Archive for January, 2009

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DAN PEMBUATAN REKENING GOLONGAN TARIF R1 PADA PT. PLN (PERSERO) UPJ BANDUNG SELATAN

Friday, January 30th, 2009

Tahun 2007
Kode 0812057

Dalam pelaksanaan pembuatan rekening listrik diperlukan data stand meter dari setiap pelanggan pada setiap bulannya. Untuk melaksanakan hal itu telah dibuat sebuah sistem pengolahan dan pembuatan rekening. Sistem yang berjalan di PT. PLN (Persero) UPJ Bandung Selatan masih banyak melakukan proses penginputan data stand meter, sehingga dalam pembuatan laporan menjadi terhambat. Selain itu dalam mengolah data stand meter memerlukan waktu yang cukup lama dikarenakan tidak terintegrasinya data. Penelitian ini hanya untuk menghitung rekening listrik pelanggan yang membayar tagihan listrik secara tepat waktu setiap bulannya. Tujuan yang diharapkan adalah membuat aplikasi pengolahan dan pembuatan rekening dengan tidak banyak membuat dokumen dan dapat memudahkan petugas dalam mengolah data stand meter.

Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi pustaka dan metode pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan metode prototype. Sedangkan aplikais pendukung menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 dan database SQL Server 7.0.

Aplikasi ini dapat mempermudah dalam pekerjaan dengan tidak banyak melakukan proses penginputan data stand meter sehingga dalam pembuatan laporan menjadi lebih cepat dan dalam memasukkan data dapat dilakukan oleh banyak pegawai yang telah tercantum nama dan password dalam aplikasi, sehingga dalam pengolahan data stand meter dapat berjalan lebih cepat dikarenakan sudah terintegrasinya data.

Incoming search terms for the article:

UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI POKOK GERAK LURUS SMA NEGERI 14 MEDAN

Friday, January 30th, 2009

Tahun 2008
Kode 0812056

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia. Pendidikan tidak diperoleh begitu saja dalam waktu yang singkat, namun memerlukan suatu proses pembelajaran sehingga menimbulkan hasil atau efek yang sesuai dengan proses yang telah dilalui. Sumber daya manusia yang berpendidikan akan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Usaha pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia salah satunya adalah dengan menetapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan No. 22, 23, dan 24 tahun 2005.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dikembangkan untuk mengatasi masalah yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia, yaitu lemahnya proses belajar dan pelaksanaan pembelajaran yang masih didominasi oleh guru (teacher centered). Kenyataan ini berlaku untuk semua mata pelajaran. Proses pembelajaran mata pelajaran sains, salah satunya fisika saat ini belum mampu mengembangkan kemampuan anak untuk berpikir kritis dan sistematis. Dalam KTSP guru lebih leluasa merancang pengalaman belajar untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan satuan pendidikan, karakteristik sekolah/daerah maupun karakteristik peserta didik. Demikian juga sistem penilaian yang dikembangkan disesuaikan dengan indikator  untuk mata pelajaran tertentu.

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di SMA Negeri 14 Medan kelas X1 dengan menyebarkan angket kepada siswa diperoleh data bahwa dari 40 siswa kelas X1 62,5% mengatakan bahwa fisika itu sulit dan membosankan, sedangkan 37,5% mengatakan fisika itu kadang menyenangkan tetapi terkadang sulit dan membosankan. Alasan siswa mengatakan demikian karena menurut mereka fisika itu terlalu banyak rumus-rumus yang sulit. Selain dengan angket peneliti juga melakukan wawancara dengan guru bidang studi fisika bapak Tri Harya W. S.Si, diperoleh data hasil belajar siswa kelas X1  pada Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil tahun ajaran 2007/2008 yaitu nilai rata-rata siswa 51,7 dengan nilai terendah 43 dan nilai tertinggi adalah 63, sedangkan nilai ketuntasan kompetensi minimal di sekolah tersebut untuk mata pelajaran fisika adalah 62. Sehingga dapat dikatakan nilai rata-rata siswa tidak mencapai standard kelulusan kompetensi di sekolah tersebut. Lebih lanjut guru bidang studi fisika menyebutkan kompetensi dasar yang telah ditetapkan di sekolah tersebut tidak dapat tercapai secara menyeluruh.

Incoming search terms for the article:

ANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI AKTUAL PRODUK FLEKSIBEL KONTAINER BAG DENGAN BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PADA PT MARSOL ABADI INDONESIA

Friday, January 30th, 2009

Tahun 2006
Kode 0812055

Untuk menghasilkan barang dan jasa diperlukan biaya produksi yaitu bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Dalam pengeluaran biaya produksi tersebut harus dilakukan pengendalian untuk menghindari pemborosan. Pengendalian biaya ini penting sekali untuk meminimalkan biaya produksi, tentunya dengan memperhatikan kualitas produk. Dengan biaya yang minimal maka akan menghasilkan laba yang maksimal dimana laba yang maksimal adalah tujuan utama perusahaan. Dalam industri manufaktur, salah satu upaya yang harus dilakukan perusahaan adalah dengan berusaha menciptakan suatu produksi yang efisien. Selain itu pihak manajemen harus bekerja seoptimal mungkin dalam pengeluaran biaya produksi yaitu melakukan perencanaan yang matang serta senantiasa melakukan pengendalian biaya.

PT. Marsol Abadi Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri yang memproduksi Fleksibel Kontainer Bag dan seperti tujuan perusahaan pada umumnya, PT. Marsol Abadi Indonesia juga mempunyai tujuan yang sama yaitu didirikan untuk memperoleh laba. Laba yang dimaksud adalah selisih antara pendapatan dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dari kegiatan normalnya. Unsur yang terpenting dan terbesar dari biaya adalah harga pokok produksi. Ketepatan perhitungan harga pokok produksi akan sangat mempengaruhi laba perusahaan dan penilaian persedian, serta diperlukan untuk penetapan harga jual yang tepat pula.

Permasalahan yang muncul didalam suatu perusahaan salah satu diantaranya adalah masalah persaingan yang praktis terjadi dan tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat ekonomi. Untuk iu perlu dibuat kebijakan yang tepat agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Salah satu kebijakan yang harus diperhatikan adalah tentang penentuan biaya produksi. Biaya produksi merupakan faktor yang signifikan dalam menentukan tingkat laba yang akan diperoleh perusahaan.

Incoming search terms for the article: