Tahun 2006
Kode 0903028
Pada beberapa tahun ke depan, sistem wireless di Indonesia diperkirakan akan membutuhkan sarana komunikasi yang lebih kompleks dari sekarang dengan kebutuhan bandwidth yang lebih bervariasi, mulai dari bandwidth yang sempit (misal untuk komunikasi suara) sampai yang sangat lebar (misal untuk pengiriman gambar/video), serta kebutuhan kualitas sinyal yang bervariasi pula. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut, dikembangkan/diteliti teknologi yang mendukung. Sejak tahun 1990-an telah mulai diteliti sistem Multiple Input Multiple Output (MIMO) yang memungkinkan diperoleh penggunaan efisiensi bandwidth yang cukup besar, sehingga dapat memenuhi kebutuhan transmission bandwidth yang lebar.
Salah satu masalah dalam komunikasi tanpa kabel adalah adanya multipath propagation. Efek multipath disebabkan oleh lingkungan kanal propagasi. Sinyal yang diterima oleh penerima merupakan penjumlahan dari sinyal langsung dan sejumlah sinyal terpantul dari berbagai objek. Multipath dapat didefinisikan sebagai lintasan jamak dari sinyal informasi yang dikirimkan karena perbedaan jarak tempuh masing-masing sinyal yang dikirimkan, sehingga dapat menyebabkan perbedaan fasa antara sinyal langsung dan sinyal terpantul.
Ciri khas dari sistem MIMO adalah kemampuannya untuk mengubah multipath propagation, yang biasanya bersifat merugikan pada transmisi tanpa kabel karena bisa menimbulkan random fading (naik turunnya level sinyal yang diterima oleh penerima), menjadi berguna. MIMO secara efektif mengambil keuntungan dari random fading, yaitu dengan menggunakannya sebagai kanal untuk mentransmisikan duplikasi kode, sehingga akan banyak kode yang dikirimkan secara serentak, yang nantinya secara otomatis akan menurunkan bit error rate (BER).
