Archive for January, 2009

“Sebuah Alternatif Bahan Ajar Menulis Paragraf Induktif yang Kontekstual untuk Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Cibinong”

Wednesday, January 28th, 2009

Kode 0812033

Dunia pendidikan di Indonesia mengalami babak baru dalam paradigmanya. Perubahan paradigma tersebut dapat dilihat dari berbagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Secara yuridis peningkatan kualitas pendidikan dilakukan dengan merevisi undang-undang nomor 2 tahun 1989, menjadi undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 1 ayat (1) undang-undang nomor 20 tahun 2003 menyebutkan bahwa  pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Sementara dari segi kurikulum telah terjadi beberapa kali perubahan. Mulai dari kurikulum 1974, kurikulum 1984, krikulum 1994 dengan suplemen tahun 1999, kurikulum 2004 dikenal dengan kurikulum berbasis kompetensi, yang kemudian dilanjutkan dan disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada tahun 2006. Perubahan kurikulum dilakukan pemerintah dalam upaya penyempurnaan kurikulum yang sudah ada dan merupakan penyesuaian dengan  tuntutan  kehidupan.  Hal ini  didasari oleh pemikiran bahwa kurikulum harus sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dilaksanakan berdasarkan prinsip bahwa  potensi,   perkembangan,   dan   kondisi   peserta   didik  diarahkan  untuk  menguasai  kompetensi  yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.

Incoming search terms for the article:

PEMBANGUNAN SISTEM PAKAR PADA PERANGKAT MOBILE DENGAN WML DAN PHP UNTUK MENEMUKAN PENYEBAB KERUSAKAN MESIN ISUZU PANTHER

Wednesday, January 28th, 2009

Tahun 2008
Kode 0812032

Dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat, berpengaruh pula perkembangan perangkat mobile saat ini, sehingga perangkat mobile semakin memasyarakat. Perkembangan ini sangatlah membantu dalam menyajikan informasi yang cepat dan efisien dengan pengaksesan internet melalui perangkat mobile tersebut. Meski perangkat mobile merupakan small device dengan layar penyajian yang sangat terbatas, tetapi penyajiannya tidak kalah optimalnya layaknya informasi yang diakses melalui personal computer, tergantung bagaimana penyajiannya.

Sistem Pakar adalah salah satu bagian dari Kecerdasan Buatan yang mengandung pengetahuan dan pengalaman yang dimasukkan oleh satu banyak pakar ke dalam suatu area pengetahuan tertentu sehingga setiap orang dapat menggunakannya untuk memecahkan berbagai masalah yang bersifat spesifik dalam hal ini adalah permasalahan pada kinerja mesin Panther.

Kerusakan pada mesin mobil terjadi akibat kelalaian dalam melakukan perawatan. Pemilik mobil baru menyadari kerusakan setelah mobil tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Oleh karena itu dalam penggunaan mobil kemungkinan besar membutuhkan perawatan berkala., hal inilah yang mendorong pembangunan sistem pakar untuk mengidentifikasi kerusakan mesin mobil.

Penyampaian informasi pun dilakukan menggunakan perangkat mobile dengan meminta request dari user. Request tersebut akan diproses dalam sistem kemudian hasilnya akan dikirim lagi ke user dengan ditampilkan pada layar perangkat mobile. Diharapkan sistem ini mampu memberikan informasi yang optimal dari timbal balik user dan sistem.

Incoming search terms for the article:

TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KPRI) RUKUN TEGAL DINILAI DARI SEGI LIKUIDITAS, RENTABILITAS DAN SOLVABILITAS

Wednesday, January 28th, 2009

Tahun 2008
Kode 0812031

Indonesia dewasa ini telah memasuki Pembangunan Jangka Panjang II dimana dalam kurun waktu 25 tahun sedikit banyak telah membawa perubahan pada wajah Indonesia baik secara fisik maupun non fisik. Walaupun masih banyak kekurangan dan ketidakseimbangan diberbagai bidang, salah satu keberhasilan selama Pembangunan Jangka Panjang I yang mengalami perubahan adalah pembangunan dibidang perekonomian nasional. Adanya era globalisasi ekonomi pada abad ke 21 ini mau tidak mau bangsa Indonesia harus berani mengintrospeksi keadaan ekonomi yang ada, sudah siapkah Indonesia menghadapi tantangan pasar dimana persaingan yang ada sangat kompetitif antara 10 (sepuluh) negara Asia Tenggara maupun negara-negara Eropa, yang mana Indonesia dituntut mampu mengevaluasi perkembangan perekonomian nasional agar dapat mengangkat perekonomian bangsa, dalam kemampuan memanfaatkan peluang dunia yang semakin terbuka dan pada gilirannya mampu berdiri sejajar mengikuti perkembangan perekonomian dunia.

Keadaan moneter yang saat ini kurang menguntungkan bagi semua dapat dijadikan sebagai pendorong semangat karena keadaan sekarang ini sangat dituntut keberanian dan keuletan dalam menjalankan usaha jangan sampai tergilas dengan keadaan yang memaksa untuk bersaing dan maju terus sesuai dengan tujuan pembangunan Indonesia, khususnya dibidang ekonomi adalah meningkatkan kehidupan masyarakat dan usahanya untuk mencapai kemakmuran.

Kemakmuran akan tercapai harus disertai dengan usaha seperti yang kita ketahui bahwa kegiatan dunia usaha di bidang ekonomi yang ada dalam kehidupan masyarakat meliputi 3 komponen, yaitu kegiatan ekonomi yang langsung ditangani pemerintah (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan Koperasi yang masing-masing komponen tersebut berupaya memperoleh kemajuan serta perkembangan dalam kelangsungan hidupnya. Kondisi ini seperti diharapkan tersebut dimungkinkan dalam terapan struktur dan sistem perekonomian Indonesia sepanjang ada keselarasan dan keseimbangan antara dunia usaha tersebut akan dapat diwujudkan.

Incoming search terms for the article: