Tahun 2008
Kode 0811056
Sebagaimana tercantum dalam kurikulum matematika sekolah bahwa tujuan diberikannya matematika antara lain agar siswa mampu menghadapi perubahan keadaan di dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat , jujur dan efektif. Hal ini jelas merupakan tuntutan yang sangat tinggi yang tidak mungkin di capai hanya melalui hapalan, latihan pengerjaan soal yang bersifat rutin , serta proses pengerjaan soal yang biasa.
Untuk menjawab tuntutan tujuan yang demikian tinggi , maka perlu dikembangkan materi serta proses pembelajarannya yang sesuai. Berdasarkan teori belajar yang dikemukakan Gagne (1970), bahwa ”keterampilan intelektual tingkat tinggi dapat dilakukan melalui pemecahan masalah”. Hal ini dapat difahami sebab pemecahan masalah merupakan tipe belajar paling tinggi dari delapan tipe yang dikemukakan Gagne, yaitu: signal learning , stimulus-respon learning , chaining, verbal assosiation, diskrimination learning ,concep learning , rule learning , dan problem solving. Selain itu Suryadi dkk. (1999) dalam surveynya tentang Current situation on matematics and science education in Bandung”, antara lain menemukan bahwapemecahan masalah matematika merupakan salah satu kegiatan matematik yang dianggap penting baik oleh para guru maupun siswa di semua tingkatan mulai dari Sekolah Dasar samapi SMA.
Sehubungan dengan pemecahan masalah (Problem Solving) , National Council of Teachers of Mathematics (NCTM,2000) Menyatakan bahwa pembelajaran matematika sekolah harus mengupayakan agar siswa dapat (1) membangun pengetahuan metematika melalui pemecahan masalah, (2) memecahkan masalah yang muncul dalam konteks matematika dan konteks yang lain, jadi pembelajaran matematika di sekolah perlu mengupayakan agar siswa mempunyai kemampuan memecahkan masalah dan menjadi pemecah masalah yang baik.
Abidin (1989:5) menyatakan bahwa pemecahan masalah dapat membentuk sikap positif pada diri siswa untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dalam situasi tertentu. Menurut NCTM (2000:335), Pemecahan masalah mempunyai dua fungsi dalam pembelajaran matematika. Pertama, Pemecahan masalah adalah alat penting mempelajari matematika. Banyak konsep matematika yang dapat dikenalkan secara efektif kepada siswa melalui pemecahan masalah. Kedua, pemecahan masalah dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan alat sehinggga siswa dapat memformulasikan, mendekati, dan menyelesaikan masalah sesuai dengan yang telah mereka pelajari di sekolah.
