“STUDI TENTANG REINKARNASI MENURUT PANDANGAN HINDU DAN BUDDHA”.

Kode 0805016

Manusia diciptakan oleh Tuhan adalah untuk menjadi penguasa bumi, oleh sebab itu manusia merupakan makhluk yang paling mulia dibandingkan makhluk-makhluk lain. Dalam pandangan Hindu dan Buddha manusia mempunyai prinsip dasar yaitu mempunyai susila atau perilaku. Sebab dengan perilaku tersebut manusia dalam berkomunikasi dengan Sang Pencipta, dengan sesama manusia atau bahkan dengan lingkungan sekitarnya. Di dunia manusia memiliki kewajiban, yakni berbakti kepada Sang Pencipta. Dalam menjalankan bakti ini terdapat beberapa macam cara baik melalui materi maupun melalui praktek langsung. Jika manusia berhasil menjalankan bakti itu, maka akan mencapai tingkat kelepasan terbebas dari ikatan dosa.

Kelepasan ini merupakan tingkatan atau tujuan terakhir dalam kehidupan manusia. Dalam tingkatan Hindu disebut Moksa dan dalam tingkatan Buddha disebut dengan Nirwana. Kelepasan merupakan suatu keberhasilan manusia karena telah menghilangkan adanya hawa nafsu atau tanha keduniawian. Dalam mencapai kelepasan ini manusia harus melalui beberapa tahap yang tidak mudah untuk dilalui, sebab dalam Hindu harus menjalani yoga sedangkan dalam Buddha harus melalui 8 susila dan melakukan samadhi. Pencapaian kelepasan ini dapat dilakukan melalui dua tahap, yakni: Pertama, dicapai pada saat manusia itu telah meninggal dunia dan Kedua, dicapai pada saat masih hidup. Konsep kelepasan ini dapat dirasakan oleh manusia dengan adanya ketentraman bathin bila masih hidup dan bahkan ada yang bersatu dengan Sang Pencipta setelah mengalami kematian dan tidak terlahir kembali. Manusia yang telah mengalami kelepasan ini akan terbebas dari lingkaran reinkarnasi atau kelahiran kembali.

Apabila manusia tidak mengalami kelepasan, maka akan mengalami suatu kelahiran kembali atau reinkarnasi. Proses reinkarnasi ini terjadi akibat adanya suatu perbuatan yang menyimpang atau buruk dilakukan oleh manusia dalam kehidupan yang dahulu. Jadi manusia tersebut mengalami proses kelahiran kembali guna memperbaiki kesalahan atau perbuatan yang diperbuat pada kehidupan sebelumnya. Reinkarnasi ini bergantung pada perbuatan manusia atau karmaphala. Apabila karma manusia pada kehidupan sebelumnya baik, maka pada kehidupan selanjutnya akan terlahir sebagai manusia yang berguna atau dewa. Tetapi apabila dalam kehidupan sebelumnya banyak melakukan dosa, maka pada kehidupan selanjutnya akan terlahir sebagai manusia hina, atau bahkan menjadi hewan dan jin. Yang mengalami kelahiran kembali dalam ajaran Hindu adalah roh perseorangan (atman), roh ini akan terus berpindah dari kehidupan yang satu ke yang lain sampai mencapai Moksa. Sedangkan dalam ajaran Buddha yang terlahir kembali adalah pribadi atau watak dari manusia yang disebut sebagai nama, sebab Buddha tidak mempercayai adanya roh (anatman), unsur nama ini adalah unsur yang menentukan manusia terlahir kembali dalam keadaan buruk atau baik.

This entry was posted in Skripsi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply