Archive for November, 2008

APLIKASI SENSOR ULTRASONIK UNTUK MENGUKUR TINGGI BADAN

Wednesday, November 26th, 2008

Tahun 2008
Kode 0810020

Perkembangan dunia elektronika semakin pesat disetiap kehidupan dengan segala kemudahan-kemudahan yang ditawarkannya dan menyebabkan manusia sangat terbantu. Salah satunya adalah pengontrolan dan pengaturan peralatan yang menjadikan manusia serba mudah dan efisien, sehingga perlu kita ketahui sistem apa dan bagaimana proses pengendaliannya.

Sampai saat ini sistem mikrokontroller, terus berkembang menjadi suatu sistem pengendali yang mutakhir. Kemudahan yang didapat dengan menggunakan sistem ini adalah selain biayanya murah, cara kerjanya yang diatur dari program/software yang telah disesuaikan dengan perangkat kerasnya, sehingga satu modul bisa fungsinya berbeda dengan mengganti programnya.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman dilihat dari segi kebutuhan manusia sekarang ini, kita mengetahui bahwa teknologi pengontrolan menggunakan mikrokontroller semakin banyak digunakan dalam menangani berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari yang bersifat umum dalam perindustrian sampai dengan yang bersifat spesifik dan khusus dalam membantu meringankan pekerjaan manusia.

Dalam dunia kesehatan, keakuratan data sangatlah menentukan rekap medis dalam menentukan kondisi pasiennya sebelum diolah menjadi informasi yang berguna, karena masih banyak kita lihat pada instansi-instansi kesehatan terdapat ketidak akuratan data. Contohnya, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan lain-lain. Semua itu disebabkan masih banyaknya instansi kesehatan kita berjenis analog yang ketepatannya diragukan.

Incoming search terms for the article:

PROSES PENILAIAN BARU BAHAYA RESIKO RADIASI DI LINGKUNGAN P3TKN-BATAN BANDUNG

Wednesday, November 26th, 2008

Tahun 2003
Kode 0810019

Perhitungan baru nilai bahaya radiasi merupakan perwujudan dari keputusan presiden no. 10 tahun 1992 tentang Tunjangan Bahaya Nuklir bagi pegawai negeri di lingkungan BATAN. Perhitungan baru nilai bahaya radiasi sangat penting untuk menentukan besar tunjangan yang diterima oleh pegawai, dengan pertimbangan lama masa kerja dan tingkat resiko radiasi sesuai dengan unit kerja.

Perhitungan baru nilai bahaya radiasi merupakan prosedur matematis yang menggunakan rumus dan ketentuan. Data yang banyak dan perhitungan perubahan nilai bahaya radiasi yang berkelanjutan, menjadi pekerjaan lebih rumit dan membutuhkan ketelitian serta waktu yang cukup lama.

Program aplikasi untuk Proses Penilaian Baru Bahaya Resiko Radiasi di Lingkungan P3TKN-BATAN Bandung dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi 5, dengan harapan dapat mempercepat proses perhitungan dan memperkecil tingkat kesalahan pada proses  perhitungan.

KEDISIPLINAN GURU PENGARUHNYA TERHADAP AKHLAK SISWA (Penelitian di SDN Mayak I Kecamatan Curugbitung Lebak)

Wednesday, November 26th, 2008

Tahun 2008
Kode 0810018

Dalam perkembangan peradaban dan kebudayaan suatu bangsa, tidaklah cukup dengan hanya memiliki kecerdasan berfikir dan kemampuan intelektual saja, tetapi juga harus disertai dengan kesehatan mental dan budi pekerti yang luhur atau akhlak yang mulia. Sebagian besar masyarakat berpandangan bahwa upaya untuk meningkatkan kecerdasan berpikir, pembangunan mental, budi pekerti atau akhlak mulia adalah tugas dunia pendidikan atau secara khusus tugas sekolah.

Dewasa ini, keberadaan sekolah benar-benar sangat diperlukan, karena sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses belajar mengajar untuk membimbing, mendidik, melatih dan mengembangkan kemampuan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan diantaranya adalah menjadi manusia yang berbudi pekerti atau akhlak yang luhur. Hal tersebut sesuai dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 : …bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab (UU Sisdiknas, 2003:7)

Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa pada kenyataannya tidak sedikit pelajar yang kerap kali menunjukkan perilaku yang tidak terpuji dalam kesehariannya. Kita sering mendengar banyaknya kasus tawuran antar pelajar, keterlibatan penggunaan obat-obatan terlarang, sex bebas di kalangan pelajar sekolah, terutama di kot-kota besar. Kenyataan ini menunjukkan bahwa pembinaan perilaku atau akhlak tidaklah mudah dilakukan dan harus ditangani dengan sungguh-sungguh.

Menurut Imam Barnadib (2003:3) bahwa watak yang tidak bermoral perlu dicegah kehadirannya dalam pergaulan manusia. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan upaya pembinaan jangka panjang dan harus dimulai sejak dini, antara lain mulai dari keluarga, kemudian dari lingkungan sekolah dan masyarakat. Di lingkungan sekolah guru memegang peranan penting dalam proses pembentukan dan perkembangan akhlak peserta didik. Sebagai pendidik guru tidak hanya bertugas untuk menyampaikan mata pelajaran tertentu saja, tetapi juga dituntut untuk dapat membimbing, mengarahkan dan memberikan teladan yang terpuji sehingga dapat membantu menumbuhkan perilaku yang baik serta akhlak mulia pada peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Incoming search terms for the article: