Archive for the ‘Tesis’ Category

PERANGKAT LUNAK PENTERJEMAH KALIMAT INGGRIS-INDONESIA DENGAN METODE LOADING DATA SEMENTARA

Sunday, July 13th, 2008

PERANGKAT LUNAK PENTERJEMAH  KALIMAT INGGRIS-INDONESIA DENGAN METODE LOADING DATA SEMENTARA

Tahun 2003

Dalam ilmu komputer, suatu kalimat dalam bahasa Inggris dapat didekati dengan  dua pendekatan yang berbeda. Pendekatan pertama adalah pendekatan struktur (syntactically approach) dan pendekatan kedua adalah pendekatan makna (semantically approach).

Pendekatan struktur (syntactically approach) digunakan untuk mengecek apakah suatu kalimat memenuhi aturan tata bahasa atau tidak (grammatically / syntactical correct). Proses ini dinamakan parsing, programnya dinamakan parser dan output-nya berupa parse tree / derivation tree. Lebih jauh tentang parsing dapat dilihat pada folder dokumentasi.

Pendekatan makna (semantically approach) digunakan untuk mengetahui makna suatu kalimat. Dalam penulisan ini , hal tersebut dilakukan dengan menterjemahkan kalimat bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.. Proses ini dinamakan translating, programnya dinamakan translator dan output-nya berupa kalimat bahasa Indonesia.

Kedua pendekatan di atas memiliki kesamaan dalam penggunaan recognizer, suatu program untuk mengenali kata-kata dalam suatu kalimat beserta dengan jenisnya (predicates) yang dihubungkan ke suatu file database tersendiri. Kesamaan yang lain adalah digunakannya context free grammars dan aturan substitusi sebagai batasan,

Mengimplementasikan pendekatan semantik ke dalam  program sederhana merupakan tujuan penulisan ini. Termasuk di dalammya adalah menemukan algoritma sederhana untuk penterjemahan dan  membuat program yang efisien dan efektif. Algoritma yang benar untuk proses penterjemahan adalah dengan mendekati suatu kalimat dengan pendekatan struktur kemudian baru pendekatan semantik. Suatu kalimat diparsing menghasilkan parse tree, kemudian dilakukan pemetaan tree bahasa asal ke bahasa tujuan

Incoming search terms for the article:

PENGARUH PENAMBAHAN L-VALIN PADA FERMENTASI Saccharopolyspora erythraea RS?19 iBHx’ TERHADAP PRODUKSI ERITROMISIN

Sunday, July 13th, 2008

PENGARUH PENAMBAHAN L-VALIN PADA FERMENTASI Saccharopolyspora erythraea RS?19 iBHx’ TERHADAP PRODUKSI ERITROMISIN

Tahun 2002

Peningkatan produksi eritromisin dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu : (1) optimasi pada media fermentasi yang meliputi pemberian prekursor, penambahan induser atau inhibitor enzim; (2) optimasi kondisi fermentasi, seperti perancangan fermentor, pengaturan pH, agitasi dan aerasi; dan (3) pemuliaan  galur baik melalui mutasi acak maupun rekayasa genetik (Omura & Tanaka, 1986). Peningkatan produksi eritromisin telah banyak dilakukan dengan cara pertama dan kedua.

Telah dilakukan mutagenesis secara acak menggunakan mutagen NTG (N?metil-N’-nitro-N-nitrosoguanidin) dengan berbagai variasi kadar pada Sac. erythraea ATCC 11635 sehingga diperoleh mutan?mutan yang survival dan memberikan harapan sebagai mutan unggul yaitu RS?15, RS?16, RS?17, RS?18, RS?19, RS?20, RS?21, RS?22, RS?23, dan RS-­24. Kesepuluh mutan tersebut mampu menghasilkan eritromisin lebih tinggi dari tipe liarnya hingga kenaikan produksinya melebihi 100 % (Jenie & Sudibyo, 1995), lihat juga Meiyanto (1995). Kemudian untuk karakterisasi dan seleksi lebih lanjut dari mutan?mutan tersebut dilakukan uji resistensi senyawa analog L?valin : ??amino?iso?butirat hidroksamat (i?BHx). Hasil uji ketahanan terhadap ??amino?iso?butirat hidroksamat (i?BHx) menunjukkan bahwa mutan RS?19 tahan sampai kadar i?BHx  0,4%; sedang tipe liarnya hanya tahan sampai kadar i?BHx 0,2 % (Jenie & Sudibyo, 1995), lihat juga Meiyanto (1995), dan untuk selanjutnya mutan tersebut diberi nama sebagai mutan Saccharopolyspora erythraea RS?19 iBHxr.

Incoming search terms for the article:

Efek Faktor Bentuk Elektromagnetik Neutrino Pada Interaksi Neutrino Dengan Materi Mampat

Saturday, July 12th, 2008

Judul: Efek Faktor Bentuk Elektromagnetik Neutrino Pada Interaksi Neutrino Dengan Materi Mampat
Tahun: 2004
PT: Universitas Indonesia