PENGARUH SISTEM PELAYANAN CHECK-IN AIR ASIA DI BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG TERHADAP PENINGKATAN MUTU PELAYANAN PT. INDONESIA AIR ASIA
Tahun 2007
KODE 0608062
Beberapa tahun belakangan ini, industri penerbangan nasional berkembang dengan cukup pesat, yang mana harga tiket penerbangan untuk berbagai rute domestik secara rata-rata turun hingga 35% dari harga sebelum deregulasi. Frekuensi penerbangan pun meningkat sangat pesat dan mampu membawa penumpang hingga lebih dari 25 juta orang per tahun.
Namun, perkembangan tersebut juga membawa beberapa persoalan lain, diantaranya beberapa kecelakaan pesawat yang terjadi dalam setahun terakhir ini, membuat banyak pihak bertanya : apa yang salah dengan penerbangan kita? Apakah masalah keselamatan sudah dikorbankan untuk mengejar biaya murah?
Masalah keselamatan merupakan faktor utama setiap penerbangan, keselamatan ini bergantung pada berbagai faktor, baik kondisi pesawat, kondisi awak pesawat, infrastruktur, maupun faktor alam. Yang sering mendapatkan sorotan adalah faktor kondisi pesawat yang mana ada pendapat dari berbagai kalangan, kondisi pesawat dari berbagai penerbangan domestik tidak terjaga dengan baik. Ini dilakukan untuk menekan biaya operasional, terutama dalam menghadapi persaingan yang ketat.
Selain faktor kondisi dan perawatan pesawat, kualitas sumber daya manusia memegang peran penting, manusia yang terlibat dalam sebuah penerbangan bukan hanya pilot pesawat, melainkan juga petugas lain, termasuk yang bertanggung jawab dalam penanganan dan pemerikasaan pesawat di antara penerbangan.
Masalah infrastruktur penerbangan juga merupakan hal yang harus diperhatikan, saat ini ada beberapa Bandar udara di Indonesia telah beroprasi pada tingkat yang agak mengkhawatirkan. Belum lagi lingkungan sekitar bandara yang sudah tidak layak lagi, penambahan dan peluasan infranstruktur mutlak dilakukan dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan akan transportasi udara.
Air Asia percaya pada keamanan dan kesenangan, tapi bukan berarti bersenang-senang di pesawat yang sedang mengangkasa dan mengabaikan keselamatan, Air Asia lebih cermat dari itu. Air Asia menyadari bahwa dengan menjaga keselamatan penumpang berarti juga menjaga keselamatan mereka.
Pada bulan juli 2002, Air Asia melakukan kesepakatan dengan GE Engine Services dalam analisi bisnis yang bernilai lebih dari US$20 juta. Selama 5 tahun mendatang GE Engine Services akan merawat semua mesin pesawat Air Asia, yang berarti peasawat yang aman dan terpercaya bagi semua penumpang.
Kemudian Volvo Aero juga bergabung sebagai rekanan sewa-beli suku cadang rangka dan mesin pesawat bernilai US$3 juta. Volvo Aero bertahan sebagai “Rekanan Terbaik dalam Layanan Penerbangan”. Mereka sangat percaya pada moto “Melakukan dengan Benar sejak Pertama Kali”, mereka benar-benar membuktikannya dengan Air Asia.
November 2002, Air Asia mempersembahkan layanan manis bagi para penumpang Air Asia, dengan bergabungnya Airline Rotables Limited dengan Air Asia sebagai layanan pendukung dengan pemeliharaan komponen rotable bagi armada Air Asia, kerjasama yang tidaklah murah, bernilai lebih dari US$7.5 juta.
Bagi Indonesia AirAsia keselamatan penumpang merupakan hal terutama. Indonesia AirAsia selalu mengedepankan keselamatan penumpang beserta awak pesawat dan pilot. Tidak hanya saat di udara, tetapi juga saat pemesanan, check-in, boarding, terbang, hingga tiba di tujuan. Indonesia AirAsia mempercayakan seluruh perawatan armadanya di Garuda Maintenance Facilities (GMF). Di sini dilakukan pemeriksaan rutin dan pemeriksaan pemeliharaan tingkat rendah, hingga pemeliharaan tingkat tinggi. Hal ini merupakan upaya PT. IAA mewujudkan kepercayaan masyarakat akan kualitas keselamatan yang telah menjadi standar kualitas tertinggi Air Asia. Dengan kedisiplinan PT. IAA dalam melakukan perawatan keselamatan dan terpeliharaanya seluruh pesawat, PT. IAA percaya akan menjadi maskapai yang menghadirkan kualitas pelayanan keselamatan di atas rata-rata.
Penulis tertarik untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT Indonesia Air Asia karena dalam proses melakukan check-in mereka masih menggunakan sistem manual. Andaikata terjadi kegagalan sistem dalam beberapa tempat, tidak terhubung on-line dengan minisoft.
Incoming search terms for the article: