Tahun 2004
Kode 0804014
Dropped call merupakan terputusnya panggilan (call) setelah terbentuk tetapi sebelum call benar-benar diakhiri. Hal ini dapat terjadi jika unit bergerak dan radio carrier berubah dari kanal setup suara yang kuat menjadi kanal suara yang lemah. Dropped call ini terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu signal strength, quality advanced, dan timing advanced.
Dalam tugas akhir ini, penulis melakukan analisis penyebab terjadinya dropped call di daerah Cipinang. Waktu pengamatan analisis terjadinya dropped call dilakukan dari bulan Januari 2004 sampai dengan bulan April 2004 pada salah satu operator penyelenggara jaringan seluler yang berbasiskan GSM. Data-data yang dianalisis adalah drop rate signal strength, drop rate quality advanced, dan drop rate timing advanced pada kanal trafik (TCH) dan kanal kontrol (SDCCH).
Dari data-data statistik cell site di daerah seputar Cipinang, nilai drop rata-rata pada kanal trafik (TCH drop rate) mencapai 7,75 % dan nilai drop rata-rata pada kanal control (SDCCH drop rate) sebesar 7,83 %. Setelah dianalisis lebih lanjut, ternyata penyebab terjadinya dropped call rate tersebut berasal dari LP Cipinang yang memasang sebuah alat (transmitter) yang dikenal dengan nama jammer yang dapat mengganggu frequency bandwidth telepon seluler dengan cara memancarkan sinyal pengganggu (jamming signal).
Setelah diadakannya negosiasi antara pihak LP dan pihak penyelenggara operator seluler yang dibantu oleh pihak Departemen Perhubungan (DEPHUB), maka pada bulan April 2004 pihak LP bersedia mematikan jammer mereka. Dengan dimatikannya jammer tersebut, maka nilai drop rata-rata pada kanal trafik (TCH drop rate) dan pada kanal kontrol (SDCCH drop rate) kembali menjadi normal. Akhirnya, pada bulan April 2004 nilai TCH drop rate turun menjadi 0,68% dan nilai SDCCH drop rate menjadi 1,36%.
