Archive for the ‘Skripsi’ Category

PERTUMBUHAN PALAPI (Herritiera javanica ) PADA BERBAGAI TINGKAT NAUNGAN DI KAWASAN HUTAN TANAMAN UNGGULAN LOKAL DESA TAOPA, KECAMATAN MOUTONG KABUPATEN PARIGI MOUTONG

Monday, November 2nd, 2009

Tahun 2006
Kode 0903036

Hutan sebagai salah satu sumberdaya alam yang di dalamnya terdapat kekayaan berupa kayu dan hasil hutan lainya yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan sumber devisa yang penting bagi pembangunan nasional.

Kondisi hutan saat ini sudah banyak mengalami kerusakan. Kondisi tersebut lebih banyak diakibatkan oleh pengelolaan dan pengusahaan hutan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Minimnya data-data yang dimiliki mengenai kondisi hutan yang akan dikelolah serta perencanaan yang tidak matang menyebabkan pelaksanaan pengelolaan hutan justru mengakibatkan timbulnya kerusakan hutan.

Pembangunan Hutan Tanaman Unggulan Lokal (HTUL) dengan jenis-jenis tanaman yang bernilai ekonomi serta melibatkan masyarakat sebagai mitra kerja merupakan suatu aksi yang cukup baik dengan kondisi otonomi daerah saat ini. Sebagai langkah awal pembangunan HTUL diwilayah Sulawesi Tengah adalah dengan mengembangkan jenis-jenis tanaman hutan endemik dan unggulan setempat seperti Palapi (Herritiera javanica).

Palapi (Heritiera sp) adalah sutu tanaman yang terdiri dari 29 jenis berbeda yang berada diseluruh dunia yang tersebar di India, Malaysia, New Guinea dan Australia. dan dua diantara jenis tersebut terdapat di Indonesia dan salah satu terdapat di Sulawesi. (Renwardtia, 1959).

Pada tahapan silvikultur yaitu dalam pemeliharaan tanaman dilakukan proses tebang penerangan untuk membebaskan dari saingan tanaman-tanaman yang lebih tua dan lebih tinggi. Pohon-pohon yang berkembang dengan bebas akan mempunyai tajuk yang luas, dan juga adanya bayangan/naungan pada pohon lain akan mengakibatkan tanaman mudah mati atau akan memiliki pertumbuhan yang lambat.

Incoming search terms for the article:

PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN KUALITAS TERHADAP BIAYA BAHAN BAKU PADA PT VONEX INDONESIA RANCAEKEK-BANDUNG

Monday, November 2nd, 2009

Tahun 2005
Kode 0903035

Pengertian dari sistem pengendalian intern kualitas adalah salah satu kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen dan spesifikasi produk yang telah ditetapkan untuk mengurangi tingkat kegagalan dalam proses produksi yang akan meningkatkan efesiensi usaha. Sedangkan pengertian biaya bahan baku merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh bahan baku yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi dalam proses.

Penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode penelitian asosiatif kausal yang bertujuan untuk menghubungkan antara dua variabel atau lebih yang ada dalam objek penelitian untuk mencari seberapa besar tingkat pengaruh variabel independen terhadap variabel devenden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) Studi lapangan yang diantaranya adalah dokumentasi perusahaan , wawancara dan kuesiner, (2) Studi kepustakaan. Teknik pengolahan data yang dilakukan adalah penulis adalah menggunakan kuesioner kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan statistik korelasi rank spearman.

Hasil perhitungan statistik korelasi rank spearman penelitian sebesar 0,773 yang berarti bahwa sistem pengendalian intern kualitas berpengaruh terhadap biaya bahan baku sebesar 0,773.

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dengan menggunakan tingkat kesalahan 5%, maka thitung > ttabel (3,447 > 2,262) yang artinya bahwa terjadi signifikan antara variabel X dan variabel Y.

Akhirnya penulis mengambil kesimpulan bahwa uji hipotesis yang telah diteliti pada PT Vonex Indonesia dapat diterima.

Incoming search terms for the article:

ANALISA DAN PENERAPAN PRINSIP LEAN MANUFACTURING PADA PT. NAGASAKTI PARAMASHOES INDUSTRY

Monday, November 2nd, 2009

Kode 0903034

PT Nagasakti Paramashoes Industry (PT. NASA) adalah perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan sepatu olah raga. Berdiri pada tanggal 12 Agustus 1988 dengan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 58 dihadapan Notaris : Kartini Mulyadi SH, dan surat pemberitahuan Ketua BKPM tentang Persetujuan Presiden No. 71-1-NPA 1988 tanggal 18 Juli 1988.

Komposisi awal penanaman modal saham terdiri dari 65% dimiliki investor lokal dan 35% dimiliki TAE KWANG INDUSTRIAL CO.Ltd, Korea. Dengan rencana produksi per tahun sebanyak 5.760.000 pasang sepatu olahraga dan komposisi pemasarannya adalah 15% ekspor ke luar negeri.

Produksi dan ekspor perdananya dimulai pada tahun 1990 menggunakan tiga line produksi terpasang dengan kapasitas produksi 3.000 pasang sepatu per hari dengan menggunakan 125 orang karyawan serta 24 orang karyawan asing.

Pada tanggal 20 Januari 1992, PT. NASA mengalami perubahan status dari PMA menjadi PMDN yang disahkan dengan Akta Notaris No.53 yang dikeluarkan oleh James Hermana Rahardjo, SH. Selain itu, seiring dengan perkembangannya PT. NASA juga terus meningkatkan kapasitas produksinya dan merubah komposisi pemasarannya.

Incoming search terms for the article: