Tahun 2008
Kode 0805023
Masa remaja adalah suatu periode yang sering dikatakan sebagai periode “badai dan tekanan” yaitu sebagai suatu masa dimana terjadi ketegangan emosi yang tinggi yang diakibatkan adanya perubahan fisik dan kelenjar (Hurlock, 1980: 212). Di masa ini remaja mengalami ketidakstabilan dari waktu ke waktu, karena mereka ada dalam masa peralihan dan mereka berusaha menyesuaikan perilaku baru dari fase-fase perkembangan sebelumnya. Gejolak ditimbulkan baik oleh fungsi sosial remaja dalam mempersiapkan diri menuju kedewasaan (mencari identitas diri dan memantapkan posisinya dalam masyarakat); oleh pertumbuhan fisik (perkembangan tanda-tanda seksual sekunder), perkembangan inteligensi (penalaran yang tajam dan kritis), serta perubahan emosi (lebih peka, cepat marah dan agresif).
Pada umumnya permulaan masa remaja ditandai dengan perubahan-perubahan fisik. Kurang lebih bersamaan dengan perubahan fisik maupun psikis, mereka mulai melepaskan diri dari ikatan orang tua dan kemudian terlihat perubahan-perubahan kepribadian yang terwujud dalam cara hidup mereka untuk menyesuaikan diri dalam masyarakat (Gunarsa, 1988).
Hurlock (1980:213) menyatakan bahwa lingkungan sosial yang menimbulkan perasaan aman serta keterbukaan yang berpengaruh dalam hubungan sosial. Masa remaja yang identik dengan lingkungan sosial tempat berinteraksi, membuat mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diri secara efektif. Bila aktivitas-aktivitas yang dijalani tidak memadai untuk memenuhi tuntutan gejolak energinya, mereka seringkali meluapkan kelebihan energinya ke arah yang negatif, salah satunya adalah muncul perilaku agresi.
