Archive for February, 2009

PERANAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SDN PATAR SELAMAT III KECAMATAN SANGKAPURA

Thursday, February 12th, 2009

Tahun 2008
Kode 0811018

Pendidikan merupakan sebuah proses dan sekaligus sistem yang bermuara dan berujung pada pencapaian suatu kualitas manusia tertentu yang dianggap dan diyakini sebagai yang ideal (Abdullah Fadjar, 1994 : 141). Dalam tata kehidupan yang berkembang semakin rumit, proses dan sistem pendidikan sukar berjalan dengan mulus, karena akan terantuk dengan persoalan demi persoalan yang siap menghadang lajunya proses pencapaian tujuan pendidikan.

Rangkaian kejadian-kejadian di sekitar, yang bersifat lokal sampai yang bersifat global yang merefleksikan kualitas manusia di bawah standar ideal, merupakan bukti ketidakmulusan proses dan sistem pendidikan. Bahkan persoalan-persoalan yang selalu timbul menjadi bom waktu yang setiap saat siap meledak dan menghancurkan sistem pendidikan kapan saja.

Kita memang harus prihatin dengan kenyataan yang ada, namun itu saja tidak cukup, tentunya harus disertai dengan menanggapi persoalan-persoalan pendidikan yang timbul. Namun yang pasti diharapkan tumbuhnya suatu kreatifitas yang secara terus menerus berusaha mengembangkan sistem pendidikan.

Agar suatu sistem dapat bekerja dengan baik, dibutuhkan adanya perencanaan dan pengorganisasian yang baik dan teratur. Semua manusia yang terlibat didalamnya harus terorganisasi melalui perencanaan terlebih dahulu sehingga mereka mempunyai tanggung jawab dan wewenang serta hak dan kewajiban, sesuai dengan kedudukan dan fungsinya masing-masing. Dalam kegiatan ini diperlukan pula adanya koordinasi dan pengawasan atau supervisi yang baik dari pimpinan. Keempat kegiatan tersebut merupakan fungsi pokok dari manajemen. Dengan kata lain jika keempat fungsi tersebut bias diterapkan dengan baik sebagaimana mestinya, maka suatu sistem akan bekerja dengan baik pula.

Incoming search terms for the article:

TINJAUAN HUKUM TENTANG HAK WARIS ANAK PEREMPUAN DI BALI TERHADAP HARTA PENINGGALAN DARI PEWARIS DIHUBUNGKAN DENGAN PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4766K/PDT/1998

Thursday, February 12th, 2009

Tahun 2007
Kode 0811017

Sistem kewarisan adat di Bali adalah mayorat laki-laki yakni anak laki-laki tertua menguasai harta peninggalan. Sistem kewarisan Hindu menganut sistem kewarisan individual terbatas, yakni lebih menekankan perlunya pembagian warisan diantara para ahli warisnya. Pemerintah Republik Indonesia melalui ketetapan MPRS, Undang-undang, Seminar Nasional mengarahkan sistem pewarisan di Indonesia ke sistem pewarisan individual. Putusan Mahkamah Agung Nomor 4766K/Pdt/1998 tertanggal 16 November 1999 yang menyatakan bahwa anak perempuan di Bali berhak atas harta peninggalan dari pewaris, hal ini menunjukan bahwa Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia memakai sistem kewarisan individual.

Fenomena menarik berkaitan dengan hak waris anak perempuan di Bali terhadap harta peninggalan dari pewaris mendorong penulis melakukan penelitian mengenai Tinjauan Hukum Tentang Hak Waris Anak Perempuan di Bali Terhadap Harta Peninggalan dari Pewaris Dihubungkan dengan Putusan Mahkamah Agung Nomor 4766K/Pdt/1998. Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptis analitis melalui pendekatan yuridis normatif yang didasarkan pada asas-asas hukum, konsep-konsep dan norma-norma yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku serta teori-teori hukum yang berkaitan dengan fakta-fakta yuridis yang relevan dengan masalah hukum yang akan dianalisis.

Hasil penelitian menunjukan sistem kewarisan adat Bali adalah mayorat laki-laki, dengan demikian anak laki-laki tertua menguasai harta peninggalan dengan hak dan kewajiban mengatur dan mengurus kepentingan adik-adiknya atas dasar musyawarah dan mufakat para anggota kelompok waris. Selanjutnya dalam Putusan Mahkamah Agung Repubik Indonesia Nomor 4766K/Pdt/1998 tertanggal 16 November 1999 yang menyatakan bahwa anak perempuan di Bali berhak atas harta peninggalan dari pewaris, tetap tidak akan berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Bali. Karena masyarakat Bali tetap mengikuti hukum waris adat Bali yang sangat erat kaitannya dengan agama Hindu sebagai mayoritas agama di Bali. Tetapi Putusan Mahkamah Agung Repubik Indonesia Nomor 4766K/Pdt/1998 ini telah sesuai dengan politik pemerintah sendiri dan melalui kenyataan sosialnya yang mempengaruhi perkembangan sistem kewarisan ke arah individual parental yang telah memperhatikan asas-asas kekeluargaan.

Incoming search terms for the article:

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI WEB SYAHIDA MEUBEL DENGAN PROGRAM BANTU COLDFUSION MACROMEDIA DREAMWEAVER 8 MX.2004

Thursday, February 12th, 2009

Tahun 2007
Kode 0811016

Persaingan dalam bisnis Meubel semakin meningkat. Semakin banyaknya toko – toko  meubel yang berdiri semakin meningkat pula pelayanan yang diberikan oleh masing-masing toko  untuk memikat  para konsumen agar datang memesan dan membeli barang hasil produksinya.. Pelayanan tersebut berupa promosi melalui majalah, spanduk, brosur dan internet. Tetapi didalam proses promosi dan penjualan barang meubel di syahida meubel ini masih kurang maksimal, dimana sering terjadi keterlambatan dalam pengolahan datanya sehingga memakan waktu yang cukup lama dalam proses pembelian dan penjualan barang meubel.Bertolak dari permasalahan diatas, maka tujuan pembuatan aplikasi ini adalah untuk mengatasi kelemahan pada sistem yang lama sehingga pada proses  pembelian dan penjualan lebih cepat, efektif dan efisien sehingga tidak memakan waktu yang lama.

Dalam penyelesaian masalah ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah model Clasic life cycle (Waterfall Model) sebagai metode pengembangan sistem antara lain, terdiri dari tahap persiapan, tahap pembuatan program yang menjelaskan bagaimana arus dokument yang mengalir dalam bentuk simbol-simbol khusus yang dapat memberikan gambaran yang menyeluruh berkaitan dengan transaksi penjualan dan pembelian ini serta merancang fitur-fitur sistem yang akan dibangun antara lain admin, keranjang belanja, transaksi pembelian, transaksi penjualan, laporan penjualan dan pembelian dan fitur-fitur lainnya yang dibutuhkan dalam sistem ini. Dan tahap pengujian program.

Alat-alat yang digunakan untuk mejalankan program sistem komputerisasi web syahida meubel adalah sebagai berikut Komputer Pentium III atau yang lebih tinggi, VGA Card minimal 32 MB, RAM 128 atau yang lebih besar, Monitor VGA atau SVGA dan sebaiknya berwana, Printer, Keyboard dan Mouse. Sistem ini dibuat dengan bahasa pemrograman Php dan Delphi 7.0 dengan menggunakan Database Desktop (Paradox 9.0).

Kemampuan dan kehandalan dari sistem yang dibuat ini adalah sebagai berikut dapat memberikan  kemudahan  dalam proses pembelian dan penjualan barang olehj konsumen dapat di lakukan dengan cepat dan akurat, dan dalam melakukan transaksii pengiriman uang dapat  terlaksana dengan cepat dan tepat waktu.

Incoming search terms for the article: