Archive for the ‘Tugas Akhir’ Category

Pengajaran Membaca Al-qur`an Pada Anak Usia Dini di TPQ Nurul Iman Parung

Friday, October 16th, 2009

Kode 0902019

TPQ Nurul Iman adalah Taman Pendidikan Al-Qur`an yang berada di Desa Waru Rt. 02/03 Kecamatan Parung Kabupaten Bogor. Adapun santri yang belajar di TPQ Nurul Iman berasal dari lingkungan Masjid Nurul Iman. Santri TPQ Nurul Iman berjumlah 125 orang yang terbagi kedalam 4 kelas. Yaitu kelas  1.A berjumlah 30 orang, kelas 1. B berjumlah 20 orang, kelas 2 berjumlah 50 orang, kelas 3 berjumlah 20   orang dan kelas 3. secara umum materi yang diajarkan di TPQ Nurul Iman adalah  Baca Tulis Al-qur`an dan materi-materi agama lainnya seperti kisah-kisah Nabi dan Rasul, praktek ibadah, hafalan do`a-do`a harian dan sebagainya.    Banyak metode yang dapat dilakukan oleh pengajar dalam membaca Al-qur`an khususnya di TPQ Nurul Iman Kecamatan Parung Kabupaten Bogor, salah satunya yaitu metode iqro, hafalan, ceramah dan sebagainya.

TPQ Nurul Iman dibawah bimbingan DKM Masjid Nurul Iman yang dikepalai oleh Nurlaelah, S.PdI. Berdiri sejak tahun 1999. Adapun sumber dana yang diperoleh berasal dari iuran orangtua santri. Pendidikan Islam dalam pengertiannya adalah sistem pendidikan yang memungkinkan manusia untuk menjalani hidupnnya menurut ideologi Islam. Sehingga dia bisa membentuk hidupnya sesuai dengan ajaran Islam. Kedamaian dan kemakmuran menjadi berkah dalam kehidupannya dan seluruh dunia. Sekema pendidikan Islam ini merupakan keseluruhan sistem yang terkait pada ajaran Islam yang mencakup seluruh kehidupan seorang muslim. Tidak bisa dikatakan bahwa semua cabang-cabang ilmu pengetahuan yang bukan ajaran Islam termasuk dalam pendididkan Islam. Ruang lingkup pendidkan Islam cenderung berubah mengingat tuntutan zaman dan perkembangan IPTEK, yang menyebabkan lingkupnya menjadi luas.

Sejak awal kehidupan manusia, Allah SWT telah memberikan keistimewaan kepada manusia dibandingkan dengan mahluk lainya. Keistimewaan pertma terletak pada ilmu, akal, kemauan, ikhtiar dan kemampuan membedakan antara yang baik dan benar serta Allah Swt memberikan hawa nafsu kepada manusia. Maka dari itu tugas orangtua dan pendidik serta masyarakat dalam membentuk kejiwaan dan kepribadian seorang anak sejak dini.

Incoming search terms for the article:

“Perancangan Perangkat Lunak Pengolahan Data dan Pelayanan Administrasi Kependudukan”

Friday, October 16th, 2009

Kode 0902018

Penggunaan komputer dalam membantu kegiatan sehari-hari (komputerisasi) dirasakan menjadi sesuatu hal yang wajib dilakukan oleh setiap individu maupun golongan. Mengapa demikian?, di zaman dimana setiap detiknya sangat berharga seperti sekarang ini. Kecepatan, ketepatan dan keakuratan dalam pengolahan data sangatlah dibutuhkan, seperti demikian yang terjadi pada pengolahan data kependudukan di setiap kantor kelurahan.

Kantor kelurahan merupakan ujung tombak pelayan pemerintahan kepada masyarakat di bidang administrasi kependudukan, kelurahan dapat dikatakan kantor pemerintahan terdekat dengan masyarakat, sehingga sering terlihat kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, dari mulai kegiatan kecil seperti pengurusan surat-surat kependudukan sampai kegiatan-kegiatan yang tergolong besar seperti sensus (penghitungan jumlah penduduk) tahunan.

Seperti yang kita ketahui di kota Bandung, tidak banyak kantor kelurahan yang memanfaatkan fasilitas komputer dalam melakukan kegiatan-kegiatan seperti yang telah disebutkan di atas. Di kantor kelurahan Binong contohnya, untuk melayani kegiatan administrasi kepada masyarakat seperti pelayanan surat pengantar dan surat keterangan, pihak kelurahan hanya mengandalkan Dua buah mesin tik sebagai alat pencetak dengan kecepatan kira-kira lima belas menit per surat. Bayangkan jika masyarakat yang mengurus surat keterangan maupun surat pengantar lebih dari sepuluh orang. Memang pihak kantor kelurahan sudah menyediakan template-template berbagai macam surat keterangan dan surat pengantar, pihak kelurahan tinggal mengisi data diri penduduk yang bersangkutan dan mengisikan fungsi surat tersebut. Namun kecepatan mencetak mesin tik hanya ditentukan dan sangat tergantung oleh siapa yang mengetiknya. Setiap bulannya kelurahan diminta laporan kependudukan oleh pihak kecamatan, laporan mengenai jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin,  jumlah Kepala Keluarga, kewarganegaraan, agama, kelompok umur, tingkat pendidikan, golongan mata pencaharian dan mobilitas/mutasi penduduk. Yang terjadi di lapangan pelaporan yang sebenarnya dilakukan pada awal tahun saja, karena laporan-laporan berikutnya dirasakan sebagai formalitas saja, Karena dilihat dari isinya, kadang-kadang isi laporan tersebut sama persis dengan bulan sebelumnya, hanya dikarenakan pengarsipan yang tidak terorganisir. Padahal secara logika perubahan penduduk sangatlah cepat dan akan terus berubah-ubah.

Incoming search terms for the article:

ANALISIS PETUGAS PERPUSTAKAAN SAAT MENGANGKAT BUKU BERDASARKAN BIOMEKANIKA, PENCAHAYAAN, KEBISINGAN

Friday, October 16th, 2009

Tahun 2007
Kode 0902015

Biomekanika adalah ilmu yang mempelajari penelitian tentang kekuatan fisik manusia yang mencakup kekuatan atau daya fisik manusia ketika bekerja dan mempelajri bagaimana cara kerja dan peralatan harus dirancang sesuai dengan kemampuan fisik manusia ketika melakukan aktivitas kerja tersebut. Pencahayaan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja dari pekerja yang berhubungna dengan tingkat kejelasan suatu objek kerja untuk ditangkap oleh mata. Kebisingan adalah salah satu polusi bunyi yang tidak dikehendaki karena dapat mengganggu konsentrasi. Keselamatan dan kenyamanan kerja merupakan suatu faktor penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pekerjaan. Pekerja/operator akan merasa nyaman dalam bekerja bila didukung dengan peralatan dan fasilitas yang nyaman dan ergonomis. Sekilas hal ini merupakan hal yang sering diabaikan, tetapi sebenarnya hal tersebut merupakan faktor penentu dalam peningkatan  produktivitas. Dalam penelitian ini akan dibahas bagaimana keadaan petugas perpustakaan dalam melaksanakan pekerjannya. Dalam hal ini petugas perpustakaan pada saat mengengkat sejumlah buku. Apakah pekerjaan tersebut aman atau tidak bagi petugas, bagaimana peralatan yang sebaiknya digunakan, bagaimanakah kondisi lingkungan sekitarnya bila ditinjau dari faktor biomekanika, kebisingan, dan pencahayaan. Bila ternyata pekerjaan yang dilakukannya tidak aman atau berbahaya, maka perlu diadakan kembali pengulangan metode kerja. Hingga akhirnya hasilnya bisa menjadi optimal dan petugas perpustakaan akan nyaman dalam bekerja dan tidak menggangu kesehatan dirinya.

Incoming search terms for the article: