Archive for January, 2009

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN REAKTOR GASIFIKASI DENGAN BAHAN BAKAR CAMPURAN BONGGOL JAGUNG DAN SEKAM PADI

Friday, January 30th, 2009

Tahun 2007
Kode 0812063

Ketergantungan manusia terhadap bahan bakar tak terbarukan dirasa semakin meningkat, sedangkan ketersediaannya semakin menipis. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan memanfaatkan energi terbarukan dari limbah pertanian yang banyak dimiliki oleh negara agraris seperti Indonesia.

Limbah pertanian yang umumnya berupa padatan, dapat dimanfaatkan energinya dalam bentuk yang lebih disukai melalui proses gasifikasi. Selain menghasilkan gas yang mudah dibakar, proses ini juga lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan pembakaran langsung. Keuntungan lainnya adalah teknologi ini relatif sederhana sehingga dapat diaplikasikan langsung di masyarakat.

Penelitian mengenai gasifikasi biomassa telah dilakukan sebelumnya di Laboratorium Termodinamika PAU-ITB oleh Willy Adriansyah melalui pembuatan prototipe reaktor gasifikasi berbahan bakar sekam padi. Penelitian yang dilakukan dalam Tugas Sarjana ini adalah untuk mengembangkan prototipe reaktor gasifikasi tersebut menjadi suatu sistem gasifikasi dengan skala yang lebih besar. Sementara itu, guna meningkatkan daya keluaran reaktor, maka dalam penelitian Tugas Sarjana ini bahan bakar sekam padi dicampur dengan bahan bakar biomassa lain yang memiliki kandungan energi yang lebih besar yaitu bonggol jagung.

Setelah melalui proses perancangan, reaktor gasifikasi kemudian dibuat dan diuji. Pengujian dilakukan untuk tiga jenis bahan bakar yaitu sekam padi, bonggol jagung dan campuran keduanya. Sampel gas hasil gasifikasi masing-masing bahan bakar diambil untuk diketahui komposisinya melalui kromatografi gas. Hasil kromatografi gas menunjukkan bahwa komposisi gas dan kandungan energi gas hasil gasifikasi masing-masing bahan bakar berbeda. Melalui pengolahan data hasil pengujian, diperoleh kesimpulan karakteristik gasifikasi campuran bonggol jagung dan sekam padi merupakan kombinasi dari karakteristik gasifikasi bonggol jagung dan gasifikasi sekam padi masing-masing.

Incoming search terms for the article:

“ASTRA DAIHATSU MOTOR – ASSY PLANT PRODUCTION SYSTEM : PRODUCTION OPERATION, PRODUCTION OPERATION MANAGEMENT AND MAINTENANCE”

Friday, January 30th, 2009

Tahun 2007
Kode 0812062

Kerja Praktek merupakan salah satu upaya lembaga pendidikan tinggi dalam memberikan bekal keilmuan dengan lebih mendekatkan pada sisi aplikasi dan penerapan di kehidupan nyata.

Kerja praktek memperoleh porsi tersendiri di Jurusan Teknik Mesin ITS Surabaya dengan beban 1 sks. Kerja praktek dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian yang berkaitan dengan proses produksi dan teknologi dalam dunia industri dan yang kedua adalah bagian yang terkait dengan manajemen produksi dan kualitas dalam industri. Dengan demikian diharapkan mahasiswa mampu memahami aplikasi keilmuan Mechanical Engineering baik untuk teknologi produksi dan permasalahannya sekaligus manajemen dalam produksi dan kualitas. Mahasiswa juga harus memenuhi kerja praktek ini sebagai beban perkuliahan dan syarat kelulusan.

Pada bagian yang terkait dengan proses dan teknologi produksi akan dibahas manufacturing system perusahaan dalam menghasilkan suatu produk. Dimulai dari desain produk, perencanaan proses produksi, serta pelaksanaan produksi dalam lingkup teknologi proses/manufacturing produksi. Sedangkan pada bagian manajemen produksi dan kualitas akan dibahas tentang perencanaan proses produksi, manajemen operasi produksi serta manajemen kualitas.

Dalam bahasan tersebut diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu terkait seperti yang telah diperoleh di bangku kuliah. Ilmu terkait antara lain, proses manufaktur, elemen mesin, mekatonika, pengukuran teknik, pengendalian otomatis, desain produk, Mekanika Teknik, Kinematika Dinamika, dan analisa teknik biaya.

Incoming search terms for the article:

PENGARUH ACARA MUTIARA FAJAR DI RADIO SUARA GIRI FM TERHADAP PENINGKATAN KEHARMONISAN KELUARGA DI MASYARAKAT DESA WADAK KIDUL DUDUK SAMPEYAN GRESIK

Friday, January 30th, 2009

Tahun 2004
Kode 0812061

Dalam laju perkembangan sekarang ini media massa di Indonesia sudah mengalami peningkatan, yang mana perkembangan tersebut mencerminkan gelombang interaksi faktual antara masyarakat, pemerintah dan instansi tersebut, semacam ada periodisasi kehidupan yang tak disengaja, membicarakan perkembangan cepat dewasa ini, satu di antaranya yang terasa maju pesat adalah radio siaran di Indonesia. Masa awal orde baru, banyak bermunculan radio-radio “anatirisme” yang memunculkan beragam citra siaran-siaran radio luar negeri. pada saat itu juga RRI sendiri baru saja mengalami musibah dengan menyiarkan siaran khusus “Dewan Revolusi”. Kemudian masa pasca PP. 55/70 mulai dengan langkah penerbitan dan perujukan pada kualitas dan berbagai aspek, termasuk bangunan fisik, teknologi, serta kemampuan sumber daya manusia dan program-programnya.

Suatu stasiun radio siaran akan kehilangan maknanya bila hanya disadari sebagai membangun pemancar dan badan usaha yang   sah untuk mencari untung saja. yang dapat menyebarluaskan iklan-iklan komersial dan pesan-pesan lain ke masyarakat luas (messages communicated trough a mass medium   to large number of people). Di samping radio juga memiliki segudang konsekuensi dan fungsi sosial di bidang komunikasi massa yang kian kompleks, baik teknologinya, kelembagaannya maupun sosiologi dan dampak sosiokulturalnya. Radio adalah business enterprise, suatu regular industry of mass communication.

Dalam 10 tahun terakhir ini, atau sesudah era teknologi frekuensi modulasi (FM), radio siaran semakin menyempurnakan diri sebagai media massa depan “Trilogi” fungsinya yaitu sebagai informasi, edukasi dan hiburan, karena yang paling akrab masih terpusat di media cetak dan televisi. Sementara radio siaran belum dimanfaatkan sebagai kekuatan komunikasi yang potensial. Karena kesalahan memang tidak hanya di public relation saja, sebab belum semua radio siaran mampu menunjukkan potensinya di bidang komunikasi, baik sebagai informasi maupun secara bisnis akhirnya di tengah kesadaran radio siaran tengah bangkit sebagai kekuatan industri dan medium informasi yang tangguh sudah waktunya pula dunia public relation di Indonesia mempelajari dunia radio lebih intensif. Sekaligus memanfaatkannya sebagai sarana komunikasi, kehumasan dan informasi.

Incoming search terms for the article: