Archive for February, 2009

SISTEM INFORMASI INVENTORY PADA UD.SETIA JAYA

Monday, February 16th, 2009

Kode 0811033

UD.Setia Jaya adalah usaha dagang yang bergerak dalam bidang mebel yang merupakan berbagai macam penjualan barang rumah tangga maupun perkantoran secara eceran dan partai, misalnya kasur, meja rias, lemari baju, meja dan kursi kantor dan lain sebagainya. Ada banyak jenis barang pada UD tersebut sehingga data yg dimiliki cukup banyak.

Selama ini UD.Setia Jaya melakukan aktivitas penjualan, pembelian, dan pencatatan stok barang secara manual. Hal ini menyebabkan adanya permasalahan karena banyaknya jenis barangnya yang dijual, banyaknya transaksi yang terjadi di UD tersebut, sehingga sering terjadi kesalahan. Misalnya kesalahan perhitungan jumlah stok barang yang ada digudang dan kesalahan stok jika ada penambahan maupun pengurangan stok. Selain kesalahan – kesalahan tersebut juga terdapat masalah – masalah lain yang mungkin terjadi misalnya pencarian data sisa stok. Ketika memerlukan informasi sisa stok barang pegawai harus membuka buku catatan stok barang, padahal jenis barang yang dijual terlalu banyak sehingga pencarian memakan waktu yang lama.

Berdasarkan masalah – masalah yang terjadi pada UD tersebut maka diperlukan suatu system baru yang dapat mengatasi kesalahan pengeluaran dan pemasukan yang terjadi pada UD.Setia Jaya. Sistem yang baru diharapkan dapat membantu dalam menangani penyimpanan, pencarian, dan pengelolaan data seperti data stok barang, data penjualan, dan data pembelian sehingga dapat membantu UD.Setia Jaya dalam pembuatan laporan – laporan yang diperlukan.

Incoming search terms for the article:

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI MOTIVASI BAGI PENGEMBANGAN KARIER KARYAWAN PADA PT. MARINDO MAKMUR USAHA JAYA SIDOARJO

Monday, February 16th, 2009

Tahun 2007
Kode 0811032

Adapun latar belakang dilakukan penelitian ini yaitu karena objek penelitian kurang termotivasi untuk mengembangkan karir di dalam perusahaan. Dan hal ini menunjukkan adanya suatu masalah bahwa pengembangan karir yang ada di perusahaan kurang diminati oleh karyawan sehingga perlu dimotivasi.

Tujuan penelitian ini menguji pengaruh faktor-faktor motivasi yaitu, harga diri prestasi kerja yang dihasilkan, jenis dan sifat pekerjaan, kemampuan manajerial, sistem imbalan/gaji terhadap pengembangan karir karyawan pada PT. MARINDO MAKMUR USAHA JAYA di Gedangan – Sidoarjo.

Teknik analisis yang penulis gunakan yaitu Regresi Linier Berganda, Uji F, Korelasi berganda, Korelasi parsial dan Uji t, dari perhitungan Regresi Linier Berganda dengan menggunakan program SPSS didapatkan hasil Y = -0,612 + 0,083 X1 + 0,153 X2 + 0,108 X3, 0119 X4 + 0,057 X5 + 0158 X6.

Untuk Uji F didapatkan F hitungan sebesar 7,466 lebih besar dari Ftabel sebesar 2,319 yang berarti H0 ditolak dari H1 diterima, sedangkan untuk korelasi berganda (R) sebesar 0,510 yang artinya secara bersama sama faktor-faktor motivasi mempunyai korelasi atau hubungan terhadap pengembangan karir, Untuk korelasi parsial dari hasil yang diperoleh imbalan/gaji memilliki faktor yang paling dominan yaitu dengan nilai 0,577,Uji t untuk X1 sebesar 2,470, nilai t hitung ini lebih besar dari t tabel sebesar 2,017 yang berarti Ho ditolak dar H1 diterima, dari t hitung untuk X2 sebesar 4,629 lebih bssar dari t tabel sebesar 2,017 yang berarti H0 ditolak dan H1diterima, dan t hitung untuk X3 3,375 dan lebih besar dari t tabel sebesar 2,017 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, dan t hitung untuk X4 3,320 dan lebih besar dari t tabel sebesar 2,017 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, dan t hitung untuk X5 2,096 lebih besar dari t tabel yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, dan untuk X6 nilai hitung 4,200 dan lebih besar dari ttabel sebesar 2,017 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima.

Dari hasil tersebut, maka saran yang dapat penulis berikan sebagai bahan pertimbangan yaitu :( 1) Faktor-faktor yang terdapat dalam motivasi berpengaruh terhadap pengembangan karir karyawan agar karyawan semangat dalam bekerja dan perusahaan dapat mempelajari karakteristik yang terdapat pada motivasi untuk diterapkan pada karyawan demi perkembangan dan kemajuan perusahaan.(2)Dari kelima variabel bebas faktor imbalan/gaji mempunyai pengaruh dan sumbangan paling besar dalam pengembangan karir, perusahaan hendaknya lebih memperhatikan faktor gaji, karena dengan kompensasi yang sesuai dan memadai membuat karyawan lebih giat dalam bekerja dalam mengembangkan karir di PT. MARINDO MAKMUR USAHA JAYA SIDOARJO.

Incoming search terms for the article:

PENGARUH KERAGAMAN PENAWARAN BARANG DAN PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA SWALAYAN TIARA BANJARANYAR

Monday, February 16th, 2009

Tahun 2008
Kode 0811031

Kemajuan dibidang teknologi selama ini telah banyak membawa akibat perkembangan yang pesat dalam bidang usaha. Sejalan dengan hal tersebut banyak bermunculan perusahaan dagang yang bergerak pada bidang perdagangan eceran (retailing) yang berbentuk toko, mini market, departement store (toserba), pasar swalayan dan lain-lain. Hal ini akan menimbulkan persaingan diantara perusahaan-perusahaan tersebut. Agar perusahaan dapat memenangkan persaingan tersebut mereka memanfaatkan peluang-peluang bisnis yang ada dan berusaha untuk menerapkan strategi pemasaran yang tepat dalam rangka untuk menguasai pasar. Penguasaan pasar merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilaksanakan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mendapatkan laba semaksimal mungkin. Hal tersebut bisa tercapai bila konsumen merasa puas akan kinerja produk yang ditawarkan oleh pengusaha.

Pada dasarnya tujuan dari suatu bisnis adalah menciptakan para pelanggan yang merasa puas. Terciptanya kepuasan pelanggan dapat memberikan beberapa manfaat. Diantaranya adalah hubungan antara perusahaan dan pelanggannya menjadi harmonis, memberikan dasar yang baik bagi pembelaian ulang dan terciptanya loyalitas pelanggan, dan membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut (word-of-mount) yang menguntungkan bagi perusahaan.

Konsumen yang loyal merupakan kunci sukses suatu bisnis atau usaha. Mempertahankan konsumen yang loyal memang harus mendapatkan prioritas yang utama dari pada mendapatkan pelanggan yang baru. Hal ini disebabkan bahwa untuk merekrut atau mendapatkan pelanggan baru bukanlah hal yang mudah karena akan memerlukan biaya yang banyak, maka sangatlah rugi bila perusahaan melepas konsumen yang loyal atau pelanggan secara begitu saja.

Incoming search terms for the article: