PENGARUH PEMBERIAN AZOTOBACTER DAN CMA DARI BERBAGAI SUMBER ISOLAT TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI SURIAN (Toona sureni Merr) PADA TANAH BEKAS TAMBANG BATUBARA
Wednesday, January 28th, 2009Tahun 2006
Kode 0812039
Permasalahan mengenai pengelolaan lahan hutan yang dihadapi Indonesia sekarang ini adalah semakin meningkatnya luasan lahan-lahan nonproduktif,lahan kritis dan padang alang-alang. Salah satu penyebab kerusakan hutan tersebut adalah kegiatan penambangan batubara. Tanah bekas tambang batubara dapat berfungsi secara optimal jika dilakukan perbaikan kualitas tanah. Salah satu caranya dengan memanfaatkan mikroorganisme tanah seperti Azotobacter dan CMA serta pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan semai surian dengan pemberian Azotobacter dan CMA dari berbagai sumber isolat yang berbeda serta mengetahui sumber isolat yang sesuai untuk semai surian pada tanah bekas tambang batubara.
Penelitian dilakukan di Rumah Kawat Fakultas Pertanian dari bulan Maret-November 2005. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pemberian isolat Azotobacter (A) yang terdiri dari 5 taraf yaitu tanpa Azotobacter (A0), Azotobacter dari tanaman kayu afrika (A1), Azotobacter dari tanaman durian (A2), Azotobacter dari tanaman kemiri (A3) dan Azotobacter dari tanaman surian (A4). Faktor kedua adalah pemberian isolat CMA (C) yang terdiri dari 9 taraf yaitu tanpa CMA (C0), CMA dari tanaman akasia (C1), CMA dari tanaman kayu afrika (C2), CMA dari tanaman durian (C3), CMA dari tanaman kemiri (C4), CMA dari tanaman lamtoro (C5), CMA dari tanaman sengon (C6), CMA dari tanaman surian (C7) dan CMA dari tanaman ubi kayu (C8). Berdasarkan kedua faktor perlakuan didapatkan 45 kominasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 1 unit tanaman sehingga secara keseluruhan terdiri dari 135 unit tanaman.
Variabel yang diukur pada penelitian ini meliputi variabel utama dan penunjang. Variabel utama yang diamati meliputi pertambahan tinggi semai,pertambahan diameter semai, pertambahan jumlah daun semai, berat segar atas dan bawah tanaman, berat kering atas dan bawah tanaman, persen infeksi mikoriza dan nisbah pucuk akar. Variabel penunjang yang diamati meliputi suhu, kelembaban,intensitas cahaya, analisis N dan P jaringan serta analisis tanah.
Hasil analisis keragaman (ANOVA) pengaruh perlakuan menunjukkan bahwa perlakuan pemberian Azotobacter, perlakuan pemberian CMA dan interaksi keduanya menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap semua variabel pengamatan.
Incoming search terms for the article:
- Azotobacter
- tanaman surian
- tanaman c3 dan tanaman c4
- skripsi tentang efek tanaman
- Praktek Penyemaian
- pertumbuhan kayu afrika
- perlakuan penyemaian biji kemiri
- pengaruh tanah terhadap pertumbuhan semai kemiri
- pengaruh media tanah terhadap pertumbuhan semai kemiri
- pengaruh CMA pada tanaman kemiri
- jurnal rancangan perlakuan faktorial
- faktor pengaruhi aktivitas pertambangan batubara
- disertasi :mikoriza pada lahan bekas tambang
- variabel kerusakan hutan
