya. Energi listrik merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan dalam pembangunan nasional. Energi listrik digunakan sebagai sumber penerangan, penggerak, pemanas, dan elektronika.

Untuk penyediaan tenaga listrik diperlukan peralatan listrik yang berhubungan satu sama lain yang secara keseluruhan membentuk suatu sistem tenaga listrik. Salah satu yang terpenting dalam sistem tenaga listrik tersebut adalah penggunaan kabel sistem tenaga. Khusus pendistribusian tenaga listrik ke konsumen dari pembangkit tenaga listrik tenaga ombak ataupun saluran distribusi melalui bawah permukaan laut, kabel yang digunakan biasanya kabel khusus yang dilapisi dengan isolasi yang tahan berada dibawah air laut.

Suatu kabel tenaga dapat tersusun dari beberapa lapisan penghantar dan isolasi. Isolasi pada kabel tenaga merupakan hal yang sangat penting diperhatikan agar terhindar dari kerusakan yang berakibat pada kebocoran arus pada bahan isolasi. Isolasi berfungsi untuk memisahkan bagian-bagian yang mempunyai beda tegangan supaya di antara bagian-bagian tersebut tidak terjadi lompatan listrik atau percikan bunga api.

Pada saluran daya listrik melalui bawah laut, isolasi kabel tenaga yang digunakan memiliki ketahanan terhadap pengaruh air laut. Isolasi ini khusus dibuat untuk kondisi tersebut, sehingga mengakibatkan biaya pembeliannya menjadi lebih mahal dibandingkan dengan kabel tenaga saluran bawah tanah. Kabel tenaga saluran bawah tanah memiliki bahan isolasi kabel yang sama dengan kabel tenaga saluran bawah laut, namun mempunyai konstruksi yang berbeda.

Dari permasalahan yang terjadi, perlunya pengujian terhadap kelayakan kabel tenaga bawah tanah (underground cable) agar dapat menjadi alternatif lain penggunaan kabel bawah laut (submarine cable).