Kode 0902018
Penggunaan komputer dalam membantu kegiatan sehari-hari (komputerisasi) dirasakan menjadi sesuatu hal yang wajib dilakukan oleh setiap individu maupun golongan. Mengapa demikian?, di zaman dimana setiap detiknya sangat berharga seperti sekarang ini. Kecepatan, ketepatan dan keakuratan dalam pengolahan data sangatlah dibutuhkan, seperti demikian yang terjadi pada pengolahan data kependudukan di setiap kantor kelurahan.
Kantor kelurahan merupakan ujung tombak pelayan pemerintahan kepada masyarakat di bidang administrasi kependudukan, kelurahan dapat dikatakan kantor pemerintahan terdekat dengan masyarakat, sehingga sering terlihat kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, dari mulai kegiatan kecil seperti pengurusan surat-surat kependudukan sampai kegiatan-kegiatan yang tergolong besar seperti sensus (penghitungan jumlah penduduk) tahunan.
Seperti yang kita ketahui di kota Bandung, tidak banyak kantor kelurahan yang memanfaatkan fasilitas komputer dalam melakukan kegiatan-kegiatan seperti yang telah disebutkan di atas. Di kantor kelurahan Binong contohnya, untuk melayani kegiatan administrasi kepada masyarakat seperti pelayanan surat pengantar dan surat keterangan, pihak kelurahan hanya mengandalkan Dua buah mesin tik sebagai alat pencetak dengan kecepatan kira-kira lima belas menit per surat. Bayangkan jika masyarakat yang mengurus surat keterangan maupun surat pengantar lebih dari sepuluh orang. Memang pihak kantor kelurahan sudah menyediakan template-template berbagai macam surat keterangan dan surat pengantar, pihak kelurahan tinggal mengisi data diri penduduk yang bersangkutan dan mengisikan fungsi surat tersebut. Namun kecepatan mencetak mesin tik hanya ditentukan dan sangat tergantung oleh siapa yang mengetiknya. Setiap bulannya kelurahan diminta laporan kependudukan oleh pihak kecamatan, laporan mengenai jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin, jumlah Kepala Keluarga, kewarganegaraan, agama, kelompok umur, tingkat pendidikan, golongan mata pencaharian dan mobilitas/mutasi penduduk. Yang terjadi di lapangan pelaporan yang sebenarnya dilakukan pada awal tahun saja, karena laporan-laporan berikutnya dirasakan sebagai formalitas saja, Karena dilihat dari isinya, kadang-kadang isi laporan tersebut sama persis dengan bulan sebelumnya, hanya dikarenakan pengarsipan yang tidak terorganisir. Padahal secara logika perubahan penduduk sangatlah cepat dan akan terus berubah-ubah.
