Archive for the ‘Skripsi’ Category

PENETAPAN BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALI BIAYA PRODUKSI (Studi Pada PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) PG. Toelangan Sidoarjo)

Friday, October 23rd, 2009

Tahun 2008
Kode 0903020

Setiap perusahaan yang berdiri mempunyai keinginan untuk hidup terus (going concern). Namun jika di tengah kesulitan ekonomi seperti saat ini, satu-satunya pilihan adalah survive diantara perusahaan lain. Persaingan yang umumnya sangat ketat dalam dunia usaha tidak dapat dihindari, oleh karena itu dituntut untuk mempunyai kiat khusus guna menyiasati tidak stabil perekonomian saat ini.

Setiap pengusaha berlomba-lomba untuk menjadikan produknya lebih unggul dari produk yang dihasilkan oleh pesaing baik dalam hal mutu, harga maupun bagian pasar yang dikuasai. Untuk dapat mencapai kondisi seperti itu, salah satu jalan yang ditempuh adalah berusaha mengendalikan biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan, terutama biaya yang berkenaan langsung dengan produksi. Dengan mengendalikan biaya produksi seefisien mungkin, akan dihasilkan Harga Pokok Produksi (HPP) yang lebih rendah, di mana dengan HPP yang lebih rendah itu perusahaan akan mampu bersaing di pasaran.

Setiap perusahaan mempunyai keinginan untuk dapat menghasilkan produk yang bersifat lebih sempurna dalam jumlah yang lebih besar dengan biaya serendah mungkin, akan tetapi kenyataannya adalah perusahaan mengeluarkan biaya produksi dari tahun 2003 sampai 2006 mengalami peningkatan yang disebabkan karena fluktuasi harga bahan baku, kualitas bahan baku yang jelek, ketidak-efisienan tenaga kerja, gaji, serta jam berhenti mesin yang tinggi.

Perusahaan memang telah berusaha mengendalikan biaya produksi dengan membuat anggaran yang berpedoman pada realisasi biaya produksi pada tahun sebelumnya tanpa menganalisa penyebab timbulnya selisih sehingga tidak diketahui penyebab dan akibat penyimpangan. Akibatnya terjadi peningkatan Harga Pokok Produksi yang berdampak pada penurunan laba perusahaan. Oleh karena itu diperlukan suatu pengendalian biaya serendah mungkin dalam menghasilkan produk. Untuk dapat mengendalikan biaya produksi perlu ditetapkan suatu patokan (standar) sebagai dasar motivasi guna mencapai efisiensi biaya.

Incoming search terms for the article:

PENGARUH ASYMMETRIC INFORMATION, INVESTMENT OPPORTUNITY, PROFITABILTY DAN DIVIDEND TERHADAP KEBIJAKAN LEVERAGE PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIC DI INDONESIA PADA TAHUN 2001-2004

Friday, October 23rd, 2009

Tahun 2007
Kode 0903018

Pecking Order Theory adalah sebuah teori yang menekankan manajer memilih untuk menggunakan laba ditahan untuk mendanai perusahaan daripada hutang dan alternatif terakhir adalah penerbitan saham baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asymmetric information, investment opportunity, profitability dan dividend terhadap leverage perusahaan. Dari hasil pengujian analisis linear berganda diperoleh persamaan liniear berganda :
Y= -0,815 + 0,233 X1  + 1,008 X2 + -3,000X3 + 0,429 X4
X1 = asymmetric information, X2 = investment opportunity, X3 = profitabilty dan X4 = dividend.

Dari hasil uji F diperoleh nilai signifikansinya sebesar 0,000 yang berarti kurang dari 0,05. Hasil itu berarti menunjukkan bahwa variabel asymmetric information, investment opportunity, profitability dan dividend berpengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap leverage perusahaan. Sedangkan dari hasil  uji t diperoleh nilai signifikansinya sebesar 0,070 untuk X1 (asymmetric information), untuk X2 (investment opportunity) nilai signifikansinya sebesar 0,111 sedangkan nilai siginifikansinya untuk X3 (profitability) dan X4 (dividend) sebesar 0,000 dan 0,771. Hasil itu berarti bahwa hanya asymmetric information dan profitability yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap leverage perusahaan.

Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder menggunakan rasio-rasio keuangan perusahaan yang dilaporkan berturut-turut selama periode penelitian yaitu pada tahun 2001-2004. Uji asumsi klasik menggunakan uji multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heterokedasitisitas. Dari hasil uji asumsi klasik terbebas dari uji asumsi klasik multikolinearitas. Koefisien determinasi (R2) sebesar . Berarti dari hasil penelitian ini  variable leverage dipengruhi oleh asymmetric information, investment opportunity, profitability, dan dividend sebesar sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.

Incoming search terms for the article:

TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEKERJA PERTOKOAN DI LUBUKLINGGAU

Friday, October 23rd, 2009

Tahun 2009
Kode 0903017

Pekerja merupakan sumber daya manusia yang berperan besar atas perkembangan perekonomian di Lubuklinggau. Berbagai jenis usaha sangat membutuhkan kehadiran pekerja yang membantu pertumbuhan ekonomi. Hal ini seharusnya diimbangi dengan perlindungan dan jaminan sosial bagi pekerja, tetapi yang ada malah kejahatan dan pelecehan terhadap mereka ketika menjalankan pekerjaannya. Dalam kenyataannya banyak pekerja yang menjadi korban kesewenang-wenangan pengusaha adalah para pekerja yang bekerja di pertokoan. Walaupun terkadang mereka dijamin oleh kontrak kerja dan kesepakatan kerja bersama tetapi masih saja terdapat ketimpangan dalam kontrak tersebut yang nyata-nyata menindas pekerja, seperti jam kerja yang tidak manusiawi, pengupahan yang tidak sesuai dan masih banyak lagi.

Data yang diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan kemudian dihimpun dan diolah dengan menggunakan metode Coding Data. Data tersebut kemudian diedit melalui metode Editing Data. Dari hasil penelitian didapatkan hasil temuan di lapangan antara lain : 1) Bentuk perlindungan hukum bagi pekerja mengacu pada ketentuan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan Undang Undang Nomor 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. 2) Pelaksanaan hak dan kewajiban oleh pekerja pada pertokoan besar umumnya sudah sesuai dengan ketentuan karena pengusaha memberikan pengaturan yang jelas pada pekerja untuk melakukan pekerjaannya. Semua yang dikerjakan pekerja telah diatur oleh pengusaha dan telah sesuai dengan Undang-undang. Namun pelaksanaan kewajiban oleh pekerja pada toko kecil sangat memprihatinkan. Pekerja diperlakukan seenaknya oleh pengusaha. 3) Bagi yang bekerja pada pertokoan besar, perlindungan terhadap kecelakaan yang menimpa mereka mendapat penggantian sesuai dengan Undang-undang Jamsostek, tetapi bagi mereka yang bekerja pada toko kecil tidak mendapat penggantian, mereka hanya diberi uang berdasarkan atas rasa kasihan pengusaha dan jumlahnya pun sekedarnya sesuai dengan seberapa besar rasa kasihan terhadap pekerja dan tidak ada bentuk baku berapa besar jumlah uang yang harus diberikan pengusaha kepada buruh.

Incoming search terms for the article: