Archive for October, 2009

TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEKERJA PERTOKOAN DI LUBUKLINGGAU

Friday, October 23rd, 2009

Tahun 2009
Kode 0903017

Pekerja merupakan sumber daya manusia yang berperan besar atas perkembangan perekonomian di Lubuklinggau. Berbagai jenis usaha sangat membutuhkan kehadiran pekerja yang membantu pertumbuhan ekonomi. Hal ini seharusnya diimbangi dengan perlindungan dan jaminan sosial bagi pekerja, tetapi yang ada malah kejahatan dan pelecehan terhadap mereka ketika menjalankan pekerjaannya. Dalam kenyataannya banyak pekerja yang menjadi korban kesewenang-wenangan pengusaha adalah para pekerja yang bekerja di pertokoan. Walaupun terkadang mereka dijamin oleh kontrak kerja dan kesepakatan kerja bersama tetapi masih saja terdapat ketimpangan dalam kontrak tersebut yang nyata-nyata menindas pekerja, seperti jam kerja yang tidak manusiawi, pengupahan yang tidak sesuai dan masih banyak lagi.

Data yang diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan kemudian dihimpun dan diolah dengan menggunakan metode Coding Data. Data tersebut kemudian diedit melalui metode Editing Data. Dari hasil penelitian didapatkan hasil temuan di lapangan antara lain : 1) Bentuk perlindungan hukum bagi pekerja mengacu pada ketentuan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan Undang Undang Nomor 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. 2) Pelaksanaan hak dan kewajiban oleh pekerja pada pertokoan besar umumnya sudah sesuai dengan ketentuan karena pengusaha memberikan pengaturan yang jelas pada pekerja untuk melakukan pekerjaannya. Semua yang dikerjakan pekerja telah diatur oleh pengusaha dan telah sesuai dengan Undang-undang. Namun pelaksanaan kewajiban oleh pekerja pada toko kecil sangat memprihatinkan. Pekerja diperlakukan seenaknya oleh pengusaha. 3) Bagi yang bekerja pada pertokoan besar, perlindungan terhadap kecelakaan yang menimpa mereka mendapat penggantian sesuai dengan Undang-undang Jamsostek, tetapi bagi mereka yang bekerja pada toko kecil tidak mendapat penggantian, mereka hanya diberi uang berdasarkan atas rasa kasihan pengusaha dan jumlahnya pun sekedarnya sesuai dengan seberapa besar rasa kasihan terhadap pekerja dan tidak ada bentuk baku berapa besar jumlah uang yang harus diberikan pengusaha kepada buruh.

Incoming search terms for the article:

Perencanaan dan Pembuatan Alat Bantu Gerak Lengan Tangan Bagi Penderita Kelumpuhan

Thursday, October 22nd, 2009

Kode 0903016

Kemajuan teknologi dibidang eletronika sudah sangat pesat sekali. Hal ini berdampak dengan terciptanya alat-alat elektronika yang dipergunakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Semakin maju zaman, anehnya penyakit yang dialami manusia jadi beraneka macam dan sulit dicari obatnya. Selain itu, pengobatannya harus memakan biaya yang sangat tidak sedikit jumlahnya. Dampaknya bagi penderita penyakit pun beraneka macam. Misalkan saja penyakit Stroke, penderita biasanya akan mengalami kelumpuhan setengah tubuh (bagian kiri atau bagian kanan saja). Ada juga, penderita kelumpuhan yang diakibatkan karena kecelakaan, sehingga terjadi disfungsi sensor motorik pada otak yang mengakibatkan anggota badan seperti tangan dan kaki tidak berfungsi atau tidak dapat digerakkan. Dengan adanya kasus ini, kami mencoba untuk membuat suatu alat bantu gerak lengan tangan bagi penderita kelumpuhan dengan menggunakan mikrocontroller yang nantinya dapat dikontrol oleh penderita sendiri.

Adapun maksud dan tujuan dari penulisan ini adalah membuat sistem pengontrolan alat bantu lengan tangan dengan menggunakan mikrokontroler At89C51.

Permasalahan yang dihadapi bagaimana merencanakan dan membuat alat bantu gerak lengan tangan yang dikontrol oleh Mikrokontroller At89C51 yang mana dalam pembuatan dan perencanaan alat ini berguna untuk membantu lengan tangan agar bisa bergerak.

Incoming search terms for the article:

GATEKEEPER MEDIA DALAM PENYAJIAN BERITA-BERITA INTERNASIONAL (Kasus Pemberitaan Krisis Irak di Harian Kompas, Media Indonesia dan Republika)

Wednesday, October 21st, 2009

Tahun 2007
Kode 0903015

Tesis ini mencoba memotret bagaimana para pekerja pers yang berperan dalam seleksi berita internasional, khususnya terkait krisis Irak, melakukan rekonstruksi berita-beritanya dari berbagai sumber berita asing seperti kantor berita
transnasional, web jaringan televisi global, dll, untuk kemudian disajikan kepada khalayak pembaca masing-masing.

Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori gatekeeper yang dikaitkan dengan teori rekonstruksi sosial dan teori-teori lainnya, seperti teori strukturasi dan teori ekonomi politik, yang diharapkan mampu menjelaskan proses rekonstruksi berita oleh gatekeeper media serta fenomena-fenomena lain yang melingkupinya.

Penelitian ini membatasi pada tiga media nasional yang diobservasi, yakni harian Kompas, Media Indonesia dan Republika dengan pertimbangan ketiga media tersebut cukup memberikan perhatian besar terhadap berita-berita internasional. Segmentasi pembaca, jumlah tiras dan distribusi ketiga harian itu diseluruh Indonesia juga dirasakan cukup mewakili sebagai pers nasional. Satu tahun terakhir (tahun 2006) merupakan kulminasi konflik di negara semenanjung teluk itu dan media massa internasional pun memberikan porsi khusus atas berbagai peristiwa yang terjadi di Irak.

Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah pradigma konstruktivis kritis, dengan tipe penelitian yang bersifat kualitatif. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan beberapa metode (triangulasi metode),
yaitu pada tahapan teks, wawancara mendalam (disourse practice), dan tahapan pengamatan terhadap situasi global (sosiocultural practice). Pada tahap teks, penulis menelaah teks-teks berita seputar krisis Irak yang tersaji di harian Kompas, Media Inodnesia dan Republika. Pisau analisa menggunakan analisis wacana Teun A Van Dijk dan kemudian tahapan discourse practice dengan mewawancarai para key informan, yakni redaktur internasional yang menjadi gatekeeper di tiga media yang diobservasi. Pada tahapan sociocultural practice diamati perkembangan seputar krisis Irak dan nuansa yang melatarinya.

Proses seleksi terhadap item berita krisis Irak yang akan disajikan masingmasing media dipengaruhi sejumlah hal yang bisa dikategorikan kedalam faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik meliputi unsur nilai-nilai berita (news
values) yang melekat pada suatu peristiwa serta bagaimana public meaning peristiwa tersebut bagi masyarakat luas. Sedangkan faktor ekstrinsik lebih menekankan pada aspek implikasi berita tersebut terhadap suatu negara dari
perspektif kepentingan politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Incoming search terms for the article: