Tahun 2007
Kode 0812017
Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di 15 Kecamatan (berdasarkan jumlah kecamatan pada tahun 2005) yang ada di Kabupaten Minahasa SelatanĀ yang kemudian diolah di Laboratorium Modeling Ekosistem Jurusan Budidaya Pertanian dan Laboratorium Tanah dan Tanaman SEAMEO BIOTROP IPB Bogor. Penelitian ini berlangsung pada Bulan Oktober samapai Desember 2006. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah-daerah yang sesuai untuk pengembangan tanaman Jagung (Zea mays. L) di kabupaten Minahasa Selatan.
Penelitian ini dilakukan dengan mengamati beberapa parameter berupa data iklim yang terdiri dari curah hujan dan suhu udara dan data tanah yang terdiri dari tekstur, pH tanah, C-organik dan Kapasitas Tukar Kation, kemudian data topografi yaitu kelerengan (%). Data iklim, tanah, dan topografi tersebut digunakan sebagai input dalam program Arc view GIS 3.2 untuk menghasilkan peta kesesuaian lahan untuk tanaman jagung (Zea mays. L) di kabupaten Minahasa Selatan.
Hasil penelitian diperoleh bahwa kelas kesesuaian lahan sangat sesuai (S1) untuk tanaman jagung terdapat di dua wilayah Kecamatan yaitu, Kecamatan Tompaso Baru dengan luas lahan (S1) sebesar 771.68 ha atau 2.82% dari luas wilayan Kecamatan Tompaso Baru dan Kecamatan Ranoyapo dengan luas lahan (S1) sebesar 22.78 ha dari luas wilayah kecamatan Ranoyapo. Kabupaten Minahasa Selatan memiliki luas lahan yang tergolong dalam kelas kesesuaian lahan cukup sesuai (S2) untuk tanaman jagung sebesar 8061.83 ha atau 3.71% dari total luas wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, 14573.14 ha atau 6.80% lahan sesuai marginal (S3) dan 190823.49 ha atau 89.06% lahan yang tidak sesuai (N) dari seluruh penggunaan lahan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan.
