FAKTOR-FAKTOR KEGAGALAN TIBET DALAM PERJUANGAN SELF-DETERMINATION UNTUK MEMPEROLEH KEMERDEKAAN DARI CINA

Tahun 2008
Kode 0811046

Pergolakan politik dunia kembali terjadi. Kali ini terjadi di wilayah Tibet, sebuah wilayah yang berada di bawah kekuasaan Cina yang kini sedang tumbuh sebagai salah satu kekuataan Asia dan dunia, baik secara politik, ekonomi dan militer. Pergolakan ini menjadi salah satu dari rentetan pergolakan-pergolakan kedua belah pihak sebelumnya dan belum mencapai kata sepakat di antara kedua belah pihak.

Tibet yang dijuluki dengan “Negeri Atap Dunia” dan memiliki wilayah seluas kira-kira 500.000 mil persegi, menempati posisi sebagai salah satu wilayah yang cukup strategis di Asia Selatan.  Tibet merupakan daerah yang terisolir dari dunia luar karena wilayahnya berada di tengah-tengah yang berbatasan langsung dengan Xinjiang (Turkestan RRC) pada bagian Barat Lautnya, di Barat dengan Ladakh (Kashmir), di Timur dengan Szechuan Yunnan dan Gansu dan di Selatan dengan India, Nepal, Sikkim. Bhutan dan Assam. Mayoritas penduduknya adalah beragama Buddha.

Masyarakat Tibet hidup dari hasil pertanian secukupnya karena kondisi geografis yang terletak di dataran tinggi. Kebanyakan dari para petani Tibet ini merupakan bangsa nomaden, karena terbatasnya lahan yang bisa digarap pada ketinggian rata-rata 3.700-4.300 meter  di  atas permukaan laut.

Tibet dahulunya adalah sebuah kerajaan merdeka yang mengalami interaksi maupun benturan terutama secara politik dengan dinasti-dinasti yang ada di dataran Cina. Raja Tibet diberi gelar Dalai Lama di mana Dalai Lama yang sekarang, Tenzin Gyatso adalah Dalai Lama ke-14. Dalai Lama adalah pemimpin wilayah Tibet dan sekaligus pemimpin keagamaan (spiritual).

This entry was posted in Skripsi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply