Archive for February, 2009

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA P.D.UNION MEDAN

Friday, February 13th, 2009

Tahun 2006
Kode 0811030

Setiap perusahaan yang didirikan baik perusahaan dagang, perusahaan industri maupun perusahaan jasa memiliki satu tujuan utama yaitu mencapai laba maksimal. Setiap perusahaan berusaha untuk menerapkan strategi yang tepat sehingga dapat secara cepat merespons perkembangan pasar untuk dapat mempertahankan dan sekaligus merebut pasar dan peluang yang ada dimana terdapat para pesaing dari bidang usaha sejenis yang ketat berkompetisi.

Informasi-informasi bisnis harus secara cepat dapat diperoleh sehingga pihak perusahaan dapat segera mengambil kebijakan yang diperlukan. Di samping kecepatan, keakuratan dari informasi yang diperoleh juga merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dan menjadi aset yang sangat berharga bagi perusahaan dalam menerapkan kebijakan dan  strategi-strateginya.

Akan tetapi kecepatan dan keakuratan informasi tidak akan berharga jika tidak dapat dianalisis dan diinterpretasikan dengan baik dan tepat dalam kebijakan dan strategi yang dibuat oleh perusahaan. Hal ini menuntut kemampuan dan kejelian pihak manajemen perusahaan dalam menganalisis dan menginterpretasikan informasi tersebut khususnya informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan. Informasi mengenai kegiatan di masa yang lalu dianalisa dan disesuaikan dengan keadaan di masa sekarang untuk dijadikan dasar kebijaksanaan yang berguna sebagai dasar pengambilan keputusan. Dengan demikian, suatu keputusan tersebut tidak hanya didasarkan pada intuisi manajer belaka, melainkan suatu keputusan yang tepat dan lebih rasional.

Incoming search terms for the article:

Penerapan Algoritma Semut Untuk Pemecahan Masalah Spanning Tree pada kasus pemasangan Jaringan Kabel Telepon

Friday, February 13th, 2009

Tahun 2003
Kode 0811029

PT. Telekomunikasi Indonesia (PT. Telkom) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan masyarakat yakni menyediakan kebutuhan komunikasi. Kebutuhan komunikasi saat ini sangat penting artinya bagi masyarakat. Peningkatan pelayanan pemasangan kabel telepon sangat menentukan dalam peningkatan konsumen.

Algritma Semut merupakan salah satu algoritma sistem cerdas yang belum banyak diterapkan terutama dalam kasus minimum spanning tree. Penyelesaian kasus dengan Algritma Semutini didasarkan pada tingkah laku semut dalam memperoleh makanan dengan memilih lintasan terpendek. Ciri pengolahan data dengan Algoritma Semut ini permaasalahan yang harus mempunyai siklus tertutup yang artinya node awal semut berangakat juga merupakan node akhir semut kembali.

Pemasanagn kabel telepon yang dgunakan oleh PT. Telkom sebelumnya adalah pemasangan dengan menggunakan rute terpendek yang didasarkan secara intituisi. Pemasangan ini merupakan pemasangan yang tidak sistematis sehingga hasil yang dihasilkan tidak optimal. Hasil awal yang digunakan pada 21 titik dengan menggunakan Q.S 3.0 maupun dengan perhitungan manual menggunakan algoritma kruskal adalah 2235 meter. Namun sayangnya dalam menggunakan Algoritma Semut memperoleh penyelesaian yang lebih optimal yaitu panjang lintasannya dalah 2461 meter. Walaupun terjandi perbedaan jarak yang sangat besar, namun dari segi penghematan waktu, dengan menggunakan algoritma semut perhitungan lebih cepat.

Incoming search terms for the article:

PENGEMBANGAN KOTA BIKERU SEBAGAI PUSAT WILAYAH PELAYANAN KABUPATEN SINJAI BAGIAN SELATAN

Friday, February 13th, 2009

Tahun 2004
Kode 0811028

Kota dalam kapasitasnya sebagai tempat terkonsentrasinya berbagai macam kegiatan dan tempat konsentrasi penduduk, akan selalu mengalami perkembangan baik lambat maupun cepat yang dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal pada dasarnya dipengaruhi oleh kemampuan kota untuk berkembang akibat ditunjang oleh ketersediaan sumber daya yang dapat didayagunakan untuk pertumbuhan kota, sedangkan faktor eksternal dapat dipengaruhi oleh kedudukan kota dalam sistem kota-kota baik dalam lingkup regional maupun dalam lingkup pelayananya, hal ini dapat dijelaskan bahwa kota merupakan titik mula perkembangan, dan perkembangan tersebut akan menjalar melalui pusat-pusat pertumbuhan lainnya.

Bertitik tolak dari penjelasan diatas maka dapat diketahui bahwa pengembangan kota merupakan wujud pencapaian sasaran pengembangan wilayah, dimana munculnya kota-kota seperti kota kecamatan sebagai pusat pengembangan regional akan mendorong perkembangan desa-desa disekitarnya, yang tercermin dari pola pemasaran dan distribusi yang lebih mudah.

Kota kecamatan dalam lingkup regional, berkedudukan cukup penting, terutama peranannya sebagai transformator dari pengaruh-pengaruh sosial dan teknologi  dari luar, disamping itu berperan sebagai penyangga arus urbanisasi penduduk ke kota yang  berstrata tinggi.

Incoming search terms for the article: