Archive for August, 2008

APLIKASI PENCATATAN KEHADIRAN MAHASISWA MENGGUNAKAN SIDIK JARI

Friday, August 8th, 2008

APLIKASI PENCATATAN KEHADIRAN MAHASISWA MENGGUNAKAN SIDIK JARI

Tahun 2006
KODE 0708010

Pencatatan kehadiran mahasiswa merupakan salah satu hal penting dari suatu
sistem perkuliahan. Saat ini, STT Telkom masih menggunakan sistem pencatatan
kehadiran mahasiswa secara manual. Data kehadiran mahasiswa akan digunakan sebagai
syarat seorang mahasiswa untuk bisa mengikuti UTS (Ujian Tengah Semester) dan UAS
(Ujian Akhir Semester). Selain itu, data kehadiran mahasiswa juga digunakan sebagai
pembanding prestasi seorang mahasiswa. Pencatatan kehadiran manual sendiri yaitu
pencatatan kehadiran yang menggunakan lembaran yang akan diisi oleh seorang
mahasiswa pada saat mengikuti perkuliahan.
Masih banyak kelemahan dalam sistem pencatatan kehadiran secara manual
tersebut antara lain mahasiswa dapat memanipulasi data kehadiran tersebut sehingga
pihak yang akan mengolah data tersebut akan kesulitan menentukan apakah mahasiswa
tersebut hadir dalam perkuliahan atau tidak. Selain itu, untuk menentukan bahwa seorang
mahasiswa yang akan mengikuti ujian mata kuliah tertentu benar-benar memenuhi
minimal 70% kehadiranjuga akan kesulitan. Serta orang tua juga akan kesulitan untuk
mengecek kehadiran putra-putrinya. Sehingga diperlukan suatu aplikasi pencatatan
kehadiran yang lebih akurat.
Dalam Tugas Akhir ini telah dikembangkan suatu Aplikasi Pencatatan Kehadiran
Mahasiswa menggunakan sidik jari mahasiswa. Aplikasi ini dibuat untuk mengurangi
bahkan menghilangkan adanya manipulasi data kehadiran oleh mahasiswa. Hal ini
dikarenakan sidik jari merupakan salah satu bagian unik dari manusia, sidik jari
mahasiswa yang satu akan berbeda dengan sidik jari mahasiswa yang lain. Aplikasi
pencatatan kehadiran mahasiswa menggunakan sidik jari dapat meningkatkan keakuratan
data kehadiran karena sidik jari mahasiswa tidak mungkin dititipkan pada mahasiswa
lain.
Kata kunci : pencatatan kehadiran, sidik jari, client, server

Incoming search terms for the article:

SISTEM OTOMATISASI PENGERINGAN REMPAH-REMPAH DAN PALAWIJA BERBASIS KOMPUTER

Monday, August 4th, 2008

SISTEM OTOMATISASI PENGERINGAN REMPAH-REMPAH DAN PALAWIJA BERBASIS KOMPUTER

Tahun 2007
KODE 0608063

Dari sejarah peradaban manusia dapat kita ikuti jalannya perkembangan tata kehidupan yang menentukan kelangsungan hidup umat manusia itu sendiri. Peranan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhasil dikuasai oleh segolongan masyarakat atau bangsa, terbukti tidak hanya memberikan dampak yang jelas pada perubahan tata kehidupan masyarakat tersebut secara luas, tetapi secara langsung juga memberikan dampak pada posisi mereka yang lebih menguntungkan dibanding dengan golongan lain yang tidak atau belum mampu menguasai teknologi dan ilmu pengetahuannya.

Komputer merupakan salah satu teknologi yang perkembangannya sangat pesat bila dibandingkan dengan teknologi yang lain, hal ini tidak terlepas dari cepatnya perkembangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (Software) dari komputer. Komputer sangat membantu dalam memperlancar dan mempermudah  pekerjaan seseorang maupun suatu perusahan. Semakin hari kemampuan komputer semakin meningkat bahkan bias dikatakan bahwa kemampuan komputer tidak terbatas. Salah satu kemampuan computer adalah melakukan tugas suatu sistem pengeringan rempah-rempah dan palawija secara otomatis yang melibatkan beberapa perangkat keras (hardware). Dalam hal ini perangkat keras (hardware) yang digunakan adalah sensor cahaya yang akan digunakan untuk mengetahui ada tidaknya sinar.

Dewasa ini, banyak jenis rempah-rempah dan palawija yang bisa kita lihat beredar di pasaran, kondisi cuaca yang berubah-ubah menyebabkan hasil kualitas rempah-rempah dan palawija mengalami penurunan. Seperti musim hujan sekarang ini, berdampak besar terhadap kualitas palawija dan rempah-rempah yang dihasilkan petani. Hal ini disebabkan oleh kurang baiknya proses pengeringan. Baik lama pengeringan dan temperature yang dibutuhkan. Untuk mempermudah pengeringan palawija dan rempah-rempah ini dapat dilakukan dengan cara membuat panas buatan, dengan bantuan lampu pijar sebagai pembantu matahari. Hal dapat diharapkan dapat mengurangi  kerugian baik itu waktu, tenaga, dan kualitas palawija dan rempah-rempah yang dihasilkan. Sistem otomatisasi pengeringan rempah-rempah dan palawija berbasis komputer diharapkan dapat membantu petani  dalan melakukan proses pengeringan secara terus menerus  tanpa dipengaruhi oleh cuaca yang menyebabkan kerugian bagi para petani. Sistem otomatisasi pengeringan rempah-rempah dan palawija berbasis komputer ini dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, baik oleh para petani tersebut maupun oleh pengguna yang lainnya.

Incoming search terms for the article:

PENGARUH SISTEM PELAYANAN CHECK-IN AIR ASIA DI BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG TERHADAP PENINGKATAN MUTU PELAYANAN PT. INDONESIA AIR ASIA

Monday, August 4th, 2008

PENGARUH SISTEM PELAYANAN CHECK-IN AIR ASIA DI BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG TERHADAP PENINGKATAN MUTU PELAYANAN PT. INDONESIA AIR ASIA

Tahun 2007
KODE 0608062

Beberapa tahun belakangan ini, industri penerbangan nasional berkembang dengan cukup pesat, yang mana harga tiket penerbangan untuk berbagai rute domestik secara rata-rata turun hingga 35% dari harga sebelum deregulasi. Frekuensi penerbangan pun meningkat sangat pesat dan mampu membawa penumpang hingga lebih dari 25 juta orang per tahun.
Namun, perkembangan tersebut juga membawa beberapa persoalan lain, diantaranya beberapa kecelakaan pesawat yang terjadi dalam setahun terakhir ini, membuat banyak pihak bertanya : apa yang salah dengan penerbangan kita? Apakah masalah keselamatan sudah dikorbankan untuk mengejar biaya murah?

Masalah keselamatan merupakan faktor utama setiap penerbangan, keselamatan ini bergantung pada berbagai faktor, baik kondisi pesawat, kondisi awak pesawat, infrastruktur, maupun faktor alam. Yang sering mendapatkan sorotan adalah faktor kondisi pesawat yang mana ada pendapat dari berbagai kalangan, kondisi pesawat dari berbagai penerbangan domestik tidak terjaga dengan baik. Ini dilakukan untuk menekan biaya operasional, terutama dalam menghadapi persaingan yang ketat.

Selain faktor kondisi dan perawatan pesawat, kualitas sumber daya manusia memegang peran penting, manusia yang terlibat dalam sebuah penerbangan bukan hanya pilot pesawat, melainkan juga petugas lain, termasuk yang bertanggung jawab dalam penanganan dan pemerikasaan pesawat di antara penerbangan.

Masalah infrastruktur penerbangan juga merupakan hal yang harus diperhatikan, saat ini ada beberapa Bandar udara di Indonesia telah beroprasi pada tingkat yang agak mengkhawatirkan. Belum lagi lingkungan sekitar bandara yang sudah tidak layak lagi, penambahan dan peluasan infranstruktur mutlak dilakukan dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan akan transportasi udara.
Air Asia percaya pada keamanan dan kesenangan, tapi bukan berarti bersenang-senang di pesawat yang sedang mengangkasa dan mengabaikan keselamatan, Air Asia lebih cermat dari itu. Air Asia menyadari bahwa dengan menjaga keselamatan penumpang berarti juga menjaga keselamatan mereka.

Pada bulan juli 2002, Air Asia melakukan kesepakatan dengan GE Engine Services dalam analisi bisnis yang bernilai lebih dari US$20 juta. Selama 5 tahun mendatang GE Engine Services akan merawat semua mesin pesawat Air Asia, yang berarti peasawat yang aman dan terpercaya bagi semua penumpang.

Kemudian Volvo Aero juga bergabung sebagai rekanan sewa-beli suku cadang rangka dan mesin pesawat bernilai US$3 juta. Volvo Aero bertahan sebagai “Rekanan Terbaik dalam Layanan Penerbangan”. Mereka sangat percaya pada moto “Melakukan dengan Benar sejak Pertama Kali”, mereka benar-benar membuktikannya dengan Air Asia.

November 2002, Air Asia mempersembahkan layanan manis bagi para penumpang Air Asia, dengan bergabungnya Airline Rotables Limited dengan Air Asia sebagai layanan pendukung dengan pemeliharaan komponen rotable bagi armada Air Asia, kerjasama yang tidaklah murah, bernilai lebih dari US$7.5 juta.

Bagi Indonesia AirAsia keselamatan penumpang merupakan hal terutama. Indonesia AirAsia selalu mengedepankan keselamatan penumpang beserta awak pesawat dan pilot. Tidak hanya saat di udara, tetapi juga saat pemesanan, check-in, boarding, terbang, hingga tiba di tujuan. Indonesia AirAsia mempercayakan seluruh perawatan armadanya di Garuda Maintenance Facilities (GMF). Di sini dilakukan pemeriksaan rutin dan pemeriksaan pemeliharaan tingkat rendah, hingga pemeliharaan tingkat tinggi. Hal ini merupakan upaya PT. IAA mewujudkan kepercayaan masyarakat akan kualitas keselamatan yang telah menjadi standar kualitas tertinggi Air Asia. Dengan kedisiplinan PT. IAA dalam melakukan perawatan keselamatan dan terpeliharaanya seluruh pesawat, PT. IAA percaya akan menjadi maskapai yang menghadirkan kualitas pelayanan keselamatan di atas rata-rata.

Penulis tertarik untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT Indonesia Air Asia karena dalam proses melakukan check-in mereka masih menggunakan sistem manual. Andaikata terjadi kegagalan sistem dalam beberapa tempat, tidak terhubung on-line dengan minisoft.

Incoming search terms for the article: