Archive for the ‘Tugas Akhir’ Category

UPAYA–UPAYA YANG DILAKUKAN TELEVISI REPUBLIK INDONESIA STASIUN BANDUNG DALAM MENJARING PEMASANG IKLAN

Tuesday, October 20th, 2009

Tahun 2003
Kode 0902041

Bersamaan dengan masuknya Indonesia ke dalam era reformasi, dengan itu pula dunia pers di Indonesia memasuki era kebebasannya. Persaingan di antara media massa pun tak terhindarkan. Tidak terkecuali media televisi, yang dewasa ini diyakini sebagai salah satu media massa yang paling berperan dalam proses globalisasi. Media komunikasi ini dianggap mempunyai kekuatan tersendiri dalam mentransfer gaya hidup dan menyebarkan budaya massa, dibandingkan dengan media komunikasi lainnya.

Dengan adanya media komunikasi massa televisi, kebutuhan masyarakat akan informasi maupun hiburan menjadi semakin mudah tepenuhi. Bahkan untuk sekarang ini dibandingkan dengan media massa lain, televisi merupakan media yang palingbanyak diminati, karena dinilai lebih menarik dengan menampilkan paduan gambar dan suara secara bersamaan sehingga pesan yang disampaikan dapat ditangkap dan diinterpretasikan secara jelas oleh audience. Televisi memiliki daya tarik yang kuat disebabkan oleh unsur-unsur audio yang berupa suara, dan visual yang berupa gambar hidup yang menimbulkan kesan mendalam pada pemirsanya. Selain karena kelebihan tersebut, televisi juga diminati karena adanya beragam pilihan, mulai dari stasiun televisi sampai program-program acara yang dapat di akses dengan mudah dan cepat oleh pemirsa televisi.

Pada tahun 2001 lalu, di Indonesia telah hadir lima stasiun TV swasta baru, yaitu Metro TV, Trans TV, Lativi, TV7 dan Global TV. Dengan stasiun televisi swasta yang sudah ada sebelumnya, yaitu RCTI, SCTV, ANTV, TPI dan Indosiar, dunia pertelevisian pun semakin meriah dan persaingannya pun semakin ketat. Dengan masing-masing kreatifitas dan keunggulannya, stasiun-stasiun tersebut berusaha memperebutkan perhatian penonton televisi.

Di sisi lain, bermunculannya stasiun-stasiun televisi ternyata telah menggeser kiblat para produsen barang dan jasa dalam memanfaatkan media untuk melakukan promosi. Jangkauan yang lebih luas dari sebuah media televisi, memberikan tawaran biaya yang jauh lebih efisien dibanding media lain. Disamping itu, karakter media televisi juga mampu lebih menjamin efektifitas pesan (iklan) yang ingin mereka sampaikan.

Incoming search terms for the article:

SEGMENTASI PASAR DAN PEMETAAN POSISI PRODUK SIMCARD GSM DENGAN TEKNIK MULTIDIMENSIONAL SCALLING (Studi Kasus Konsumen Pengguna Simcard GSM di Kota Padang)

Monday, October 19th, 2009

Tahun 2007
Kode 0902034

Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi serta pertumbuhan dan penyebaran penduduk yang sangat pesat, kebutuhan masyarakat akan kelancaran dan penyampaian informasi semakin meningkat. Banyak alat komunikasi yang bermunculan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi. Salah satunya adalah telepon seluler (ponsel) yang saat ini mendominasi industri telekomunikasi nasional. Bisnis telekomunikasi nasional telah mencapai sukses yang sangat fenomenal baik bagi pabrik-pabrik pembuatnya maupun para operatornya Hal ini menimbulkan kompetisi yang sangat ketat antar operator yang di satu sisi merupakan berkah bagi para pelanggan namun disisi lainnya menjadi bumerang dengan aksi ganti-ganti kartu yang dilakukan pelanggan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persaingan antar operator seluler dengan melakukan segmentasi pasar serta memetakan posisi produk berdasarkan variabel demografi dan atribut yang dipentingkan dalam memilih simcard yang akan digunakan. Penelitian ini diawali dengan survey pendahuluan dan studi literatur tentang variabel demografi, segmentasi pasar, dan  product positioning. Selanjutnya dilakukan pengidentifikasian masalah, perumusan masalah, pengumpulan data, dan analisis data yang akan dapat menarik suatu kesimpulan terhadap pemecahan masalah pada penelitian ini.

Pemilihan tipe obyek penelitian dilakukan berdasarkan hasil observasi terhadap simcard GSM yang dihasilkan oleh para penyedia jasa selular di kota Padang. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan menggunakan kuesioner, dan diberikan secara random kepada 148 orang sampel konsumen yang menggunakan simcard GSM. Variabel demografi yang mempengaruhi perilaku konsumen diperoleh dari uji independensi chi square, segmentasi pasar diperoleh dari K-Means Cluster sedangkan posisi persaingan merek simcard GSM diperoleh dari analisis korespondensi dan teknik multidimensional scalling (MDS) dengan bantuan software SPSS ver. 13.0  yang menghasilkan peta posisi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumen dalam proses pembelian simcard GSM dipengaruhi oleh variabel jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan dan mobilitas kerja. Segmentasi pasar yang terbentuk adalah sebanyak dua segmen. Berdasarkan peta persepsi dapat diketahui bahwa, terdapat pengelompokan tipe berdasarkan atribut yang menonjol. Dari peta persepsi terlihat bahwa antara ke sepuluh merek simcard yang diteliti terdapat kemiripan. Kemiripan tersebut dapat dijadikan pesaing  bagi merek simcard-simcard tersebut.

Incoming search terms for the article:

RECEIVER WATER METER DIGITAL DENGAN MIKROKONTROLLER AT89S51

Monday, October 19th, 2009

Tahun 2008
Kode 0902032

Pengambilan data pencatatan pada water meter dimungkinkan terdapat kesulitan yang disebabkan letak water meter yang berada didalam rumah yang berpagar atupun karena hal kekurang praktisan dalam pengambilan data pada water meter secar manual. Oleh sebab itu, untuk memudahkan didalam pengambilan data, dirancang sebuah alat yang berfungsi mengambil data dari jarak tertentu. Alat ini dinamakan Receiver Water Meter Digital dengan Mikrokontroller AT89S51, yang mempunyai komponen inti berupa modul RLP 434A dan Mikrokontroller AT89S51. Komunikasi antara receiver dengan transmitter water meter digital, dilakukan dengan format transfer data lewat jalur frekwensi oleh sebuah modul RLP 434A dan TLP 434A, mempunyai jarak jangkauan 100 meter tanpa halangan dan 30 meter dengan halangan.

Program yang mengendalikan antara mikrokontroller dengan moul RLP 434A didalam receiver water meter digital ditulis menggunakan bahasa Assembler. Untuk melakukan proses ini dilakukan proses penyetingan antara keluaran data yang dihasilkan oleh RLP434A, agar terjadi sinkronisasi antara keduanya. Didalam modul RLP 434A itu sendiri keluaran data yang dihasilkan sudah berupa data digital, tetapi masih belum terlihat oleh kita maka perlu diolah menggunakan mikrokontroller AT89S51 yang dilengkapi dengan LCD ( Liquid Crystal Display ) sebagai tampilan data, agar dapat terlihat seberapa besar data yang masuk dari Transmitter water meter digital yang ada dirumah pelanggan PDAM.

Incoming search terms for the article: