Tahun 2006
Kode 0812036
Krisis multidimensi yang melanda bangsa Indonesia salah satunya adalah merosotnya nilai-nilai moral bangsa. Hal itu terlihat dari maraknya penyakit sosial yang terjadi dimasyarakat seperti praktek-praktek korupsi kolusi dan nepotisme, tindak kejahatan (penipuan, pencurian, pencopetan, penodongan, pembunuhan, penganiayaan dan sebagainya), tindak pelecehan seksual (perkosaan, sodomi, kumpul kebo, homosex, freesex, perselingkuhan dan sebagainya), jual beli narkoba, perdagangan manusia dan masih banyak lagi yang terjadi di Indonesia.
Kenyataan tersebut telah memutarbalikkan citra Indonesia yang dulu dikenal sebagai bangsa yang ramah, santun, tenggang rasa, berjiwa gotong royong dan memiliki adat ketimuran yang khas. Tampaknya diera globalisasi dan informasi ini Indonesia semakin kehilangan jati diri dengan masuknya berbagai budaya asing yang terkadang kurang ramah terhadap budaya lokal bangsa Indonesia.
Remaja sebagai generasi muda pewaris bangsa ini, sepertinya menjadi ladang subur tumbuhnya perilaku-perilaku baru yang tidak sesuai dengan nilai dan moral bangsa. Joko Murdowo (2002) mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang paling rawan dalam tahap kehidupan manusia, jika tidak dikendalikan akan mengantarkan manusia pada kehancuran. Bahkan Radjiin (2002) menyebut remaja sebagai kelompok manusia yang sarat dengan misteri; baik dilihat dari sisi positif maupun negatifnya, baik yang yang masih bersifat latent maupun yang telah mewujud dipermukaan dalam bentuk perilaku tertentu.
