Archive for August, 2008

IMPLEMENTASI METRIK PADA PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK

Monday, August 4th, 2008

IMPLEMENTASI METRIK PADA PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK

Tahun 2005
KODE 0608055

Pengukuran merupakan salah satu dasar dari semua disiplin ilmu teknik.Rekayasa perangkat lunak dalam IEEE Standard 610.12 didefinisikan sebagai berikut: “The application of a systematic, disciplined, quantifiable approach to the development, operation, and maintenance of software; that is, the application of engineering to software”. Seperti profesi di bidang teknik pada umumnya, proses rekasaya perangkat lunak juga memiliki metrik.

Metrik digunakan oleh industri perangkat lunak untuk mengukur proses pembuatan, operasi, dan perawatan perangkat lunak. Melalui metrik, dapat diperoleh informasi-informasi berharga dan parameter-parameter sebagai bahan evaluasi yang obyektif mengenai atribut-atribut dan status dari suatu pengembangan perangkat lunak. Implementasi metrik perangkat lunak pada suatu
proses pengembangan perangkat lunak dan pada suatu produk perangkat lunak melibatkan tahapan-tahapan kompleks yang memerlukan pembelajaran yang berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat memberikan pengetahuan mengenai status dari suatu proses pembuatan perangkat lunak dan atau suatu produk dari perangkat lunak.

Incoming search terms for the article:

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN SANKSI PIDANA BAGI ANAK DI BAWAH UMUR MENURUT UNDANG – UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1997 DIHUBUNGKAN DENGAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANDUNG VIDE PUTUSAN NOMOR 44/PID/B/2005/PN.BDG

Monday, August 4th, 2008

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN SANKSI PIDANA BAGI ANAK DI BAWAH UMUR MENURUT UNDANG – UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1997 DIHUBUNGKAN DENGAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANDUNG VIDE PUTUSAN NOMOR 44/PID/B/2005/PN.BDG

Tahun 2006
KODE 0608054

Anak sebagai bagian dari generasi muda merupakan penerus cita – cita perjuangan bangsa dan sebagai sumber daya manusia bagi pembangunan nasional, dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu memimpin serta melihat kesatuan dan persatuan bangsa dalam wadah kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang – undang Dasar 1945.

Metode penelitian skripsi ini bersifat deskriptif yaitu menggambarkan fakta – fakta yang diperoleh penulis berkaitan dengan objek penelitian berupa penerapan sanksi pidana bagi Anak di Bawah Umur, yang tertuang dalam Putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 44/PID/B/2005/PN.BDG, dan menggunakan pendekatan yuridis normatif yaitu dengan mengkaji ketentuan pidana bagi Anak dalam Undang – undang RI No. 3 Tahun 1997.

Dalam Putusan Pengadilan Negeri Bandung No. 44/PID/B/2005/PN.BDG, Hakim memutuskan bahwa Terdakwa Matius Halim alias Koko dikembalikan kepada orangtuanya dalam hal ini Ibu kandungnya. Karena Hakim memperhatikan segala hal ihwal yang dapat meringankan atau pun yang memberatkan bagi terdakwa, tentunya hakim berpedoman pada ketentuan dalam Pasal 24 Undang – undang No. 3 Tahun 1997. Dalam menjatuhkan sanksi pidana bagi Anak harus melihat dampaknya bagi perkembangan anak tersebut jangan terkesan asal – asalan. Dalam menanggulangi masalah kenakalan anak orang tua dan masyarakat bertanggung jawab untuk mendidik,membinanya dan menciptakan suatu situasi lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan jasmani dan rohani serta moral anak.

Incoming search terms for the article:

ANALISIS KUALITAS LAYANAN DENGAN METODE SERVQUAL DAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA BIDANG PENCATATAN AKTA KELAHIRAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL JALAN MANYAR KERTOAJO NO 11 SURABAYA

Monday, August 4th, 2008

ANALISIS KUALITAS LAYANAN DENGAN METODE SERVQUAL DAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA BIDANG PENCATATAN AKTA KELAHIRAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL JALAN MANYAR KERTOAJO NO 11 SURABAYA

Tahun 2005
KODE 0608053

Pertumbuhan penduduk berkembang dengan sangat pesat hal ini ditandai dengan tingginya nilai atau angka kelahiran yang mendorong pemerintah untuk mendirikan instansi yang bertugas untuk melakukan pencatatan setiap angka kelahiran untuk memantau perkembangan/ pertumbuhan penduduk. Instansi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya untuk membuat laporan kelahiran dan pencatatan akta kelahiran. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan instansi pemerintah yang telah lama bergerak dalam bidang pencatatan akta kelahiran.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil selalu berusaha melayani kebutuhan masyarakat di bidang layanan kependudukan antara lain pembuatan KTP, pencatatan kematian, pencatatan kelahiran dan pencatatan akta perkawinan. Berdasarkan kenyataan bidang pencatatan akta kelahiran yang paling banyak menerima keluhan dari masyarakat yaitu lahan parkir yang kurang luas, jumlah loket yang kurang banyak dan jam buka-tutup kantor.

Tujuan penelitian di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Surabaya adalah untuk mengetahui indikator kualitas layanan yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan kualitas layanannya dan mengetahui tingkat segmentasi pelanggan dengan menggunakan metode Servqual yang meliputi 5 dimensi utama yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty dan AHP (AnalyticHierarchyProcess).

Berdasarkan tingkat segmentasi pelanggan diperoleh hasil bahwa rata-rata tingkat harapan cluster 2 lebih tinggi dari cluster 1. Pelanggan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil baik yang tergolong dalam cluster 1 maupun cluster 2 yaitu mayoritas pria, dengan usia 31-40 tahun, wilayah tempat tinggal Surabaya Selatan, pekerjaan wiraswasta, penghasilan rata-rata/bulan antara 1.000.000 sampai 1.500.000, intensitas kunjungan 1 kali, terkena biaya pencatatan akta sebesar <25.000. Dari hasil analisis Servqual terbobot diketahui indikator yang harus ditingkatkan kualitas layanannya adalah Lay Out / tata letak ruangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (X1.1), Luas ruangan yang memadai (X1.2), Jumlah loket yang tersedia (X1.3), Fasilitas ruang tunggu yang nyaman (X1.4), Keramahan. Kesopanan, dan rasa bersahabat pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terhadap pelanggan (X4.1), Karyawan dapat mengenali pelanggan dengan baik (X5.2), Karyawan dapat memahami dan mengantisipasi kebutuhan khusus pelanggan (X5.3).

Incoming search terms for the article: