Archive for November, 2008

Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Ikan Hias Air Laut

Wednesday, November 26th, 2008

Kode 0810029

Perkembangan perangkat lunak dan perangkat keras komputer dewasa ini sudah semakin berkembang penggunaannya. Komputer yang pada awalnya digunakan sebagai alat hitung, seiring dengan perkembangan jaman komputer banyak digunakan di berbagai bidang. Misalnya pada bidang kesehatan, ekonomi, permainan (game), dan sebagainya. Salah satu pemanfaatan teknologi komputer yaitu dapat digunakan untuk sistem pakar

Sistem pakar merupakan suatu pemodelan dari proses penalaran seorang pakar yang memiliki domain pengetahuan tertentu, agar kepakarannya dapat dimanfaatkan oleh orang-orang non pakar. Penggunaan sistem pakar antara lain untuk: konsultasi, melakukan analisis dan diagnosis, membantu pengambilan keputusan, dan lain-lain. Umumnya sistem pakar dirancang untuk berinteraksi langsung dengan pemakai dalam format dialog (tanya-jawab). Dialog tersebut dapat memberikan keputusan sesuai penalaran.

Oleh karena itu, sistem pakar (expert system) mempunyai kemampuan untuk memudahkan masalah-masalah praktis pada saat sang pakar berhalangan. Dan salah satu implementasi sistem pakar pada bidang perikanan yaitu untuk mengidentifikasi ikan hias air laut.

Banyak ragam ikan laut di pasaran, dan beragam pula nama dan bentuknya. Ciri-ciri antara ikan yang satu dengan yang lainnya sangat mirip sehingga membingungkan orang awam atau pemula yang baru kenal untuk mengidentifikasinya. Sebaliknya ada juga ikan yang sangat berbeda dengan ikan-ikan yang lain, namun tetap saja sulit untuk mengingat nama ikan tersebut. Banyak para pecinta ikan hias air laut hanya mengetahui ikan hias tidak secara mendalam, seperti hanya mengetahui ikan triger, tapi pada kenyataannya bahwa ikan triger sendiri memiliki banyak jenis-jenis seperti triger liris, triger kembang, triger biru dan lainnya. Untuk membantu para pecinta ikan hias air laut mengetahui macam-macam ikan hias dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengidentifikasi ikan hias berdasarkan pada ciri-ciri ikan.

Incoming search terms for the article:

Perancangan Sistem Informasi Prediksi Biaya Medis Bedah Umum Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Amal Sehat Sragen

Wednesday, November 26th, 2008

Tahun 2005
Kode 0810028

Pelayanan yang baik merupakan salah satu bagian dari langkah-langkah untuk memelihara konsumen. Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit Amal Sehat Sragen berupa poliklinik umum & khusus, instalasi gawat darurat, apotek, rawat inap, radiologi, laboratorium dan fisioterapi.  Poliklinik bedah adalah salah satu dari poliklinik khusus yang menangani pasien bedah baik bedah umum maupun bedah khusus.

Bedah umum adalah tindakan bedah untuk jenis penyakit yang digolongkan sebagai penyakit bedah umum. Rumah sakit sering menerima kasus bedah umum ini maka pemberian informasi biaya medis yang lengkap dan akurat diperlukan. Biaya medis tersebut meliputi biaya pra bedah, biaya bedah dan biaya pasca bedah. Pasien rawat inap operasi bedah umum perlu mengetahui prediksi biaya medisnya, agar pasien dapat mempersiapkan dana medis dengan baik. Biaya operasi bedah umum bervariasi tergantung kepada jenis penyakitnya dan mengandung komponen-komponen unit biaya yang kompleks maka diperlukan sistem informasi yang mampu untuk memprediksi biaya medis.

Perancangan Sistem Informasi Prediksi Biaya Medis Bedah Umum untuk Pasien Rawat Inap meliputi pengidentifikasian sistem, analisis sistem, usulan perancangan keluaran dan masukan sistem, usulan perancangan basis data sistem dan usulan perancangan antar muka sistem. Bagian sistem rumah sakit yang diidentifikasi adalah pelayanan pasien bedah umum dan biaya perawatan-pengobatan pasien bedah umum. Analisis sistem akan menilai sistem pembentukan tagihan biaya medis yang terjadi di rumah sakit. Masukan sistem informasi berupa diagnosa dokter, kelas rawat inap dan dokter bedah yang mendiagnosa, untuk menghasilkan keluaran berupa prediksi biaya bedah dan biaya pasca bedah. Basis data meliputi entiti rawat inap, entiti bedah, entiti farmasi, entiti radiologi dan entiti laboratorium. Antar muka disusun berdasarkan kebutuhan yang diinginkan oleh pengguna dan disesuaikan dengan pihak manajemen rumah sakit. Lokasi penempatan sistem informasi prediksi biaya medis ini pada ruang resepsionis. Resepsionis berperan sebagai operator dan pengguna, sedangkan pasien akan dilayani oleh pihak resepsionis untuk memperoleh informasi prediksi biaya medisnya.

Incoming search terms for the article:

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PERUSAHAAN ROKOK YANG TERDAFTAR BURSA EFEK INDONESIA

Wednesday, November 26th, 2008

Tahun 2008
Kode 0810027

Modal kerja merupakan unsur yang penting bagi perusahaan karena tanpa modal kerja yang cukup, aktivitas operasional suatu perusahaan tidak dapat dilangsungkan. Dengan berkembangnya dunia usaha yang semakin pesat saat mi sehingga terjadi persaingan yang ketat diantara perusahaan sejenis, memperoleh kecukupan modal kerja tersebut menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan industri rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tujuan penelitian mi adalah untuk mengetahui sumber dan penggunaan modal kerja perusahaan.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis, yaitu metode yang berusaha mengumpulkan data yang sesuai keadaan yang sebenarnya, menyajikan dan menganalisisnya sehingga dapat memberikan perbandingan yang cukup jelas mengenai objek yang diteliti yang kemudian dapat ditarik suatu kesimpulan.

Hasil penelitian diperoleh pengelolaan modal kerja PT Gudang Garam Tbk sangat rendah, karena terlihat dan penurunan yang terjadi setiap periodenya. PT H.M.Sampoerna memiliki pengelolaan modal kerja yang lebih baik dibandingkan PT Gudang Garam Tbk, dimana periode 2001-2002 dan periode 2002-2003 mengalami peningkatan, sedangkan pada periode 2003-2004 perusahaan mengalami penurunan. Untuk PT BAT Indonesia Tbk memiliki keadaan modal kerja hampir sama dengan PT H.M.Sampoerna Tbk dimana terjadi peningkatan di periode 2001-2002 dan periode 2002-2003, tapi mengalami penurunan pada periode 2003-2004. Sedangkan untuk PT Bentoel International Investama Tbk, menurut penulis memiliki pengelolaan modal kerja yang paling baik dibandingkan perusahaan yang lain, terlihat dan peningkatan modal kerja yang signifikan di periode 2003-2004 meskipun pada periode sebelumnya mengalami penurunan modal kerja.

Incoming search terms for the article: