Archive for November, 2008

ANALISIS DAN PERANCANGAN DATA SISWA SMU XXX DI YOGYAKARTA SEBAGAI MEDIA INFORMASI ALTERNATIF

Wednesday, November 26th, 2008

Kode 0810023

Ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang terus berkembang pesat pada masa sekarang ini tentunya sangat membantu manusia dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari. Berbagai aspek kehidupan manusia semakin banyak yang memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi kerja dan produktifitasnya. Terciptanya suatu aplikasi teknologi yang berdaya guna dan tepat guna, serta didukung dengan kualitas sumber daya manusia dan sarana infrastruktur penunjang yang memadai akan semakin meningkatkan produktifitas suatu instansi atau lembaga.

Dewasa ini masyarakat cenderung untuk mendapatkan informasi secara tepat, cepat dan akurat. Dengan adanya Sistem informasi yang baik, diharapkan pengolahan data menjadi informasi maupun keamanan dan penyampaian informasi dapat dilakukan secara tepat, cepat, dan akurat.

Berpedoman pada konsep dasar sistem informasi yang mengutamakan ketepatan, kecepatan, akurat dan relevan atau tidaknya informasi yang dihasilkan. Oleh karena itu kami mengusulkan untuk membuat sebuah sistem informasi pengolahan data siswa yang nantinya diharapkan dapat memudahkan pengelolaan data siswa  di SMU XXX di Yogyakarta.

Incoming search terms for the article:

ORANG BATAK TOBA DAN PROSES MEMBANGUN TUGU LELUHUR SEBAGAI UPAYA DALAM MEMPERKUAT KEBATAKAN (Studi Kasus pada Marga Simanjuntak Keturunan Sobosihon Br. Sihotang)

Wednesday, November 26th, 2008

Tahun 2008
Kode 0810022

Suku bangsa di Indonesia jumlahnya lebih dari 740. masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri. Batik itu dari segi bahasa, sistem religi atau kepercayaan maupun dalam menjalani siklus hidupnya yakni upacara kelahiran, upacara perkawinan juga upacara kematian. Kebudayaan  suatu suku bangsa tersebut tidak statis dan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Hal ini  sejalan dengan berkembangnya unsur teknologi maupun sistem pengetahuan mahluk manusia hingga era globalisasi  saat ini. Dampak globalisasi tidak hanya terasa di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya dan Medan, melainkan menyebar ke seluruh pelosok tanah air, bahkan sampai ke desa-desa terpencil sekalipun.

Suku bangsa Batak Toba merupakan salah satu suku bangsa yang terdapat di Indonesia ini. Orang Batak Toba dikenal dengan orang-orang yang masih mempertahankan adat-istiadat nya hingga saat ini, meskipun mereka merantau ke luar dari huta (kampung) ke kota-kota besar. Hanya saja adat-istiadat Batak Toba itu ketika berada di luar dari kampung dengan sendirinya tidak lagi berfungsi sebagai suatu kenyataan yang dihidupi seperti yang meraka alami di kampung sebelumnya. Tetapi mereka menghidupi beberapa unsur dari budaya itu, seperti bahasa, upacara-upacara adat, perkumpulan marga, tugu leluhur yang dalam situasi sekarang ini mendapat arti dan isi yang lain. Unsur-unsur budaya yang dihubungkan dengan adat-istiadat yang lama tetapi yang telah berubah secara nyata dalam konteks yang baru berfungsi sebagai tanda-tanda yang membedakan indentitas Batak Toba itu sendiri di daerah perantauan.

Finney (dalam Togar Nainggolan, 2006: 10) menyatakan bahwa proses obyektifikasi budaya  dari unsur-unsur budaya yang diseleksi tersebut pada dasarnya bukan eksklusif untuk situasi orang Batak Toba di perantauan saja. Misalnya saja Eropa pada masa renaissans dan permainan olimpiade. Suku-suku bangsa dimana saja di dunia ini, terdorong menggunakan warisan budaya mereka secara selektif, meneruskannya dengan menyesuaikannya kepada situasi yang sekarang. Menghidupkan kembali unsur-unsur budaya telah menjadi salah satu cara untuk menunjukkan identitas dan nilai budaya untuk menghadapi tekanan globalisasi yang semakin besar.

Orang Batak Toba selalu berusaha dalam menunjukkan identitas kesukubangsaannya dengan mempertahankan adat-istiadat dan membuat suatu perkumpulan  orang Batak Toba se-kampung asal, se-marga maupun se-leluhur. Kartini Sjahrir (1983: 80) mengungkapkan bahwa perkumpulan orang Batak Toba pada awalnya berfungsi sebagai fungsi assosiasi yakni membantu para anggotanya dalam berbagai hal, terutama yang menyangkut kesulitan masalah ekonomi. Sjahrir (Ibid) juga menyatakan bahwa perkumpulan orang Batak Toba tersebut lama-kelamaan berkembang menjadi kecenderungan untuk lebih bersifat esklusif, lebih mengisolasikan dirinya dalam berbagai aktivitas adat. Hal ini selain ditandai dengan intensitas upacara-upacara adat juga disertai dengan membangun tugu leluhur untuk memperingati leluhur  bagi orang Batak Toba

Incoming search terms for the article:

”Kadar Timbal (Pb) Darah Supir Bus Angkutan Kota Aspada Yogyakarta”

Wednesday, November 26th, 2008

Tahun 2005
Kode 0810021

Udara merupakan salah satu komponen penting dalam lingkungan hidup manusia, udara yang bersih diperlukan untuk kesehatan sebagai penunjang aktivitas manusia untuk berekreasi dan berkarya, dan sebaliknya udara dalam lingkungan hidup manusia tercemar, akan beresiko besar pada kesehatan manusia dan berpengaruh terhadap penurunan produktivitas dalam berkarya.

Menurut UU RI Nomor 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, yang disebut lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Udara merupakan salah satu aspek fisik, selain panas, sinar air, radiasi atmosfer dan lingkungan. Dengan berkembangnya industri, maka aspek fisik dari lingkungan akan meningkat dan akan memberikan pencemaran pada manusia (Mukono, 2000). Apabila sifatnya menahun, pencemaran di kota besar akan dapat menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan (Mukono, 2000). Suatu lingkungan hidup dikatakan tercemar apabila telah terjadi perubahan-perubahan dalam tatanan lingkungan itu sehingga tidak sama lagi dari bentuk aslinya, akibat masuknya/dimasukkan zat/benda asing ke  dalam lingkungan itu (Hariono, 1998).

Menurut Pasal 1 angka 12 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 1997 yang disebut pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam. Sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Incoming search terms for the article: