Pengaruh ukuran perusahaan terhadap Return Saham pada Bursa Efek Jakarta

Kode 0804028

Para Investor dalam melakukan investasinya di pasar modal, biasanya mengandalkan diri terhadap informasi yang telah disediakan perusahaan-perusahaan yang menerbitkan sekuritas, sehingga setiap informasi yang relevan akan dicerminkan dalam harga-harga sekuritas.

Suatu pasar modal dikatakan efisien apabila harga-harga sekuritasnya tergambarkan dalam suatu informasi yang relevan yang dapat diperoleh dengan mudah dan murah oleh seorang investor dan ini berarti informasi tersebut haruslah tersebar secara luas dan cepat. Semakin cepat informasi baru tercermin pada harga sekuritas, maka semakin efisienlah pasar modal tersebut, sehingga akan sangat sulit bagi para pemodal untuk mendapatkan abnormal return seperti yang mereka harapkan.

Pada pasar modal yang efisien, perubahan harga berdasarkan gerakan acak (random walk) dimana perubahan harga tidak mengikuti pola apapun dan dapat diartikan bahwa perubahan harga yang terjadi dikarenakan karena investor telah bertindak secara rasional dan kompetitif. Dan ini berarti tidak seorangpun mampu meramalkan perubahan harga yang terjadi dimasa yang akan datang.

Penelitian awal mengenai efisiensi pasar modal umumnya memperlihatkan tiga tingkatan pasar yang efisien yang berlaku di pasar modal. Meskipun demikian beberapa penelitian terakhir menunjukkan adanya berbagai penyimpangan tentang efisiensi pasar modal atau lazimnya disebut sebagai suatu anomali. Anomali-anomali tersebut antara lain ; day of the week effect, January Effect, firm’s size effect, p/e ratio effect, overreact hypothesis, dan lain-lain. Anomali ini dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan abnormal return seperti pada firm’s size effect.

This entry was posted in Skripsi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply