PENENTUAN VOLUME PRODUKSI OPTIMAL KAIN BATIK RAYON DENGAN PENDEKATAN PROGRAM DINAMIS DI PT. xx

Kode 0807030

Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri atau manufaktur banyak bermunculan. Dalam perkembangannya perusahaan tersebut menghadapi persaingan bisnis yang ketat. Kekhawatiran perusahaan akan terjadinya permintaan yang cenderung berubah-ubah akan berdampak pada penentuan jumlah produk yang dihasilkan. Industri-industri yang diharapkan mampu memahami dan mendalami struktur industri, untuk terus meningkatkan efisiensi serta kemampuan untukĀ  menghasilkan produk yang bermutu guna memenuhi kebutuhan pasar dan konsumen. Sebuah perusahaan pasti menginginkan adanya peningkatan keuntungan yang signifikan dengan aktifitas produksi yang dilakukan. Deengan memanfaatkan fasilitasĀ  semaksimal mungkin, perusahaan diharapkan dapat menghasilkan produksi yang optimal. Semua itu perlu didukung dengan strategi dan taktik khusus, untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Penentuan jumlah produksi yang direncanakan dengan tepat akan membantu keberhasilan perencanaan produksi yang dibuat. Hal ini akan mempengaruhi kelancaran proses produksi. Usaha untuk menekan atau meminimalkan biaya dalam pelaksanaan produksi harus diperhatikan beberapa faktor yang terlibat, yaitu kapasitas produksi, kapasitas gudang dan permintaan produk, untuk menetapkan kebijaksanaan dalam penentuan jumlah produk.

Proses produksi PT. Daya Manunggal merupakan gabungan dari proses kontinyu dan proses intermitten, perusahaan ini memproduksi kain batik dalam jumlah yang besar dan ukuran yang standar dengan tujuan 85 % ekspor dan juga menerima pesanan lokal dari konsumen yang membutuhkan kain batik dengan ukuran-ukuran tertentu. Perkiraan permintaan disusun per 1 bulan, yang disusun sebagai rencana kerja tahunan Hal ini memberikan gambaran tentang beberapa banyak produksi yang harus dibuat pada bulan berikutnya dan memberikan total biaya produksi. Sehingga dapat dikatakan bahwa perencanaan produksi yang dilakukan hanya mempertimbangkan kapasitas permintaan yang cenderung tetap, padahal permintaan pasar cenderung berubah-ubah. Akibatnya penumpukan barang tidak dapat dihindari sehingga akan menambah biaya simpan. Perusahaan seringkali kehilangan keuntungan (lost sale) dari permintaan yang tidak dapat dipenuhi.

This entry was posted in Skripsi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply