ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI IMPULSE BUYING PADA KONSUMEN PRODUK MLM ORIFLAME DI KOTA SEMARANG

Kode 0903002

Semakin banyak kemunculan perusahaan-perusahaan baru dewasa ini, maka produk yang ditawarkan dipasaran akan semakin banyak. Hal terpenting saat ini, menurut Kotler, Jain dan Maisincee (Durianto, et al. 2005) adalah kenyataan bahwa pasar berubah lebih cepat daripada pemasaran. Karena itu, pemasaran harus didekonstruksi, diredefinisi, dan dibentangkan seluas mungkin. Dengan demikian kegiatan pemasaran harus dapat beradaptasi dengan keadaan tersebut. Kegiatan pemasaran saat ini tidak bisa dilepaskan dari perilaku konsumen yang menjadi target pasar suatu perusahaan. Perusahaan harus bisa mengenali karakter konsumen agar konsumen tersebut dapat menjadi pembeli yang potensial.

Indonesia merupakan negara berkembang yang menjadi target potensial dalam pemasaran produk, baik dari perusahaan lokal maupun internasional. Agar perusahaan tersebut menuai kesuksesan di Indonesia, maka perlu mempelajari karakter unik yang dimiliki konsumen Indonesia. Karakter unik dalam hal ini adalah perilaku konsumen yang memiliki ciri khas tersendiri dibandikan dengan sebagian besar konsumen lain. Menurut Handi Irawan (2007) konsumen Indonesia memiliki sepuluh karakter unik, yaitu berpikir jangka pendek, tidak terencana, suka berkumpul, gagap teknologi, berorientasi pada konteks, suka merek luar negeri, religius, gengsi, kuat di subkultur, dan kurang peduli lingkungan. Menurut Rahmat Susanta (2007), sebagian besar konsumen Indonesia memiliki karakter unplanned. Mereka biasanya suka bertindak “last minute”. Jika berbelanja, mereka sering menjadi impulse buyer. Dengan karakteristik tersebut perusahaan diharapkan dapat mengeluarkan strategi pemasaran yang dapat menunjang perusahaannya.

Salah satu sistem pemasaran untuk menyesuaikan dengan karakteristik konsumen Indonesia adalah sistem pemasaran jaringan atau Network Marketing. Dimana sistem pemasaran jaringan ini, memberikan penawaran secara langsung kepada konsumen, serta seakan-akan konsumen tidak diberikan waktu untuk berpikir panjang. Penawaran itu berupa keuntungan tanpa batas dan pengembangan kepribadian para pelakunya maupun penawaran suatu produk. Kehadiran bisnis ini banyak menghentak kesadaran orang sehingga sebagian masyarakat menerima dengan apatis. Kehebatan bisnis pemasaran jaringan ini juga sangat direkomendasikan oleh seorang ahli dan pelaku bisnis sukses yang tidak sukses di bisnis ini yaitu Robert T. Kiyosaki (2002), dalam bukunya Bussiness School yang melihat adanya hal-hal yang baik dan positif karena bisnis ini memiliki alasan utama yaitu, ingin membantu orang lain dan diri sendiri, dan adanya proses mengajar dan belajar. Hal tersebut sesuai dengan karakteristik konsumen Indonesia yaitu suka berkumpul dan berpikir jangka pendek serta melakukan pembelian tidak terencana (Impulse Buying).

This entry was posted in Skripsi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply