Tahun 2008
Kode 0808008
Peluang lembaga keuangan di kecamatan Banyumanik sangat besar. Hal tersebut dapat di lihat dari jumlah UKM yang menempati jumlah mayoritas dari total unit usaha yang ada. Di mana para pengusaha UMKM masih banyak yang mengalami kesulitan permodalan. Di sisi lain keberadaan lembaga yang menyediakan permodalan tersebut untuk di wilayah Banyumanik belum dapat mencukupi. PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik sebagai salah satu lembaga keuangan yang ada di kecamatan Banyumanik seharusnya dapat memanfaatkan kondisi ini. Ternyata pertumbuhan kredit PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik selama bulan Mei Tahun 2007 – April 2008 sangat fluktuatif bahkan pada bulan-bulan tertentu tidak dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul pengaruh tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan dan prosedur kredit terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Adakah pengaruh tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan dan prosedur kredit secara parsial maupun simultan terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan dan prosedur kredit secara parsial maupun simultan terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit pada PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan evaluasi bagi PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik untuk mempertahankan dan meningkatkan keputusaan pengambilan kredit dari nasabah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan lokasi di PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik Adapun variabel penelitian yang digunakan adalah tingkat suku bunga (X1), lokasi (X2), pelayanan (X3) serta prosedur kredit (X4) sebagai variabel bebas dan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah kredit PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik. Penelitian ini menggunakan sampel populasi atau penelitian sensus dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden serta menggunakan alat pengambilan data berupa angket. Untuk mendukung penelitian ini penulis menggunakan metode analisis data meliputi analisis korelasi sederhana, analisis korelasi berganda, analisis regresi sederhana, analisis regresi berganda, koefisien determinasi dan pengujian hipotesis. Untuk memudahkan perhitungan digunakan alat bantu berupa program SPSS versi 12.0.
Dari analisis korelasi sederhana dapat diketahui ada hubungan positif antara variabel tingkat suku bunga (X1) dengan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari rhitung = 0,628. Juga ditemukan ada hubungan positif antara variabel lokasi (X2) dengan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari rhitung = 0,542. Ditemukan pula ada hubungan positif antara variabel pelayanan (X3) dengan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari rhitung = 0,628. Ditemukan pula ada hubungan iv positif antara variabel prosedur kredit (X4) dengan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari rhitung = 0,609. Secara simultan ada hubungan positif dan signifikan antara variabel tingkat suku bunga (X1),
lokasi (X2), pelayanan (X3) dan prosedur kredit (X4) dengan keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y), di mana dapat dilihat dari besarnya koefisien korelasi berganda yaitu sebesar 0,070. Dari analisis regresi dapat diketahui ada pengaruh positif signifikan antara variabel tingkat suku bunga (X1) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari nilai koefisien regresi = 0,589 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (3,598) > ttabel (1,661). Juga ditemukan ada pengaruh positif signifikan antara variabel lokasi (X2) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat nilai koefisien regresi = 0,388 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (3,979) > ttabel (1,661). Ditemukan pula ada pengaruh positif signifikan antara variabel pelayanan (X3) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari nilai koefisien regresi = 0,837 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (5,519) > ttabel (1,661). Ditemukan pula ada pengaruh positif signifikan antara variabel prosedur kredit (X4) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) di mana dapat dilihat dari nilai koefisien regresi = 1,088 dan dibuktikan dengan uji hipotesis thitung (14,631) > ttabel (1,661). Secara simultan variabel penilaian tentang tingkat suku bunga, lokasi, pelayanan dan prosedur kredit terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit mempunyai pengaruh positif signifikan yang ditunjukkan dengan besarnya Fhitung (109,427) > Ftabel (2,469) dan tingkat signifikasi (0,000) < signifikasi a (0,05).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh positif signifikan antara tingkat suku bunga (X1), lokasi (X2), pelayanan (X3) dan prosedur kredit (X4) terhadap keputusan nasabah dalam pengambilan kredit (Y) baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi PD BPR BKK Semarang Tengah Cabang Banyumanik. Manajemen bank harus memahami adanya perbedaan di dalam kebudayaan masyarakat. Jenis produk, lokasi dan prosedur kredit merupakan bagian dari kebudayaan maka harus dirancang untuk dapat diterima dalam kebudayaan nasabah.
