Archive for October, 2009

PERSPEKTIF KEADILAN DALAM PENETAPAN HUKUMAN MATI DALAM ISLAM (Studi Penelitian Dalam Mazhab Syafi’i)

Wednesday, October 28th, 2009

Tahun 2008
Kode 0903029

Islam, sebagaimana halnya hukum posotif, mengenal adanya hukuman mati terhadap beberapa tindak pidana tertentu. Semenjak turunnya lima belas abad yang lalu hingga saat ini, ajarannya sering disalah fahami oleh sementara pihak dengan tudingan bahwa hukum pidana Islam itu kejam. Anggapan ini sungguh keliru dan untuk menghilangkan kekeliruan ini, penulis ingin menganalisa perspektif keadilan dalam penetapan hukuman mati yang terdapat di dalam hukum pidana Islam dengan keyakinan bahwa hukum Islam itu adalah suatu sistem hukum yang dapat menjamin kelangsungan hidup masyarakat.Di dalam menyusun skripsi ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu memecahkan masalah yang ada dengan cara mengumpulkan, menyusun dan menganalisa data-data yang ada. Pendekatan yang penulis gunakan dalam kajian ini adalah metode library research, yaitu dengan menelaah sejumlah buku-buku dan kitab-kitab di perpustakaan yang ada hubungannya dengan pembahasan ini khususnya kitab-kitab dalam lingkungan mazhab Syafi`i. Hasil kajian yang dapat penulis simpulkan adalah bahwa menurut perspekstif Syafi`i, Islam di dalam menetapkan hukuman mati, mempunyai nilai-nilai khusus yang tidak dimiliki oleh sistem hukum lain. Dimana dengan adanya sanksi yang berupa hukuman akhirat, kemudian di ikuti oleh sanksi hukuman dunia yang begitu menakutkan, adalah fakta-fakta yang menyebabkan hukuman mati di dalam Islam memiliki nilai-nilai keadilan bila di lihat dari sudut fsikilogis. Sementara itu, dengan adanya fahala dan siksa adalah hal-hal yang cukup mempengaruhi kejiwaan seseorang untuk tidak melakukan tindak pidana.Sementara itu, hukuman mati dalam Islam bila ditinjau dari segi sosial, adalah suatu sistem hukum yang sangat tepat untuk mencegah dan menekan sekecil-kecilnya jumlah tindak pidana yang terjadi. Hal ini disebabkan karena terdapatnya lembaga maaf dalam tindak pidana pembunuhan, dimana syariat Islam memberikan wewenang penuh kepada wali korban untuk menentukan hukuman apa yang akan diambil. Hal ini dimaksudkan agar kedua belah pihak adanya suatu ketenteraman hidup bermasyarakat, juga dengan adanya lembaga maaf tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi overacting dalam hukuman. Dengan demikian tujuan hukuman akan terealisasikan.

Incoming search terms for the article:

GAIN DIVERSITAS UNTUK MENINGKATKAN THROUGHPUT PADA SISTEM KOMUNIKASI WIRELESS

Wednesday, October 28th, 2009

Tahun 2006
Kode 0903028

Pada beberapa tahun ke depan, sistem wireless di Indonesia diperkirakan akan membutuhkan sarana komunikasi yang lebih kompleks dari sekarang dengan kebutuhan bandwidth yang lebih bervariasi, mulai dari bandwidth yang sempit (misal untuk komunikasi suara) sampai yang sangat lebar (misal untuk pengiriman gambar/video), serta kebutuhan kualitas sinyal yang bervariasi pula. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut, dikembangkan/diteliti teknologi yang mendukung. Sejak tahun 1990-an telah mulai diteliti sistem Multiple Input Multiple Output (MIMO) yang memungkinkan diperoleh penggunaan efisiensi bandwidth yang cukup besar, sehingga dapat memenuhi kebutuhan transmission bandwidth yang lebar.

Salah satu masalah dalam komunikasi tanpa kabel adalah adanya multipath propagation. Efek multipath disebabkan oleh lingkungan kanal propagasi. Sinyal yang diterima oleh penerima merupakan penjumlahan dari sinyal langsung dan sejumlah sinyal terpantul dari berbagai objek. Multipath dapat didefinisikan sebagai lintasan jamak dari sinyal informasi yang dikirimkan karena perbedaan jarak tempuh masing-masing sinyal yang dikirimkan, sehingga dapat menyebabkan perbedaan fasa antara sinyal langsung dan sinyal terpantul.

Ciri khas dari sistem MIMO adalah kemampuannya untuk mengubah multipath propagation, yang biasanya bersifat merugikan pada transmisi tanpa kabel karena bisa menimbulkan random fading (naik turunnya level sinyal yang diterima oleh penerima), menjadi berguna. MIMO secara efektif mengambil keuntungan dari random fading, yaitu dengan menggunakannya sebagai kanal untuk mentransmisikan duplikasi kode, sehingga akan banyak kode yang dikirimkan secara serentak, yang nantinya secara otomatis akan menurunkan bit error rate (BER).

Incoming search terms for the article:

PROGRAM APLIKASI UNDERWRITING DAN PENCETAKAN POLIS SURETY BOND PADA PT. ASEI (ASURANSI EKSPOR INDONESIA) CABANG BANDUNG

Wednesday, October 28th, 2009

Tahun 2008
Kode 0903027

PT. Asuransi Ekspor Indonesia merupakan perusahaan asuransi yang bergerak dibidang jasa, dalam pengolahan data khususnya data underwriting dan pencetakan polis, masih mengalami masalah seperti pembuatan underwriting dan polis yang masih menggunakan Microsoft word, pengolahan data principal dan obligee yang masih menggunakan cara manual, sehingga mempersulit perusahaan karena harus mengecek satu persatu dokumen yang ada.

Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, akan dibuat program aplikasi underwriting dan pencetakan polis surety bond untuk membantu bagian operasional dalam pembuatan underwriting dan polis surety bond. Metode aliran data yang digunakan adalah metode terstruktur yang terdiri dari DFD (Data Flow Diagram) dalam menggambarkan model fungsional dan ERD (Entity Relationship Diagram) untuk menggambarkan model data.

Penerapan program aplikasi underwriting dan pencetakan polis surety bond dapat mengatasi permasalahan pada PT. Asuransi Ekspor Indonesia, seperti membantu bagian operasional dalam pengolahan data principal dan obligee melalui sistem komputerisasi, mengurangi kesalahan bagian operasional dalam pembuatan underwriting dan polis surety bond yang masih dilakukan dengan menggunakan Microsoft Word pada sistem yang sedang berjalan, mempercepat bagian operasional dalam pembuatan underwriting dan pencetakan polis surety bond.

Incoming search terms for the article: