Archive for November, 2008

Teori klasik trias politica

Wednesday, November 26th, 2008

Kode 0810035

Salah    satu    hasil    dari    Perubahan    Undang-undang    Dasar  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  1945  (UUD  Negara  RI  Tahun  1945)  adalah  beralihnya  supremasi  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  (MPR)  menjadi  supremasi  konstitusi.  Akibatnya,  MPR  bukan  lagi  lembaga  tertinggi  negara  karena  semua  lembaga  negara   didudukkan   sederajat   dalam   mekanisme   checks   and  balances.   Sementara   itu,   konstitusi   diposisikan   sebagai  hukum   tertinggi   yang   mengatur   dan   membatasi   kekuasaan  lembaga-lembaga      negara.

Perkembangan      konsep      trias  politica     juga     turut     memengaruhi     perubahan     struktur  kelembagaan  di  Indonesia.  Di  banyak  negara,  konsep  klasik  mengenai  pemisahan  kekuasaan  tersebut  dianggap  tidak  lagi  relevan  karena  tiga  fungsi  kekuasaan  yang  ada  tidak  mampu  menanggung        beban        negara        dalam        menyelenggarakan  pemerintahan.   Untuk   menjawab   tuntutan   tersebut,   negara  membentuk  jenis  lembaga  negara  baru  yang  diharapkan  dapat  lebih  responsif   dalam  mengatasi   persoalan  aktual  negara.  Maka,    berdirilah    berbagai    lembaga    negara    bantu    dalam  bentuk   dewan,   komisi,   komite,    badan,   ataupun    otorita,  dengan  masing-masing  tugas  dan  wewenangnya.  Beberapa  ahli  tetap   mengelompokkan   lembaga   negara   bantu   dalam   lingkup  eksekutif,   namun   ada   pula   sarjana   yang   menempatkannya  tersendiri  sebagai  cabang  keempat  kekuasaan  pemerintahan.

Dalam   konteks   Indonesia,   kehadiran   lembaga   negara   bantu  menjamur     pascaperubahan     UUD     Negara     RI     Tahun     1945.  Berbagai   lembaga   negara   bantu    tersebut   tidak    dibentuk  dengan   dasar   hukum   yang   seragam.   Beberapa   di   antaranya  berdiri    atas    amanat    konstitusi,    namun    ada    pula    yang  memperoleh   legitimasi   berdasarkan   undang-undang   ataupun  keputusan  presiden.  Salah  satu  lembaga  negara  bantu  yang  dibentuk  dengan  undang-undang  adalah  Komisi  Pemberantasan  Korupsi   (KPK).   Walaupun   bersifat   independen   dan   bebas  dari    kekuasaan    manapun,    KPK    tetap    bergantung    kepada  kekuasaan      eksekutif      dalam      kaitan      dengan      masalah  keorganisasian,     dan     memiliki     hubungan     khusus     dengan  kekuasaan  yudikatif  dalam  hal  penuntutan  dan  persidangan  perkara   tindak   pidana   korupsi.

Ke   depannya,    kedudukan  lembaga   negara   bantu   seperti   KPK   membutuhkan   legitimasi  hukum  yang  lebih  kuat  dan  lebih  tegas  serta  dukungan  yang  lebih  besar  dari  masyarakat.

Incoming search terms for the article:

USULAN PERBAIKAN RANCANGAN TATA LETAK FASILITAS SHEET METAL DI PT SHIMA PRIMA UTAMA

Wednesday, November 26th, 2008

Tahun 2008
Kode 0810034

Pada awalnya, PT Shima Prima Utama merupakan sebuah industri rumah tangga yang terdiri dari 3 orang karyawan. Industri rumah tangga tersebut berdiri sekitar bulan Februari 1987. Pada saat itu kegiatan produksi, membuat alat-alat kesehatan dan alat-alat rumah sakit, dilakukan di dalam ruangan berukuran 4ml EMBED Equation.3  0006m. Kegiatan produksi tersebut terletak di Jalan Ahmad Yani – Seberang Ulu Palembang. Pekerjaan dilakukan dengan peralatan yang sangat sederhana dan hanya menghasilkan beberapa jenis produk.

Pada awal tahun 1989 kegiatan produksi dipindahkan ke Jalan Serelo Seberang Ilir. Tenaga kerja yang dimiliki masih berjumlah 3 orang tetapi dengan ruangan yang lebih luas. Kemudian sekitar pertengahan tahun 1991, kegiatan produksi dipindahkan lagi ke Jalan Taman Kenten dengan ruangan 10 ml EMBED Equation.3  00012m dan luas tanah 1000 meter persegi.
Pada pertengahan tahun 1996, industri rumah tangga tersebut telah memiliki status dan nama, yaitu CV Primatama. CV Primatama memproduksi OK Boks (penutup meteran listrik) disamping memproduksi alat-alat kesehatan.

Pada awal tahun 2000, CV Primatama memperlihatkan eksistensinya dengan melakukan pembenahan diberbagai bidang. CV Primatama merekrut beberapa tenaga kerja yang telah berpengalaman dan melakukan penambahan beberapa mesin. Pembenahan tersebut mengakibatkan peningkatan jumlah produksi. Jumlah produksi kursi roda yang terjual mencapai 4.810 buah, tongkat pyramid (quad cane) 1.772 buah, tongkat C (alumunium crutches) 1.438 buah, adjustable walker 1.999 buah, commode 703 buah, bed pasien sebanyak 133 buah dengan berbagai tipe, bed periksa 31 buah, dan alat-alat rumah sakit lainnya. Tahun 2000 merupakan tahun perkembangan bagi CV Primatama.

Perbaikan diberbagai bidang terus dilakukan hingga tahun 2002. Perbaikan dilakukan dengan melakukan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi dan permintaan dari user. Perbaikan tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi. Dengan perbaikan tersebut, diharapkan di masa mendatang CV Primatama dapat menjadi produsen alat-alat rehabilitasi medik dengan jumlah permintaan yang tinggi dan produk yang beraneka ragam. Perbaikan tersebut mengakibatkan jumlah produksi kursi roda meningkat menjadi 4.799 unit dengan penambahan satu tipe baru yaitu kursi roda rebah / declined, tongkat ketiak 2.780 pasang, quad cane 2.366 buah, walker 2.074 buah dan commode 770 unit sedangkan produk hospital furniture sebanyak 790 unit bed dalam 5 tipe dan sekitar 60 jenis produk lainnya.

Tahun 2003 merupakan tahun pembangunan bagi CV Primatama karena pada bulan Mei tahun 2003 CV Primatama mendirikan machine shop. Machine shop didirikan untuk memproduksi komponen penunjang produksi dan ruang finishing / polishing. Machine shop diletakkan berdekatan dengan lokasi induk untuk mempermudah pengawasan dan pengendalian supply bahan kebutuhan produksi. Pada tahun 2003, jumlah produksi alat rehabilitasi medik mencapai 4.260 unit kursi roda, tongkat ketiak 2.417 pasang, quad cane 1.853 buah, walker 1.280 buah dan commode 260 unit, sedangkan produk hospital furniture sebanyak 800 unit bed pasien dalam 5 tipe ditambah sekitar 105 jenis produk perlengkapan rumah sakit lainnya.

Belum lama ini, tepatnya pada 1 Agustus 2007, CV Primatama berganti status dan namanya menjadi PT Shima Prima Utama. Notaris yang mengurus pergantian status dan nama perusahaan tersebut adalah Kusmiwati. Pergantian status dan nama tersebut dilakukan karena terjadi peningkatan jumlah permintaan (order) pada produk-produk CV Primatama.

Incoming search terms for the article:

“Sistem Pengendalian intern Pembelian Bahan Baku pada PT.Masscom Graphy Semarang”

Wednesday, November 26th, 2008

Kode 0810033

Tujuan umum suatu perusahaan yaitu untuk memperoleh laba atau keuntungan. Untuk mencapai tujuan tersebut salah satu usaha adalah dengan menghasilkan produksi atau barang dengan biaya yang efisien. Dalam kaitannya dengan usaha tersebut, maka persahaan perlu mengadakan pengendalian biaya yang berkaitan dengan biaya produksi diantaranya biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.

Kegiatan ini erat hubungannya dengan kegiatan pembelian bahan baku yang dibutuhkan sesuai dengan mutu dan kemampuan perusahaan. Untuk itu diperlukan suatu sistem pembelian yang tepat, kelancaran operasi perusahaan, penyediaan bahan baku yang bermutu baik, tepat waktu dan memenuhi kualitas yang diinginkan

Sistem pembelian berperan penting bagi perusahaan yang menghasilkan suatu produk atau menjalankan pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi, yatiu untuk :
a)Memberikan informasi-informasi yang berguna bagi perusahaan terutama yang berhubungan dengan pembelian
b)Mengetahui dan menentukan alternatif pembelian, apakah pembelian yang dilakukan merupakan pembelian yang paling menguntungkan dengan kualitas yang baik sehingga dapat dipilih supplier yang menyediakan barang-barang yang bermutu tinggi dengan harga yang sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan
c)Mengadakan koordinasi antara bagian yang terlibat dalam tindakan pengadaan kebutuhan bahanbaku dengan maksud agar dapat memberikan tindakan pencegahan atas penyimpangan yang mungkin terjadi
d)Mengetahui sampai sejauh mana keefisien dan keefektifitasannya dalam pengadaan bahan baku, sehingga dapat menekan adanya biaya operasi perusahaan khususnya berhubungan langsung dengan pengadaan / pembelian bahan baku

Dengan adanya informasi,alternatif pembelian, koordinasi antar bagian yang terlibat serta mengetahui efisiensi dan efektifnya dalam pengadaan bahan baku, maka sistem pengendalian intern akan dapat dilakukan dengan baik bagi manajemen perusahaan untuk mengambil keputusan.

Incoming search terms for the article: