Archive for the ‘Skripsi’ Category

Perencanaan dan Pembuatan Alat Bantu Gerak Lengan Tangan Bagi Penderita Kelumpuhan

Thursday, October 22nd, 2009

Kode 0903016

Kemajuan teknologi dibidang eletronika sudah sangat pesat sekali. Hal ini berdampak dengan terciptanya alat-alat elektronika yang dipergunakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Semakin maju zaman, anehnya penyakit yang dialami manusia jadi beraneka macam dan sulit dicari obatnya. Selain itu, pengobatannya harus memakan biaya yang sangat tidak sedikit jumlahnya. Dampaknya bagi penderita penyakit pun beraneka macam. Misalkan saja penyakit Stroke, penderita biasanya akan mengalami kelumpuhan setengah tubuh (bagian kiri atau bagian kanan saja). Ada juga, penderita kelumpuhan yang diakibatkan karena kecelakaan, sehingga terjadi disfungsi sensor motorik pada otak yang mengakibatkan anggota badan seperti tangan dan kaki tidak berfungsi atau tidak dapat digerakkan. Dengan adanya kasus ini, kami mencoba untuk membuat suatu alat bantu gerak lengan tangan bagi penderita kelumpuhan dengan menggunakan mikrocontroller yang nantinya dapat dikontrol oleh penderita sendiri.

Adapun maksud dan tujuan dari penulisan ini adalah membuat sistem pengontrolan alat bantu lengan tangan dengan menggunakan mikrokontroler At89C51.

Permasalahan yang dihadapi bagaimana merencanakan dan membuat alat bantu gerak lengan tangan yang dikontrol oleh Mikrokontroller At89C51 yang mana dalam pembuatan dan perencanaan alat ini berguna untuk membantu lengan tangan agar bisa bergerak.

Incoming search terms for the article:

PERBANDINGAN KOMPLEKSITAS ALGORITMA METODE IMAGE AVERAGING BERDASARKAN MEAN, MEDIAN DAN MODUS FILTERING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS VISUAL CITRA

Wednesday, October 21st, 2009

Tahun 2008
Kode 0903014

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, data atau informasi disajikan dalam berbagai bentuk, tidak lagi hanya berupa teks namun juga dapat berupa gambar, audio (bunyi, suara, musik) dan video. Sebagai salah satu komponen multimedia, gambar (citra) memegang peranan penting dalam penyampaian informasi visual. Namun adakalanya citra yang ditampilkan itu rusak dan sulit digunakan karena mengandung gangguan (noise). Pada umumnya, gangguan sering terjadi pada citra yang berukuran besar.

Jika terdapat noise maka citra harus diolah lebih lanjut guna meningkatkan kualitasnya sehingga citra tersebut dapat memberikan informasi yang lebih akurat. Ada beberapa metode pengolahan citra yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas citra, salah satunya adalah metode Image Averaging.

Metode Image Averaging merupakan suatu metode untuk mengurangi jumlah noise dengan cara memproses banyak citra yang sama namun mengandung noise yang tidak beraturan antara satu citra dengan citra yang lainnya. Metode Image Averaging ini didasarkan pada mean, median dan modus filtering.

Metode Image Averaging berdasarkan Mean Filtering adalah suatu metode untuk mengurangi noise berdasarkan nilai rata-rata (mean) dari pixel-pixel dari dua atau lebih citra yang sama namun memiliki noise yang berbeda. Metode Image Averaging berdasarkan Median Filtering akan dilakukan dengan cara mencari median dari intensitas warna tiap posisi pixel yang sama dari seluruh citra yang mengandung noise [10]. Metode Image Averaging berdasarkan modus filtering merupakan metode yang digunakan untuk mengurangi adanya noise pada citra dengan mengambil nilai yang sering muncul dari intensitas warna tiap posisi pixel yang sama dari seluruh citra yang mengandung noise. Metode modus jarang digunakan karena hasil filterisasinya tidak sebagus metode mean dan median [8].

Incoming search terms for the article:

Sistem Dan Prosedur Penerimaan Tabungan Dalam Rangka Meningkatkan Pengendalian Intern pada PT. BPRS Al-Hidayah Beji Pasuruan

Wednesday, October 21st, 2009

Tahun 2006
Kode 0903013

Persaingan usaha antar bank yang semakin tajam dewasa ini telah mendorong munculnya berbagai jenis produk dan sistem usaha dalam berbagai keunggulan kompetitif, sebagai bentuk peningkatan pelayanan terhadap para nasabahnya. Hal ini merujuk pada kebijakan terhadap sistem dan prosedur untuk meningkatkan pengendalian intern perusahaan. Maka untuk dapat tercapai hal itu ada beberapa permasalahan yang harus diuraikan yang pertama sistem dan prosedur penerimaan tabungan sebagai wahana dalam pelaksanaan transaksi dalam perbankan yang perlu diuraikan hal apa saja yang terkait didalamnya sehingga dapat terwujud pengendalian intern yang baik bagi perusahaan, kedua sudahkan dari pokok permasalah pertama menjamin adanya pengendalian intern yang baik bagi perusahaan.

Maka untuk penyelesaianya penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif, karena variabel penelitian bersifat kondisional. Rancangan penelitian dimulai dari penelitian pendahuluan, penelitian lanjutan,  pengumpulan data hasil penelitian, dan menganalisanya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan survey, observasi, tanya-jawab, terhadap fokus penelitian dan sumber data yang telah ditentukan.

Pembahasan dibatasi untuk : (1) mencermati proses penerimaan nasabah baru khususnya pada tabungan mudharabah yang dilakukan oleh personel serta kebijakan manajemen; dan (2) pembahasan terhadap peranan sistem dan prosedur sebagai pengendalian intern bagi perusahaan.

Hasil penelitian mengindikasikan adanya manajemen puncak sering mempunyai konsep yang salah mengenai sistem pengendalian intern berkenaan dengan sistem dan prosedur penerimaan tabungan. Sistem pengendalian intern merupakan tanggung jawab semua direksi dalam suatu organisasi lembaga atau instansi. Oleh karena itu, dalam mendiskusikan rancangan sistem pengendalian intern dengan konsultan luar. Sistem pengendalian intern sering kali disamakan dengan unit organisasi yang disebut dengan satuan pengawas intern dalam perusahaan. Sebagai tindak lanjut dari penemuan tersebut, penulis telah memberikan kontribusi untuk meluruskan pandangan dari pihak manajemen dalam mewujudkan sistem pengendalian intern dalam kasus sistem dan prosedur penerimaan tabungan dengan memberikan pokok bahasan sebagai berikut : (1) memberikan uraian dari langkah-langkah sistem dan prosedur penerimaan tabungan (2) tinjauan pola dan prilaku karyawan sebagai penunjang keberhasilan dari sistem pengendalian intern bagi perusahaan (3) analisis struktur pengendalian intern itu sendiri yang nantinya dijadikan acuan untuk pengembangan sistem pengendalian intern yang lebih komprehensif.

Berdasarkan kenyataan tersebut, disarankan agar pihak manajemen meningkatkan eksistensi penerapan sistem reward and punishment sejak dini, penigkatan kualitas SDM dengan melakukan program pelatihan dan pengembangan secara berkesinambungan terhadap pemahaman pengendalian intern sehingga tidak terjadi salah konsep dalam penerapannya, sekaligus perekrutan pegawai baru, guna untuk memisahkan dari tugas ganda yang seharusnya perlu penanganan secara khusus hal ini akan sangat membantu dalam pengendalian manajemennya.

Incoming search terms for the article: