Archive for December, 2008

”Sistem Informasi Permohonan Pembiayaan Individual Pada PT. Bank Jabar Kantor Cabang Syariah Bandung”.

Monday, December 22nd, 2008

Kode 0805013

Pada saat ini perkembangan berbasis syariah tumbuh dan mekar mengisi khazanah keIslaman di bumi Indonesia seiring dengan perkembangan globalisasi. Para pelaku ekonomi khususnya para ekonom muslim menyambut perkembangan ini dengan penuh antusias, sehingga dalam waktu singkat perkembangan ekonomi syariah  sudah memasuki denyut aktivitas ekonomi kita. Perkembangan berbasis syariah yang cepat ini menimbulkan implikasi yaitu diperlukannya suatu sistem informasi yang akurat, cepat dan terpercaya.

Seperti yang telah diketahui bersama bahwa bank syariah berbeda dengan bank konvensional biasa. Istilah kredit  dalam syariah adalah pembiayaan dengan prinsip bagi hasil. Pembiayaan ini diperuntukan dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan atas proyek atau usaha secara kerja sama antara dua pihak atau lebih dimana  para pihak ikut memberikan kontribusi dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.

Kredit merupakan sumber utama bisnis perbankan lebih dari 80% sumber pendapatan Perbankan di Indonesia bersumber dari kegiatan pengolahan kredit. Krisis ekonomi yang terjadi di tahun 1997 hingga kini memberi pelajaran sangat mahal bagi perbankan bahwa perkreditan yang sehat merupakan sumber vital bagi bank untuk dapat terus hidup dan memberikan sumbangan bagi perekonomian secara keseluruhan. Tingginya kredit bermasalah yang didapat dunia perbankan Indonesia secara tidak langsung menyebabkan krisis ekonomi yang berkepanjangan akibatnya biaya yang dipikul masyarakat karena kredit bermasalah ini sedemikian besar.

Incoming search terms for the article:

SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN OBAT PADA APOTIK KOPERASI PEGAWAI TELEKOMUNIKASI PALEMBANG

Monday, December 22nd, 2008

Tahun 2004
Kode 0805012

Informasi merupakan salah satu unsur yang penting pada saat ini. Hampir semua kegiatan memerlukan informasi, dan juga semua kegiatan dituntut untuk menghasilkan informasi. Informasi menjadi penting, karena berdasarkan informasi itu para pengelola dapat mengetahui kondisi obyektif perusahaannya. Informasi tersebut merupakan hasil dari pengolahan data atau fakta yang dikumpulkan dengan cara tertentu. Informasi disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan yang dibutuhkan untuk menambah wawasan bagi pemakainya guna mencapai suatu tujuan. Sekarang untuk mendapatkan informasi secara cepat dapat menggunakan komputer dan teknologinya.

Sistem informasi yang baik itu harus memiliki sistematika yang jelas, ringkas, dan sederhana. Mulai dari tahap pemasukan data, pengolahan dengan prosedur yang ditentukan, penyajian informasi yang akurat serta distribusinya tepat sasaran. Dalam membangun sistem informasi, juga dibutuhkan sistem manajemen data yang efektif, sehingga data yang terkumpul dapat diolah, diekplorasi secara optimal, aman dan terpercaya serta penghapusan pada saat yang tepat agar sistem dapat bekerja dengan maksimal tanpa terbebani oleh data yang kadaluarsa.

Incoming search terms for the article:

KEMAMPUAN RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA

Monday, December 22nd, 2008

Tahun 2005
Kode 0805011

Laba dapat dijadikan parameter dalam mengukur keberhasilan perusahaan yang tercermin pada kinerja manajemennya. Bagi para investor prediksi laba sering digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi. Rasio keuangan mempunyai sifat future oriented dan dapat digunakan untuk memberi gambaran tentang kondisi keuangan perusahaan sehingga kita dapat mengetahui seberapa besar tingkat laba yang telah dicapai.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba. Obyek penelitian ini adalah perusahaan Agriculture, Forestry and Fishing; Animal Feed and Husbandry; Mining and Mining Services; Construction dan Manufactur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Data yang digunakan adalah laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi tahun 2000 sampai dengan 2003. Variabel dependen yang digunakan adalah perubahan laba sedangkan variabel independennya adalah CR, GPM, OPM, NIS, ROE, ITO, TATO, dan SCL. Pengujian statistik dengan menggunakan pendekatan analisis regresi berganda dengan tingkat signifikansi 5%. Kesimpulan pengujian diambil berdasarkan hasil uji F test dan T test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio-rasio keuangan mampu memprediksi perubahan laba yang akan datang. Rasio yang dapat digunakan sebagai predictor perubahan laba yang akan datang adalah ITO, TATO, NIS, dan SCL. Dengan melihat variabel independen tersebut para investor dan kreditor dapat melakukan prediksi mengenai seberapa besar tingkat laba dan resiko yang diperoleh investor dan kreditor dalam berinvestasi dan pemberian kredit untuk jangka waktu satu tahun yang akan datang.

Incoming search terms for the article: