Tahun 2008
Kode 0810016
Flu burung merupakan penyakit menular pada unggas yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Pertama kali, virus influenza tipe A ditemukan di Italia pada tahun 1817. Pada waktu itu, influenza merupakan penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian, gangguan sosial, dan kerugian ekonomi yang sangat besar. Misalnya pada tahun 1918. Pada waktu itu influenza Spanyol merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya, mematikan dan mengakibatkan efek global yang besar. Pandemik ini disebabkan oleh virus influenza H1N1 dan membunuh kurang lebih 40 juta jiwa dalam kurun waktu kurang dari satu tahun,Osheim [10].
Berdasarkan hasil analisis filogenetik terhadap gennya, penyebaran virus ini kemungkinan terjadi karena terjadi transmisi langsung dari unggas setelah beradaptasi pada manusia atau korban mamalia lainnya seperti babi. Kesimpulan ini diperkuat dengan hasil observasi bahwa strain pandemik tahun 1918 ditopang oleh residu asam amino HA pada posisi 226 dan 228 yang diprediksi berfungsi untuk berikatan dengan reseptor burung. Hasil studi kristalografi menunjukkan bahwa perubahan struktur pada H1 H2 menyebabkan virus dapat mengenali reseptor manusia walaupun terdapat residu asam amino mirip burung. Hal inilah yang
menyebabkan virus dapat menginfeksi dan menyebar pada manusia,Guo etc [5].
Sejak bulan Agustus 2006 dideteksi virus avian flu ini terdapat di dusun Tipar daerah Cikelet, Garut. Kasus ini terbilang unik karena biasanya daerah yang terjangkit avian flu merupakan daerah yang memilki peternakan ayam dalam partai besar atau daerah yang menjadi lalu lintas distribusi ayam. Tetapi dusun Tipar merupakan daerah yang terpencil dikelilingi bukit dan gunung. Daerah ini bukan daerah lalu lintas distribusi ayam dan juga tidak terdapat peternakan besar, disana hanya terdapat peternakan rumah , dimana tiap rumah di Tipar minimal memiliki ayam 10 ekor. Kasus Avian flu di Cikelet bermula pada bulan April 2006 di saat masyarakat Cikelet merayakan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, untuk hajatan di acara tersebut ada diantara masyarakat yang membeli ayam dari desa Pameungpeuk (di luar Cikelet), ayam yang dibeli tersebut tidak langsung disembelih dan tiba-tiba ayam-ayam tersebut mati mendadak, keesokan harinya ayam-ayam disekitarnya juga mati mendadak secara tidak wajar, tetapi masyarakat disana tidak menyadari bahwa hal itu disebabkan oleh virus avian flu.
