Archive for August, 2008

Analisa Penentuan Akses Jalan Masuk di Lingkungan Unversitas Jember Menggunakan Metode Pembebanan Lalu Lintas

Monday, August 4th, 2008

Analisa Penentuan Akses Jalan Masuk di Lingkungan Unversitas Jember Menggunakan Metode Pembebanan Lalu Lintas

Tahun 2008
KODE 0608061

Sistem jaringan jalan dalam kampus Universitas Jember (UNEJ) terdiri dari jaringan jalan kendaraan dan tempat parkir, jaringan jalan bagi pejalan kaki (pedestrian way) dan karakteristik areal parkir. Sistem jaringan jalan kampus UNEJ memberikan kemudahan aksesibilitas bagi jalan-jalan di eksternal kampus (Jalan Jawa, Jalan Mastrip, dan Jalan Kalimantan) yang ditunjukkan dengan adanya akses utama dan beberapa akses sekunder (ekonomi, UMC, SAC, FKG, dan FK). Menurut Black (1981), aksesibilitas adalah ukuran kenyamanan atau kemudahan mengenai cara lokasi tata guna lahan berinteraksi satu sama lain dan mudah atau susahnya lokasi tersebut dicapai melalui sistem jaringan transportasi. Kemudahan aksesibilitas masuk dari luar UNEJ dari satu sisi menguntungkan dan di sisi lain menimbulkan dampak negatif.

Kemudahan aksesibilitas masuk dari luar menuju kampus UNEJ mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan kampus antara lain: (i) keamanan dan kenyamanan kampus berkurang, (ii) timbulnya polusi udara maupun suara akibat keluar masukknya kendaraan orang-orang di luar civitas akademik kampus, (iii) kapasitas jalan pada jalan-jalan eksternal kampus menurun, dan (iv) main entrance sebagai identitas kampus UNEJ kurang terlihat. Untuk itu dalam Master Plan UNEJ 2005-2015 disebutkan terdapat tiga alternatif dalam pola pengembangan sirkulasi, yaitu: (i) sistem sirkulasi dengan kondisi eksisting, (ii) sistem sirkulasi dengan tiga akses pintu masuk (satu pintu utama-Jl. Kalimantan dan dua pintu pendukung-Jl. Jawa dan Jl. Mastrip), dan  (iii) sistem sirkulasi dengan satu akses pintu utama (Jl. Kalimantan).

Hidayah (2006) melakukan analisis decision support system aksesibilitas kampus UNEJ dari tiga pola sirkulasi yang disebutkan Master Plan UNEJ. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alteernatif ke dua (tiga akses masuk) merupakan pilihan masyarakat kampus dan data sangat mendukung pilihan tersebut. Hal ini ditunjukkan dari nilai inconsistensi ratio kurang dari 0,1 (semua data dapat diterima). Pertimbangan yang paling penting dalam penentuan aksesibilitas adalah lingkungan (46,6%), kemudian  diikuti sosial (29,6%) dan yang terakhir ekonomi (23,4%). Untuk prioritas ekonomi menunjukkan besar pilihan responden antara waktu tempuh perjalanan terhadap tingkat kecelakaan adalah berimbang, sedangkan untuk prioritas lingkungan (43,5%). Sementara untuk prioritas sosial pertimbangan keamanan lebih diutamakan oleh responden (56%). Namun demikian, pilihan ini kurang mewakili aspirasi masyarakat luar kampus mengingat keterbatasan jumlah responden dari luar kampus yang digunakan sebagai sampel.

Bertolak dari gambaran di atas, penelitian ini bermaksud melakukan analisis secara teknis terhadap pola sirkulasi di kampus UNEJ yang telah digariskan dalam Master Plan UNEJ 2005-2015. Analisis teknis yang dilakukan adalah dengan melakukan pembebanan lalu lintas terhadap jaringan jalan di lingkungan kampus UNEJ untuk setiap pola sirkulasi tersebut.

Incoming search terms for the article:

ANALISA KELAYAKAN PROYEK PERPINDAHAN LOKASI PABRIK PT. SUMBER SINAR MENTARI

Monday, August 4th, 2008

ANALISA KELAYAKAN PROYEK PERPINDAHAN LOKASI PABRIK PT. SUMBER SINAR MENTARI

KODE 0608060

Pada akhir-akhir ini banyak kegiatan-kegiatan bisnis, seperti contoh kegiatan manufaktur sedang mengalami kesulitan. Banyak perusahaan-perusahaan manufaktur yang sedang mengalami banyak permasalahan dikarenakan perkembangan zaman yang pesat atau juga banyak faktor lain yang mempengaruhi timbulnya suatu masalah dalam suatu perusahaan. Jadi perusahaan selalu dituntut untuk meningkatkan performa dan kualitas dari kegiatan manufakturnya tersebut. Apabila hal ini tidak dilakukan, maka perusahaan tersebut akan ditinggal oleh konsumennya.

Perusahaan manufaktur PT. Sumber Sinar Mentari yang merupakan salah satu perusahaan yang mempunyai bidang usaha memproduksi stiker (Striping) kendaraan bermotor khususnya motor. PT. Sumber Sinar Mentari merupakan salah satu perusahaan supplier bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan stiker (Striping) untuk motor, jadi perusahaan yang dituju PT. Sumber Sinar Mentari adalah perusahaan-perusahaan yang memproduksi motor, seperti Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan perusahaan-perusahaan lainnya kecuali Honda. Sedangkan di Indonesia perusahaan yang memproduksi stiker untuk motor itu ada 5 (lima) perusahaan. Perusahaan ini berlokasi di Jonggol, Cileungsi.

PT. Sumber Sinar Mentari mempunyai beberapa masalah yang sedang dihadapinya. Masalah yang timbul ini sangat mempengaruhi penilaian dan kepercayaan dari konsumen dan hal ini juga memberi pengaruh pada penjualan. Setelah dilakukan identifikasi masalah, dihasilkan permasalahan yang tertuju pada keadaan fisik dari pabrik yang sudah tidak memungkinkan untuk mendukung proses produksi.

Masalah yang pertama kali teridentifikasi adalah pada aspek pemasarannya. Hal ini terlihat dari penilaian kepercayaan konsumen yang semakin lama akan semakin menurun. Buktinya pada permintaan untuk Yamaha pada tahun 1997 sebesar 60% dari produk yang dihasilkan, sedangkan 40% lagi dipegang oleh perusahaan-perusahaan industri stiker lainnya. Pada saat ini PT. Sumber Sinar Mentari mempunyai order dari Yamaha hanya sebesar 10% dan sisanya dipegang perusahaan lain. Karena performa pabrik dan kualitas produk sudah tidak memenuhi kriteria dari perusahaan motor, atau dapat dikatakan tidak elit lagi.
Dari masalah pada aspek pemasaran dengan menurunnya permintaan dari pelanggan dikarenakan produk yang dihasilkan PT. Sumber Sinar Mentari saat ini mengalami penurunan kualitas, dan juga perusahaan mengalami penurunan performa yaitu pada kapasitas produksi. Industri stiker ini berhubungan dengan percetakan dan terdapat proses pengeringan pada proses produksi, jadi lokasi pabrik harus mendukung proses produksi termasuk lingkungan. Pada lokasi pabrik saat ini mempunyai lingkungan yang mempengaruhi kualitas dari produk yang dihasilkan, seperti temperatur yang panas, tingkat kadar debu yang tinggi, dan sumber-sumber yang tidak memadai, seperti supply listrik yang kurang karena terlalu jauh dengan pusat gardu.

Apabila dilihat dari kondisi fisik bangunan dari pabrik yang digunakan saat ini juga tidak mendukung dan mengakibatkan kapasitas yang terbatas lalu terjadi tidak efisien dalam memproduksi. Hal-hal yang terbilang tidak mendukung yaitu keterbatasan ruangan, karena mesin-mesin yang digunakan ada besar dan kecil. Contohnya pada proses pengeringan di oven, mesin oven tersebut mempunyai dimensi yang besar dan diletakkan didalam suatu ruangan yang kecil dan hanya cukup untuk satu oven. Jadi perusahaan tidak dapat menambah oven dengan tujuan untuk menambah kapasitas produksi.  Lalu masalah juga timbul pada efisiensi kerja dari kegiatan proses produksi dan hal ini terjadi dikarenakan dari keterbatasan ruangan pada lay out pabrik. Dengan tersedianya ruangan yang terbatas, jadi terdapat kerja yang bolak-balik dan terjadi Bottleneck khususnya pada ruang QC karena ruangannya hanya ada satu.

Masalah juga timbul pada faktor-faktor pendukung proses produksi seperti pada keuangan. Masalah ini dikaitkan pada sewa bangunan pabrik yang akan mempengaruhi pengeluaran atau biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Karena kondisi saat ini perusahaan masih menyewa bangunan, maka pengeluaran akan semakin besar, dan karena itu pula bangunan pabrik tidak dapat di renovasi. Pelayanan pada pendistribusian juga terdapat masalah seperti pendistribusian yang dilakukan perusahaan ini kadang-kadang tidak tepat waktu, dikarenakan lokasi yang terlalu jauh dan kondisi jalannya yang tidak menentu.
Masalah-masalah itulah yang mengakibatkan penurunan order dari konsumen dengan alasan kualitas produk yang kurang dan performance pabrik untuk pemenuhan permintaan juga rendah. Salah satu pilihan keputusan perusahaan adalah memindahkan pabriknya dari lokasi yang lama ke lokasi yang baru. Alasan memindahkan pabriknya karena upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk dan performa pabrik yang akan mengembalikan kepercayaan konsumen agar perusahaan ini akan bertahan dan menghasilkan benefit (manfaat) yang menguntungkan untuk pertumbuhan perusahaan dan pertumbuhan perekonomian.

Incoming search terms for the article:

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENSKORAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

Monday, August 4th, 2008

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENSKORAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

Tahun 2007
KODE 0608059

Pemberian skor pada lembar jawaban tes bentuk uraian, khususnya pemecahan masalah, selalu dipengaruhi subyektifitas penilai. Misal, dari sebutir tes yang mempunyai skor maksimal 10, siswa A mendapatkan skor 9, sedangkan siswa B mandapat 7, dengan langkah penyelesaian yang sama. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh yang muncul pada diri penilai, mungkin siswa A tulisannya jelek, tulisannya sulit dimengerti, atau yang lainnya. Untuk itu, dalam pemberian skor diperlukan adanya suatu instrumen penskoran pemecahan masalah matematika guna meminimalkan atau meniadakan pengaruh subyektifitas penilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan instrumen penskoran dan menghasilkan instrumen penskoran pemecahan masalah matematika yang akan dijadikan pedoman atau pegangan guru dalam pemberian skor terhadap langkah-langkah pemecahan masalah matematika.

Pelaksanaan uji coba instrumen dilakukan pada tanggal 17 April 2007 di SMPN 3 Jember. Subyek coba dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 3 Jember kelas VIIIA beserta guru matematika. Siswa diberi tes uraian berkategori pemecahan masalah pada materi lingkaran sebanyak tiga butir, sedangkan guru matematika diberi instrumen penskoran pemecahan masalah matematika yang digunakan untuk memberi skor pada lembar jawaban yang telah dikumpulkan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, wawancara dan angket. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah instrumen penskoran pemecahan masalah matematika siswa SMP, dengan kategori kesahihan sangat tinggi yaitu 0,8268, kepraktisan 100%, dan keefektifan 75% (untuk tes nomor 1), 71,2% (untuk tes nomor 2), dan 74,8% (untuk tes nomor 3). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah tercapainya atau terpenuhinya kriteria kesahihan, kriteria kepraktisan, dan kriteria keefektifan instrumen penskoran pemecahan masalah matematika, sehingga instrumen penskoran ini dapat digunakan guru matematika SMP/sederajat untuk dijadikan pedoman atau pegangan dalam memberi skor terhadap langkah-langkah pemecahan masalah matematika yang dilakukan siswa.

Incoming search terms for the article: