Tahun 2007
Kode 0903015
Tesis ini mencoba memotret bagaimana para pekerja pers yang berperan dalam seleksi berita internasional, khususnya terkait krisis Irak, melakukan rekonstruksi berita-beritanya dari berbagai sumber berita asing seperti kantor berita
transnasional, web jaringan televisi global, dll, untuk kemudian disajikan kepada khalayak pembaca masing-masing.
Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori gatekeeper yang dikaitkan dengan teori rekonstruksi sosial dan teori-teori lainnya, seperti teori strukturasi dan teori ekonomi politik, yang diharapkan mampu menjelaskan proses rekonstruksi berita oleh gatekeeper media serta fenomena-fenomena lain yang melingkupinya.
Penelitian ini membatasi pada tiga media nasional yang diobservasi, yakni harian Kompas, Media Indonesia dan Republika dengan pertimbangan ketiga media tersebut cukup memberikan perhatian besar terhadap berita-berita internasional. Segmentasi pembaca, jumlah tiras dan distribusi ketiga harian itu diseluruh Indonesia juga dirasakan cukup mewakili sebagai pers nasional. Satu tahun terakhir (tahun 2006) merupakan kulminasi konflik di negara semenanjung teluk itu dan media massa internasional pun memberikan porsi khusus atas berbagai peristiwa yang terjadi di Irak.
Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah pradigma konstruktivis kritis, dengan tipe penelitian yang bersifat kualitatif. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan beberapa metode (triangulasi metode),
yaitu pada tahapan teks, wawancara mendalam (disourse practice), dan tahapan pengamatan terhadap situasi global (sosiocultural practice). Pada tahap teks, penulis menelaah teks-teks berita seputar krisis Irak yang tersaji di harian Kompas, Media Inodnesia dan Republika. Pisau analisa menggunakan analisis wacana Teun A Van Dijk dan kemudian tahapan discourse practice dengan mewawancarai para key informan, yakni redaktur internasional yang menjadi gatekeeper di tiga media yang diobservasi. Pada tahapan sociocultural practice diamati perkembangan seputar krisis Irak dan nuansa yang melatarinya.
Proses seleksi terhadap item berita krisis Irak yang akan disajikan masingmasing media dipengaruhi sejumlah hal yang bisa dikategorikan kedalam faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik meliputi unsur nilai-nilai berita (news
values) yang melekat pada suatu peristiwa serta bagaimana public meaning peristiwa tersebut bagi masyarakat luas. Sedangkan faktor ekstrinsik lebih menekankan pada aspek implikasi berita tersebut terhadap suatu negara dari
perspektif kepentingan politik, ekonomi, sosial dan budaya.
